alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah

PAMEKASAN – Secara serentak hujan deras disertai angin kencang melanda empat kabupaten di Madura pada Minggu (5/1). Akibatnya, puluhan rumah dan sarana-prasarana (sarpras) puskesmas rusak. Puluhan pohon dan tiang listrik juga roboh.

Di Pamekasan, rumah yang rusak yakni milik Nurfa’i, warga Dusun Taman Dua, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Parahnya lagi, anak keduanya yang masih berumur 13 bulan hampir tertimpa reruntuhan genting yang diterjang angin sore itu.

”Kejadiannya sekitar pukul lima sore, listrik padam, kemudian tiupan angin terdengar menyapu atap. Genting rumah ada yang jatuh hampir mengenai anak saya. Setelah itu, saya keluar rumah dan asbes depan sudah habis,” ungkap dia saat ditemui di rumahnya kemarin (6/1).

Laporan yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, ada sekitar delapan kecamatan terdampak bencana akibat hujan lebat dan angin kencang tersebut. Namun, sejauh ini masih empat kecamatan yang dipastikan terdampak.

Laporan yang masuk mulai dari Kecamatan Tlanakan, Pademawu, Pamekasan, Palengaan, Pegantenan, Waru, Pakong, dan Pasean. Ada sejumlah orang terdampak reruntuhan rumah di Kecamatan Palengaan dan dilarikan ke rumah sakit.

BPBD Pamekasan juga mendata sejumlah rumah di kecamatan lain. Yakni, ada 17 rumah terdampak di Kecamatan Pademawu dan 10 rumah di Kecamatan Palengaan. Total berdasar data sementara, ada sekitar 50 rumah rusak.

Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan Akmalul Firdaus menyampaikan bahwa Januari ini musim penghujan belum memasuki puncak. Masyarakat harus tetap waspada dalam cuaca yang terbilang cukup ekstrem ini hingga puncak hujan pada Februari.

Baca Juga :  Tetap Waspada, Cuaca Ekstrem Belum Berlalu

”Kejadian angin kencang ini jadi warning bagi kita agar kita terus waspada dalam kondisi cuaca yang ekstrem ini. Kami sudah membentuk posko terpadu dalam penanganan ini,” jelasnya.

Di Sumenep, hujan disertai angin kencang menghantam sejumlah rumah hingga rusak. Salah satunya di Desa Prancak dan Campaka, Kecamatan Pasongsongan. Bahkan, satu bangunan yang roboh memakan korban luka hingga patah tulang.

Subairi, 46, warga setempat, menuturkan, bangunan roboh yang menimpa seorang warga berupa musala. Saat roboh sekitar pukul 17.00, di dalam bangunan tersebut terdapat 10 orang yang terdiri atas anak-anak, remaja, dan dewasa. Musala milik Muhlis itu biasa digunakan untuk pengajian.

”Nunggu azan Maghrib. Tiba-tiba temboknya roboh. Semua lari ke luar untuk menyelamatkan diri. Satu orang tertimpa reruntuhan,” ungkapnya kemarin (6/1).

Korban mengalami patah tulang di kaki bagian kanan. Kemudian, luka ringan di bagian bibir dan pelipis kiri. Riyanto, 15, remaja yang masih duduk di bangku kelas IX MTs itu harus dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapat perawatan medis.

”Sementara itu, pengajian dipindah ke rumah warga. Alhamdulillah, koran sudah dibawa pulang ke rumahnya,” ujar Subairi saat ditemui di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Hujan Sebentar, Perkotaan Tergenang

Kepala Desa Prancak Subhan memaparkan, hujan deras dan angin kencang merusak enam bangunan. Perinciannya, lima rumah dan satu musala. Kerusakan terparah yakni musala yang menimpa Riyanto. Sedangkan bangunan lainnya rusak ringan.

Menurut dia, musibah yang terjadi di desanya merupakan yang pertama. ”Baru tahun ini dan sampai ada korban. Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” harapnya.

Sementara di Sampang, hujan deras dan angin kencang terjadi hingga Minggu malam (5/1). Akibatnya, sejumlah pohon tumbang dan bangunan rusak. Bahkan, sarpras di Puskesmas Banyuanyar juga rusak.

Kepala BPBD Sampang Mohammad Anang Joenaidi mengatakan, hujan disertai angin kencang terjadi pukul 14.00. Secara bersamaan, pohon tumbang di sejumlah titik berbeda. beberapa di antaranya mengenai rumah warga.

Pasca kejadian tesebut, pihaknya melakukan evakuasi. Terutama, pohon tumbang yang mengganggu jalan utama. Pihaknya dibantu Polres dan Kodim 0828/Sampang dalam melakukan evakuasi. ”Di taman kota juga ada pohon roboh, tapi sudah ditangani sendiri oleh DLH,” katanya.

Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi mengutarakan, dampak hujan deras yang disertai angin kencang tersebut juga menimpa sejumlah ruangan di Puskesmas Banyuanyar. Kendati begitu, pihaknya memastikan bahwa pelayanan masih berjalan.

Agus berupaya secepatnya memperbaiki fasilitas yang rusak. Dengan begitu, aktivitas di puskesmas diharapkan kembali normal. ”Ini kan di luar rencana. Secepatnya kami proses,” janjinya. (ky/bil)

PAMEKASAN – Secara serentak hujan deras disertai angin kencang melanda empat kabupaten di Madura pada Minggu (5/1). Akibatnya, puluhan rumah dan sarana-prasarana (sarpras) puskesmas rusak. Puluhan pohon dan tiang listrik juga roboh.

Di Pamekasan, rumah yang rusak yakni milik Nurfa’i, warga Dusun Taman Dua, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Parahnya lagi, anak keduanya yang masih berumur 13 bulan hampir tertimpa reruntuhan genting yang diterjang angin sore itu.

”Kejadiannya sekitar pukul lima sore, listrik padam, kemudian tiupan angin terdengar menyapu atap. Genting rumah ada yang jatuh hampir mengenai anak saya. Setelah itu, saya keluar rumah dan asbes depan sudah habis,” ungkap dia saat ditemui di rumahnya kemarin (6/1).


Laporan yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, ada sekitar delapan kecamatan terdampak bencana akibat hujan lebat dan angin kencang tersebut. Namun, sejauh ini masih empat kecamatan yang dipastikan terdampak.

Laporan yang masuk mulai dari Kecamatan Tlanakan, Pademawu, Pamekasan, Palengaan, Pegantenan, Waru, Pakong, dan Pasean. Ada sejumlah orang terdampak reruntuhan rumah di Kecamatan Palengaan dan dilarikan ke rumah sakit.

BPBD Pamekasan juga mendata sejumlah rumah di kecamatan lain. Yakni, ada 17 rumah terdampak di Kecamatan Pademawu dan 10 rumah di Kecamatan Palengaan. Total berdasar data sementara, ada sekitar 50 rumah rusak.

Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan Akmalul Firdaus menyampaikan bahwa Januari ini musim penghujan belum memasuki puncak. Masyarakat harus tetap waspada dalam cuaca yang terbilang cukup ekstrem ini hingga puncak hujan pada Februari.

Baca Juga :  BPBD Hentikan Distribusi Air Bersih

”Kejadian angin kencang ini jadi warning bagi kita agar kita terus waspada dalam kondisi cuaca yang ekstrem ini. Kami sudah membentuk posko terpadu dalam penanganan ini,” jelasnya.

Di Sumenep, hujan disertai angin kencang menghantam sejumlah rumah hingga rusak. Salah satunya di Desa Prancak dan Campaka, Kecamatan Pasongsongan. Bahkan, satu bangunan yang roboh memakan korban luka hingga patah tulang.

Subairi, 46, warga setempat, menuturkan, bangunan roboh yang menimpa seorang warga berupa musala. Saat roboh sekitar pukul 17.00, di dalam bangunan tersebut terdapat 10 orang yang terdiri atas anak-anak, remaja, dan dewasa. Musala milik Muhlis itu biasa digunakan untuk pengajian.

”Nunggu azan Maghrib. Tiba-tiba temboknya roboh. Semua lari ke luar untuk menyelamatkan diri. Satu orang tertimpa reruntuhan,” ungkapnya kemarin (6/1).

Korban mengalami patah tulang di kaki bagian kanan. Kemudian, luka ringan di bagian bibir dan pelipis kiri. Riyanto, 15, remaja yang masih duduk di bangku kelas IX MTs itu harus dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapat perawatan medis.

”Sementara itu, pengajian dipindah ke rumah warga. Alhamdulillah, koran sudah dibawa pulang ke rumahnya,” ujar Subairi saat ditemui di lokasi kejadian.

Baca Juga :  82 Desa Terdampak Bencana Kekeringan

Kepala Desa Prancak Subhan memaparkan, hujan deras dan angin kencang merusak enam bangunan. Perinciannya, lima rumah dan satu musala. Kerusakan terparah yakni musala yang menimpa Riyanto. Sedangkan bangunan lainnya rusak ringan.

Menurut dia, musibah yang terjadi di desanya merupakan yang pertama. ”Baru tahun ini dan sampai ada korban. Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” harapnya.

Sementara di Sampang, hujan deras dan angin kencang terjadi hingga Minggu malam (5/1). Akibatnya, sejumlah pohon tumbang dan bangunan rusak. Bahkan, sarpras di Puskesmas Banyuanyar juga rusak.

Kepala BPBD Sampang Mohammad Anang Joenaidi mengatakan, hujan disertai angin kencang terjadi pukul 14.00. Secara bersamaan, pohon tumbang di sejumlah titik berbeda. beberapa di antaranya mengenai rumah warga.

Pasca kejadian tesebut, pihaknya melakukan evakuasi. Terutama, pohon tumbang yang mengganggu jalan utama. Pihaknya dibantu Polres dan Kodim 0828/Sampang dalam melakukan evakuasi. ”Di taman kota juga ada pohon roboh, tapi sudah ditangani sendiri oleh DLH,” katanya.

Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi mengutarakan, dampak hujan deras yang disertai angin kencang tersebut juga menimpa sejumlah ruangan di Puskesmas Banyuanyar. Kendati begitu, pihaknya memastikan bahwa pelayanan masih berjalan.

Agus berupaya secepatnya memperbaiki fasilitas yang rusak. Dengan begitu, aktivitas di puskesmas diharapkan kembali normal. ”Ini kan di luar rencana. Secepatnya kami proses,” janjinya. (ky/bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/