alexametrics
27.1 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Bupati Busyro Ajak Masyarakat Taat Bayar Pajak

SUMENEP – Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Sumenep intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat wajib pajak. Seperti ditunjukkan saat menemui Bupati Sumenep A. Busyro Karim Selasa (6/3). Selain menunjukkan cara mengisi surat pemberitahuan tahunan (SPT), pihak KP2KP memaparkan bahwa membayar pajak saat ini sudah sangat mudah, cepat, dan aman.

Kepala KP2KP Sumenep Hario Widodo Poncoseno mengatakan, pihaknya secara rutin menjemput bola ke bawah. Selain sebagai wajib pajak, bupati merupakan orang nomor satu di Kota Keris. Pihaknya senang karena ternyata Busyro sangat merespons baik dan taat membayar pajak.

”Beliau ternyata sangat respons terhadap kewajiban pajak ini. Bahkan beliau mengisi sendiri SPT-nya,” tuturnya.

Baca Juga :  Menko Airlangga Ajak Ulama Sukseskan Prokes Lebaran Idul Adha

Dia menjelaskan bahwa saat ini pembayaran pajak sudah dilakukan secara online. Dengan demikian, para wajib pajak bisa mengisi SPT di mana saja asal ada jaringan internet. ”Sekarang bayar pajak tidak lagi menggunakan kertas, tapi e-filing. Setoran pajak sudah juga pakai e-billing,” tegasnya.

Pertemuan KP2KP dengan bupati Sumenep terlihat sangat akrab. Canda tawa sesekali tampak di antara mereka. Bahkan, sebelum berpamitan, mereka berswafoto. ”Saya dengan teman-teman terbantu dengan sikap demikian (sikap ramah dan responsif bupati, Red),” tambahnya.

Sementara itu, Busyro mengajak seluruh elemen masyarakat untuk taat bayar pajak. Sebab, membayar pajak merupakan kewajiban yang diatur dalam undang-undang. Di samping itu, pajak merupakan salah satu ruh negara.

Baca Juga :  Si Bungsu Lihat Foto Ayah di Buku Pelajaran SD

”Negara ini ruh hidupnya di antaranya dari pajak. Kalau pajak ini ditilap di mana-mana, akan sakit negara ini. Saya mengimbau semuanya bayar,” ujar Busyro.

Mantan ketua DPRD Sumenep itu juga meminta para wajib pajak tidak melakukan penggelapan pajak. ”Terutama, para pengusaha besar. Kita harus berusaha untuk tidak menggelapkan pajak, apa pun bentuknya. Karena penggelapan pajak itu akan merugikan negara,” tukasnya.

 

 

SUMENEP – Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Sumenep intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat wajib pajak. Seperti ditunjukkan saat menemui Bupati Sumenep A. Busyro Karim Selasa (6/3). Selain menunjukkan cara mengisi surat pemberitahuan tahunan (SPT), pihak KP2KP memaparkan bahwa membayar pajak saat ini sudah sangat mudah, cepat, dan aman.

Kepala KP2KP Sumenep Hario Widodo Poncoseno mengatakan, pihaknya secara rutin menjemput bola ke bawah. Selain sebagai wajib pajak, bupati merupakan orang nomor satu di Kota Keris. Pihaknya senang karena ternyata Busyro sangat merespons baik dan taat membayar pajak.

”Beliau ternyata sangat respons terhadap kewajiban pajak ini. Bahkan beliau mengisi sendiri SPT-nya,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Tekankan Penerima BLT Desa Tepat Sasaran

Dia menjelaskan bahwa saat ini pembayaran pajak sudah dilakukan secara online. Dengan demikian, para wajib pajak bisa mengisi SPT di mana saja asal ada jaringan internet. ”Sekarang bayar pajak tidak lagi menggunakan kertas, tapi e-filing. Setoran pajak sudah juga pakai e-billing,” tegasnya.

Pertemuan KP2KP dengan bupati Sumenep terlihat sangat akrab. Canda tawa sesekali tampak di antara mereka. Bahkan, sebelum berpamitan, mereka berswafoto. ”Saya dengan teman-teman terbantu dengan sikap demikian (sikap ramah dan responsif bupati, Red),” tambahnya.

Sementara itu, Busyro mengajak seluruh elemen masyarakat untuk taat bayar pajak. Sebab, membayar pajak merupakan kewajiban yang diatur dalam undang-undang. Di samping itu, pajak merupakan salah satu ruh negara.

Baca Juga :  Pantau Pilkades Serentak, Bupati Apresiasi Warga Yang Datang Ke TPS

”Negara ini ruh hidupnya di antaranya dari pajak. Kalau pajak ini ditilap di mana-mana, akan sakit negara ini. Saya mengimbau semuanya bayar,” ujar Busyro.

Mantan ketua DPRD Sumenep itu juga meminta para wajib pajak tidak melakukan penggelapan pajak. ”Terutama, para pengusaha besar. Kita harus berusaha untuk tidak menggelapkan pajak, apa pun bentuknya. Karena penggelapan pajak itu akan merugikan negara,” tukasnya.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/