alexametrics
30.2 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Redam Kecemasan Masyarakat Terhadap Virus Korona

MASALAH virus korona berdampak pada sektor lain. Respons masyarakat kian menjadi-jadi. Lebih-lebih setelah warga Indonesia ada yang dinyatakan positif.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bangkalan menggelar rapat koordinasi Gerakan Bangkalan Sehat Jumat (6/3). Jajaran Kapolsek dan kepala puskesmas juga berkumpul. Pertemuan ini untuk meredam kecemasan masyarakat yang berlebihan.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, respons masyarakat terhadap wabah virus korona berdampak dan mengganggu beberapa sektor. Misal, sirkulasi perdagangan serta persoalan-persoalan lain. ”Ada 135 pintu masuk di wilayah perbatasan se-Indonesia. Untungnya, Bangkalan tidak termasuk wilayah perbatasan,” katanya.

Tetapi, sambung Latif, banyak warga Bangkalan yang bekerja di luar negeri. Karena itu, kedatangan mereka harus terus dipantau. ”Ini menjadi tugas aparat desa di bawah dan tanggung jawab para camat,” ingatnya.

Baca Juga :  Ra Latif Perjuangkan Pembangunan Terminal dan Pelabuhan

Menurut bupati, kepanikan dan kecemasan masyarakat salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan. Karena itu, dinas kesehatan (dinkes) harus bisa komunikasi yang baik dengan masyarakat.

”Saya minta diskominfo bersama bagian humas protokol bekerja sama dengan media massa untuk menyajkan pemberitaan-pemberitaan yang mampu mengedukasi masyarakat,” pintanya.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo menambahkan, rapat koordinasi tersebut merupakan bentuk antisipasi pemerintah dalam menangani virus korona. Apalagi, warga Bangkalan banyak bekerja di luar negeri. Terutama, di Malaysia. ”Kalau ada warga Bangkalan datang dari luar negeri, segera lapor puskesmas,” pesannya.

Dijelaskan, orang yang baru datang dari luar negeri akan dipantau secara khusus selama 14 hari oleh petugas surveilans. Karena itu, peran serta semua pihak sangat penting. Dia juga minta untuk menghentikan pemberian informasi hoaks agar masyarakat tidak semakin panik.

Baca Juga :  Antusiasme Masyarakat Dukung Uji Klinis Vaksin COVID-19

”Sampai sekarang Jawa Timur belum ada yang terinfeksi virus korona. Apalagi Bangkalan, tidak ada,” tegasnya. 

MASALAH virus korona berdampak pada sektor lain. Respons masyarakat kian menjadi-jadi. Lebih-lebih setelah warga Indonesia ada yang dinyatakan positif.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bangkalan menggelar rapat koordinasi Gerakan Bangkalan Sehat Jumat (6/3). Jajaran Kapolsek dan kepala puskesmas juga berkumpul. Pertemuan ini untuk meredam kecemasan masyarakat yang berlebihan.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, respons masyarakat terhadap wabah virus korona berdampak dan mengganggu beberapa sektor. Misal, sirkulasi perdagangan serta persoalan-persoalan lain. ”Ada 135 pintu masuk di wilayah perbatasan se-Indonesia. Untungnya, Bangkalan tidak termasuk wilayah perbatasan,” katanya.


Tetapi, sambung Latif, banyak warga Bangkalan yang bekerja di luar negeri. Karena itu, kedatangan mereka harus terus dipantau. ”Ini menjadi tugas aparat desa di bawah dan tanggung jawab para camat,” ingatnya.

Baca Juga :  SMK Hambar tanpa Praktik

Menurut bupati, kepanikan dan kecemasan masyarakat salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan. Karena itu, dinas kesehatan (dinkes) harus bisa komunikasi yang baik dengan masyarakat.

”Saya minta diskominfo bersama bagian humas protokol bekerja sama dengan media massa untuk menyajkan pemberitaan-pemberitaan yang mampu mengedukasi masyarakat,” pintanya.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo menambahkan, rapat koordinasi tersebut merupakan bentuk antisipasi pemerintah dalam menangani virus korona. Apalagi, warga Bangkalan banyak bekerja di luar negeri. Terutama, di Malaysia. ”Kalau ada warga Bangkalan datang dari luar negeri, segera lapor puskesmas,” pesannya.

Dijelaskan, orang yang baru datang dari luar negeri akan dipantau secara khusus selama 14 hari oleh petugas surveilans. Karena itu, peran serta semua pihak sangat penting. Dia juga minta untuk menghentikan pemberian informasi hoaks agar masyarakat tidak semakin panik.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi PT WUS, Aktivis Surati Kejati Jatim

”Sampai sekarang Jawa Timur belum ada yang terinfeksi virus korona. Apalagi Bangkalan, tidak ada,” tegasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/