alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Digitalisasi Kesempatan Emas Bagi Pemuda dalam Era New Normal

JAKARTA – Pemerintah konsisten bekerja sama dengan seluruh pihak baik dalam menangani pandemi Covid-19. Dengan begitu, kasus aktif nasional pada 4 Oktober 2021 turun ke 31.054 kasus. Angka ini jauh lebih rendah dibanding saat tertinggi Juli 2021 yang mencapai 570.000 kasus.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, keberhasilan ini membuktikan penanganan Covid-19 melalui mekanisme PPKM dari hulu ke hilir menjadi kunci dari penurunan kasus. Juga, melalui isolasi terpusat beserta persiapan rumah sakit dan vaksinasi.

Penurunan kasus melalui penerapan PPKM ini membuka peluang pemulihan ekonomi nasional untuk kembali bergerak. Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan tidak boleh abai serta pelaksanaan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) harus terus diintensifkan.

”Tindakan 3T (testing, tracing, dan treatment) juga terus dilakukan karena ini dapat melacak secara epidemologi siapa yang terdampak ataupun terkena Covid-19 dan siapa kontak eratnya. Ini perlu terus dilacak agar kita dapat memotong sebaran Covid-19,” tutur Menko Airlangga dalam Webinar Kader Bangsa Fellowship Program, Selasa (5/10).

Baca Juga :  Dua Boys Wardah

Menko Airlangga mengatakan, pertumbuhan ekonomi akan sangat bergantung pada pengendalian pandemi, respons kebijakan yang tepat, termasuk Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter, untuk memastikan proses pemulihan yang lebih kuat. Penciptaan lapangan kerja juga terus didorong pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan menyangga terkait dengan mereka yang terdampak oleh PHK.

”Semua negara berupaya mengendalikan pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Kita bersyukur di tahun kuartal kedua 2021 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 7,07 persen (YoY). Ini membuktikan kita bisa keluar dari resesi dan diperkirakan di akhir tahun kita bisa tumbuh antara 3,7 sampai 4,5 persen,” ujar Menko Airlangga.

Airlangga meminta agar para pemuda terus berperan aktif di tengah masyarakat. Turut ikut serta dalam berbagai kegiatan termasuk kegiatan vaksinasi dan kegiatan pemulihan ekonomi melalui UMKM. Pemerintah juga telah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat yang bisa dimanfaatkan oleh para pemuda agar bisa menjadi wirausaha.

Baca Juga :  Gubernur Jatim: Tahapan Pilkada Harus Sesuai Protokol Kesehatan

”Post pandemic adalah era baru yang kita kenal dengan era digitalisasi. Era ini memiliki potensi pasar yang besar. Para pemuda sebagai pemimpin masa depan perlu menyiapkan diri dan banyak belajar dari situasi Covid-19. Ini adalah kesempatan emas,” kata Menko Airlangga.

Para pemuda diharapkan dapat memanfaatkan peluang karena seluruh kegiatan program pembangunan, program kewirausahaan di-reset kembali. Masa depan adalah era new normal dan salah satu yang menjadi andalan utama adalah digitalisasi.

Airlangga menegaskan, pemuda harus secara aktif melakukan self learning atau belajar terus-menerus agar bisa mampu menyesuaikan dengan situasi baru, pekerjaan baru, dan perkembangan teknologi yang baru. Dengan begitu, aktivitas ekonomi akan produktif dan para pemuda akan menjadi tulang punggung di era perekonomian baru. (ekon/go.id/luq/par)

- Advertisement -

JAKARTA – Pemerintah konsisten bekerja sama dengan seluruh pihak baik dalam menangani pandemi Covid-19. Dengan begitu, kasus aktif nasional pada 4 Oktober 2021 turun ke 31.054 kasus. Angka ini jauh lebih rendah dibanding saat tertinggi Juli 2021 yang mencapai 570.000 kasus.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, keberhasilan ini membuktikan penanganan Covid-19 melalui mekanisme PPKM dari hulu ke hilir menjadi kunci dari penurunan kasus. Juga, melalui isolasi terpusat beserta persiapan rumah sakit dan vaksinasi.

Penurunan kasus melalui penerapan PPKM ini membuka peluang pemulihan ekonomi nasional untuk kembali bergerak. Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan tidak boleh abai serta pelaksanaan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) harus terus diintensifkan.


”Tindakan 3T (testing, tracing, dan treatment) juga terus dilakukan karena ini dapat melacak secara epidemologi siapa yang terdampak ataupun terkena Covid-19 dan siapa kontak eratnya. Ini perlu terus dilacak agar kita dapat memotong sebaran Covid-19,” tutur Menko Airlangga dalam Webinar Kader Bangsa Fellowship Program, Selasa (5/10).

Baca Juga :  Indonesia Perkuat Kerja Sama Bilateral dengan Republik Ceko

Menko Airlangga mengatakan, pertumbuhan ekonomi akan sangat bergantung pada pengendalian pandemi, respons kebijakan yang tepat, termasuk Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter, untuk memastikan proses pemulihan yang lebih kuat. Penciptaan lapangan kerja juga terus didorong pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan menyangga terkait dengan mereka yang terdampak oleh PHK.

”Semua negara berupaya mengendalikan pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Kita bersyukur di tahun kuartal kedua 2021 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 7,07 persen (YoY). Ini membuktikan kita bisa keluar dari resesi dan diperkirakan di akhir tahun kita bisa tumbuh antara 3,7 sampai 4,5 persen,” ujar Menko Airlangga.

Airlangga meminta agar para pemuda terus berperan aktif di tengah masyarakat. Turut ikut serta dalam berbagai kegiatan termasuk kegiatan vaksinasi dan kegiatan pemulihan ekonomi melalui UMKM. Pemerintah juga telah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat yang bisa dimanfaatkan oleh para pemuda agar bisa menjadi wirausaha.

Baca Juga :  Wujudkan Best Customer Experience, PT Telkom Regional 5 Resmikan PTD

”Post pandemic adalah era baru yang kita kenal dengan era digitalisasi. Era ini memiliki potensi pasar yang besar. Para pemuda sebagai pemimpin masa depan perlu menyiapkan diri dan banyak belajar dari situasi Covid-19. Ini adalah kesempatan emas,” kata Menko Airlangga.

Para pemuda diharapkan dapat memanfaatkan peluang karena seluruh kegiatan program pembangunan, program kewirausahaan di-reset kembali. Masa depan adalah era new normal dan salah satu yang menjadi andalan utama adalah digitalisasi.

Airlangga menegaskan, pemuda harus secara aktif melakukan self learning atau belajar terus-menerus agar bisa mampu menyesuaikan dengan situasi baru, pekerjaan baru, dan perkembangan teknologi yang baru. Dengan begitu, aktivitas ekonomi akan produktif dan para pemuda akan menjadi tulang punggung di era perekonomian baru. (ekon/go.id/luq/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/