alexametrics
28.2 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Pendistribusian Pupuk Harus Tepat Sasaran

    PAMEKASAN – Pendistribusian pupuk bersubsidi sudah direalisasikan sejak Januari lalu.  Hal itu mendapat perhatian dari Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Iskandar. Dia mengingatkan agar pupuk itu didistribusikan sesuai aturan.

Menurut dia, pihak terkait tidak main-main. Kasus yang terjadi tahun lalu tidak boleh terulang. ”Tahun lalu ada informasi pupuk tidak tepat sasaran, tidak tepat jumlah dan harga. Ini jangan sampai terjadi lagi,” katanya.

Hingga Januari, serapan pupuk bersubsidi mencapai sekitar 3.929 ton. Perinciannya, untuk pupuk ZA sekitar  1,296 ton, SP36  699 ton, ponska 620 ton, dan  urea 1.314 ton. Sementara untuk pupuk NPK tidak sama sekali.

”Saya berharap pendistribusian pupuk mulai dari distributor, kios hingga ke petani benar-benar diawasi,” terangnya kemarin (5/2).

Baca Juga :  UMM Kembangkan RS Darurat Penanganan Covid-19

Untuk saat ini yang paling banyak diserap adalah pupuk urea dan ZA. Sebab warga banyak menanam padi dan jagung. Pada April hingga Juni diprediksi beralih ke tembakau. Dengan demikian, pupuk yang dibutuhkan adalah SP36 dan ZA.

Meskipun pada musim hujan pupuk SP36 dan ZA tidak terserap tetap harus disimpan. Dengan demikian, saat musim kemarau tidak tidak terjadi kelangkaan. Sebab, pada musim kemaru dua jenis pupuk itu sangat dibutuhkan.

Demi menghindari penyalahgunaan distribusi pupuk, pihaknya juga akan maksimal melakukan pengawasan. Pihaknya khawatir pupuk itu didistribusikan ke luar Madura. Pemkab juga diminta untuk intens melakukan pengawasan.

Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Muhammad Alwi mengaku telah berkoordinasi dengan distributor pupuk. Intinya, pemkab telah mewanti-wanti agar pendistribusian pupuk harus tepat sasaran.

Baca Juga :  Pengenalan Lingkungan Madrasah Dimulai Besok

”Diharapkan dapat diterima kelompok tani. Yakni tepat jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu, dan harga,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengaku, setiap sepekan memonitor distribusi pupuk. Dengan demikian, setiap penyimpangan akan cepat diketahui. Kemudian, KP3 akan menindaklanjuti.

”Data penyerapan kami minta, terus kami olah. Hasil analisis kami laporkan ke KP3 dan Satgas Pangan Polres Pamekasan,” jelasnya.

 

    PAMEKASAN – Pendistribusian pupuk bersubsidi sudah direalisasikan sejak Januari lalu.  Hal itu mendapat perhatian dari Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Iskandar. Dia mengingatkan agar pupuk itu didistribusikan sesuai aturan.

Menurut dia, pihak terkait tidak main-main. Kasus yang terjadi tahun lalu tidak boleh terulang. ”Tahun lalu ada informasi pupuk tidak tepat sasaran, tidak tepat jumlah dan harga. Ini jangan sampai terjadi lagi,” katanya.

Hingga Januari, serapan pupuk bersubsidi mencapai sekitar 3.929 ton. Perinciannya, untuk pupuk ZA sekitar  1,296 ton, SP36  699 ton, ponska 620 ton, dan  urea 1.314 ton. Sementara untuk pupuk NPK tidak sama sekali.


”Saya berharap pendistribusian pupuk mulai dari distributor, kios hingga ke petani benar-benar diawasi,” terangnya kemarin (5/2).

Baca Juga :  Polres Pelototi Proyek Rp 20,6 Miliar

Untuk saat ini yang paling banyak diserap adalah pupuk urea dan ZA. Sebab warga banyak menanam padi dan jagung. Pada April hingga Juni diprediksi beralih ke tembakau. Dengan demikian, pupuk yang dibutuhkan adalah SP36 dan ZA.

Meskipun pada musim hujan pupuk SP36 dan ZA tidak terserap tetap harus disimpan. Dengan demikian, saat musim kemarau tidak tidak terjadi kelangkaan. Sebab, pada musim kemaru dua jenis pupuk itu sangat dibutuhkan.

Demi menghindari penyalahgunaan distribusi pupuk, pihaknya juga akan maksimal melakukan pengawasan. Pihaknya khawatir pupuk itu didistribusikan ke luar Madura. Pemkab juga diminta untuk intens melakukan pengawasan.

Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Muhammad Alwi mengaku telah berkoordinasi dengan distributor pupuk. Intinya, pemkab telah mewanti-wanti agar pendistribusian pupuk harus tepat sasaran.

Baca Juga :  Beredar Tautan Subsidi Listrik, PLN: Laporkan kepada Pihak Berwenang

”Diharapkan dapat diterima kelompok tani. Yakni tepat jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu, dan harga,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengaku, setiap sepekan memonitor distribusi pupuk. Dengan demikian, setiap penyimpangan akan cepat diketahui. Kemudian, KP3 akan menindaklanjuti.

”Data penyerapan kami minta, terus kami olah. Hasil analisis kami laporkan ke KP3 dan Satgas Pangan Polres Pamekasan,” jelasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/