alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Pemeliharaan Suramadu Tembus Rp 72 Miliar

SURABAYA – Pembangunan Jembatan Suramadu menelan dana triliunan rupiah. Tahun ini pemerintah pusat menggelontorkan puluhan miliar untuk pemeliharaan. Namun, dana itu belum terealisasi lantaran masih proses lelang. Dengan demikian, jembatan penghubung Pulau Jawa dengan Pulau Madura itu tidak terawat.

Jalur roda dua kembali ditumbuhi rumput. Kamudian di jalur sepeda motor dan jalur roda empat banyak ditemukan sampah. Namun, tidak kunjung dilakukan pembersihan.

Sementara malam hari terlihat jelas lampu lighting atau lampu warna-warni Jembatan Suramadu tetap padam. Beberapa penerangan jalan umum (PJU) juga padam. Namun, lagi-lagi belum dilakukan perbaikan.

Kemudian, tidak ada petugas penjaga di gerbang masuk jembatan sisi Madura dan Surabaya. Akibatnya, jika hujan turun disertai angin kencang, pengendara sepeda motor tetap masuk dan berpotensi kecelakaan. Selain itu, aspal di beberapa bagian jalur sepeda motor mengelupas.

Baca Juga :  Gubernur Minta Sekolah Bentuk Tim Satgas Covid-19

Sejak beroperasi sampai digratiskan akhir 2018, pendapatan dari jembatan ini mencapai Rp 1,88 triliun. Sementara utang luar negeri pembangunan Jembatan Suramadu Rp 1 triliun. Pada 27 Oktober 2018, Presiden Joko Widodo menggratiskan semua kendaraan yang melintas di Suramadu.

Biaya pemeliharaan dan structural health monitoring system (SHMS) tidak sedikit. Tahun ini Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Surabaya menggelontorkan Rp 54.506.144.000. Perinciannya, pemeliharaan struktur Rp 49.278.882.000, pemeliharaan SHMS Rp 2.906.932.000, dan biaya inspeksi detail Rp 2.320.330.000. Pemeliharaan selama 2012–2019 mencapai Rp 72.599.676.788.

Kabid Preservasi dan Peralatan I BBPJN VIII Surabaya Sodeli mengungkapkan, anggaran pemeliharaan tahun ini lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya. Sebab, pada periode 2012–2018, anggaran pemeliharaan Jembatan Suramadu berada di dua instansi. Yakni, Jasa Marga dan BBPJN VIII Surabaya.

Baca Juga :  Suramadu Nol Tarif, Pelabuhan Kamal Makin Sepi

”Pada 2012 sampai 2018, Jasa Marga yang hendel pemeliharaannya. Kita mengganggarkan untuk bangunan struktur jembatan bagian bawah,” terangnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, saat ini ada program kegiatan yang sudah dalam proses lelang. ”Sekarang kan gratis, Jasa Marga gak hendel lagi. Pemeliharaannya di kami semua,” ucapnya.

SURABAYA – Pembangunan Jembatan Suramadu menelan dana triliunan rupiah. Tahun ini pemerintah pusat menggelontorkan puluhan miliar untuk pemeliharaan. Namun, dana itu belum terealisasi lantaran masih proses lelang. Dengan demikian, jembatan penghubung Pulau Jawa dengan Pulau Madura itu tidak terawat.

Jalur roda dua kembali ditumbuhi rumput. Kamudian di jalur sepeda motor dan jalur roda empat banyak ditemukan sampah. Namun, tidak kunjung dilakukan pembersihan.

Sementara malam hari terlihat jelas lampu lighting atau lampu warna-warni Jembatan Suramadu tetap padam. Beberapa penerangan jalan umum (PJU) juga padam. Namun, lagi-lagi belum dilakukan perbaikan.

Kemudian, tidak ada petugas penjaga di gerbang masuk jembatan sisi Madura dan Surabaya. Akibatnya, jika hujan turun disertai angin kencang, pengendara sepeda motor tetap masuk dan berpotensi kecelakaan. Selain itu, aspal di beberapa bagian jalur sepeda motor mengelupas.

Baca Juga :  PDAM Abaikan Laporan Warga

Sejak beroperasi sampai digratiskan akhir 2018, pendapatan dari jembatan ini mencapai Rp 1,88 triliun. Sementara utang luar negeri pembangunan Jembatan Suramadu Rp 1 triliun. Pada 27 Oktober 2018, Presiden Joko Widodo menggratiskan semua kendaraan yang melintas di Suramadu.

Biaya pemeliharaan dan structural health monitoring system (SHMS) tidak sedikit. Tahun ini Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Surabaya menggelontorkan Rp 54.506.144.000. Perinciannya, pemeliharaan struktur Rp 49.278.882.000, pemeliharaan SHMS Rp 2.906.932.000, dan biaya inspeksi detail Rp 2.320.330.000. Pemeliharaan selama 2012–2019 mencapai Rp 72.599.676.788.

Kabid Preservasi dan Peralatan I BBPJN VIII Surabaya Sodeli mengungkapkan, anggaran pemeliharaan tahun ini lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya. Sebab, pada periode 2012–2018, anggaran pemeliharaan Jembatan Suramadu berada di dua instansi. Yakni, Jasa Marga dan BBPJN VIII Surabaya.

Baca Juga :  Gubernur Minta Sekolah Bentuk Tim Satgas Covid-19

”Pada 2012 sampai 2018, Jasa Marga yang hendel pemeliharaannya. Kita mengganggarkan untuk bangunan struktur jembatan bagian bawah,” terangnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, saat ini ada program kegiatan yang sudah dalam proses lelang. ”Sekarang kan gratis, Jasa Marga gak hendel lagi. Pemeliharaannya di kami semua,” ucapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/