alexametrics
25.1 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Menko Airlangga Dorong KUR untuk Sektor Pertanian dan Perikanan

AMBON – Saat berkunjung ke Ambon pada Senin (4/10), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tidak hanya meninjau penanganan Covid-19. Dia juga meninjau perkembangan pemulihan ekonomi di Kota Musik Dunia.

Di Ambon, Kemenko Bidang Perekonomian selaku sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM memang menyelenggarakan acara bertema Optimalisasi Penyaluran KUR untuk Meningkatkan Kesejahteraan UMKM dan Pemulihan Ekonomi.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan sinergisitas yang kuat antara pemerintah daerah dan lembaga penyalur KUR serta penjamin KUR. Sehingga, bisa mengakomodasi aspirasi masyarakat dan penyaluran KUR lebih optimal. Itu sebagai langkah strategis untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN).

”Harapan pemerintah, KUR dapat membantu UMKM dan menopang percepatan PEN. Termasuk membantu pengusaha UMKM di Kota Ambon untuk dapat bertahan di masa pandemi,” ujar Airlangga Hartarto.

Dalam acara tersebut juga diselenggarakan pameran yang dihadiri beberapa UMKM yang menjadi binaan penyalur KUR. Airlangga Hartarto berkeliling meninjau booth pameran dan berbincang dengan para pelaku UMKM. Produk yang dipamerkan antara lain berupa rempah-rempah, tekstil, pertanian hidroponik, makanan-minuman, dan kerajinan tangan.

Kegiatan tersebut menjadi aksi nyata pemerintah bersama stakeholder penyalur dan penjamin KUR dalam mengoptimalkan penyaluran KUR di Provinsi Maluku. Lembaga penyalur dan penjamin itu adalah Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, Askrindo, dan Jamkrindo. ”Semoga KUR dapat terus mendampingi UMKM mengembangkan usaha dalam memulihkan perekonomian daerah maupun nasional,” harap Airlangga Hartarto.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menuturkan, realisasi KUR pada masa pandemi (tahun 2020) sebesar Rp 198,53 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibanding pada masa pra Covid-19 atau tahun sebelumnya yang sebesar Rp 140,1 triliun.

Baca Juga :  Airlangga: Berbagai Negara Dukung Presidensi G20 Indonesia Tahun Depan

Pada masa pandemi Covid-19 dua tahun terakhir ini, pemerintah telah membuat berbagai program dan kebijakan KUR untuk memberikan pembiayaan bagi UMKM. Misalnya, pada 2021 memberikan tambahan subsidi bunga sebesar 3 persen. Dengan demikian, suku bunga menjadi hanya 3 persen sampai akhir 2021.

Pemerintah juga telah meningkatkan plafon KUR dari Rp 253 triliun menjadi Rp 285 triliun. Termasuk, menaikkan plafon KUR tanpa agunan tambahan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta serta mewajibkan peningkatan ketentuan porsi kredit UMKM menjadi paling sedikit sebesar 30 persen sampai Juni 2024.

Kinerja penyaluran KUR terus meningkat. Realisasi sampai 27 September 2021 telah mencapai Rp 200,26 triliun (70,27 persen dari target 2021 sebesar Rp 285 triliun). Dana ratusan triliun itu diberikan kepada 5,39 juta debitur. Sehingga, total outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp 321 triliun dengan NPL tetap terjaga di kisaran 1,14 persen.

Penyaluran KUR di Provinsi Maluku sejak Januari sampai 27 September 2021 telah mencapai Rp 768,51 miliar dan diberikan kepada 26.660 debitur. Porsi penyaluran KUR di Maluku selama 2021 paling besar di sektor perdagangan (55,66 persen, jasa-jasa (19,25 persen), serta pertanian, perburuan dan kehutanan (12,72 persen). Sektor pertanian dan perikanan merupakan salah satu sektor pendukung ekonomi di Maluku. Itu dibuktikan dengan realisasi KUR sebesar Rp 97,78 miliar (12,72 persen) dan 56,48 miliar (7,35 persen).

Sementara itu, penyaluran KUR di Kota Ambon sejak Januari sampai 1 Oktober 2021 mencapai Rp 131,6 miliar dan diberikan kepada 4.081 debitur. Porsi penyaluran KUR di Kota Ambon selama 2021 paling besar di sektor perdagangan (54,26 persen), jasa-jasa (36,72 persen), serta pertanian, perburuan, dan kehutanan (3,43 persen).

Baca Juga :  Ketua Umum Partai Demokrat AHY Puji Kinerja Airlangga Hartarto

Komposisi penyaluran KUR pada sektor pertanian dan perikanan di Ambon tercatat masing-masing sebesar Rp 4,51 miliar (3,43 persen) dan Rp 2,88 miliar (2,18 persen). ”Hal ini menandakan masih terbukanya peluang penyaluran KUR pada kedua sektor tersebut,” imbuh Iskandar.

Saat berkunjung ke Kota Ambon, Airlangga Hartarto juga mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga). Dalam pertemuan tersebut, disampaikan perkembangan penanganan pandemi Covid-19 dan peran para toga dan tomas dalam menyukseskan penanganannya.

Salah satu yang dipilih dengan mendorong vaksinasi dan sosialisasi prokes kepada masyarakat. Selain itu, pertemuan tersebut membahas pemulihan ekonomi dan pembangunan di Provinsi Maluku.

”Pertumbuhan ekonomi di Maluku sudah membaik. Indikasinya, pada PDRB kuartal 2-2021 mencapai 4,53 persen dan berada dalam jalur positif. Kita akan terus mendorong agar ekonomi rakyat terus tumbuh. Program Kartu Prakerja di Maluku juga membaik. Indikasinya, jumlah penerimanya meningkat dua kali lipat dibanding 2020. Kami sudah memprioritaskan kawasan timur agar semakin banyak anak muda kita yang mendapatkan Kartu Prakerja,” pungkas Airlangga.

Selain Menteri Perindustrian, dua acara tersebut dihadiri gubernur Maluku, anggota DPR RI, sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Badan Usaha Milik Negara, Riset, dan Inovasi Kemenko Bidang Perekonomian, wali kota Ambon, serta perwakilan lembaga penyalur dan lembaga penjamin KUR (Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, PT Jamkrindo, dan PT Askrindo Cabang Kota Ambon). Termasuk perwakilan tomas dan toga Provinsi Maluku. (dep1/rep/fsr/par)

AMBON – Saat berkunjung ke Ambon pada Senin (4/10), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tidak hanya meninjau penanganan Covid-19. Dia juga meninjau perkembangan pemulihan ekonomi di Kota Musik Dunia.

Di Ambon, Kemenko Bidang Perekonomian selaku sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM memang menyelenggarakan acara bertema Optimalisasi Penyaluran KUR untuk Meningkatkan Kesejahteraan UMKM dan Pemulihan Ekonomi.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan sinergisitas yang kuat antara pemerintah daerah dan lembaga penyalur KUR serta penjamin KUR. Sehingga, bisa mengakomodasi aspirasi masyarakat dan penyaluran KUR lebih optimal. Itu sebagai langkah strategis untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN).


”Harapan pemerintah, KUR dapat membantu UMKM dan menopang percepatan PEN. Termasuk membantu pengusaha UMKM di Kota Ambon untuk dapat bertahan di masa pandemi,” ujar Airlangga Hartarto.

Dalam acara tersebut juga diselenggarakan pameran yang dihadiri beberapa UMKM yang menjadi binaan penyalur KUR. Airlangga Hartarto berkeliling meninjau booth pameran dan berbincang dengan para pelaku UMKM. Produk yang dipamerkan antara lain berupa rempah-rempah, tekstil, pertanian hidroponik, makanan-minuman, dan kerajinan tangan.

Kegiatan tersebut menjadi aksi nyata pemerintah bersama stakeholder penyalur dan penjamin KUR dalam mengoptimalkan penyaluran KUR di Provinsi Maluku. Lembaga penyalur dan penjamin itu adalah Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, Askrindo, dan Jamkrindo. ”Semoga KUR dapat terus mendampingi UMKM mengembangkan usaha dalam memulihkan perekonomian daerah maupun nasional,” harap Airlangga Hartarto.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menuturkan, realisasi KUR pada masa pandemi (tahun 2020) sebesar Rp 198,53 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibanding pada masa pra Covid-19 atau tahun sebelumnya yang sebesar Rp 140,1 triliun.

Baca Juga :  Pemerintah Siap Wujudkan Indonesia sebagai Pusat Produsen Halal Dunia

Pada masa pandemi Covid-19 dua tahun terakhir ini, pemerintah telah membuat berbagai program dan kebijakan KUR untuk memberikan pembiayaan bagi UMKM. Misalnya, pada 2021 memberikan tambahan subsidi bunga sebesar 3 persen. Dengan demikian, suku bunga menjadi hanya 3 persen sampai akhir 2021.

Pemerintah juga telah meningkatkan plafon KUR dari Rp 253 triliun menjadi Rp 285 triliun. Termasuk, menaikkan plafon KUR tanpa agunan tambahan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta serta mewajibkan peningkatan ketentuan porsi kredit UMKM menjadi paling sedikit sebesar 30 persen sampai Juni 2024.

Kinerja penyaluran KUR terus meningkat. Realisasi sampai 27 September 2021 telah mencapai Rp 200,26 triliun (70,27 persen dari target 2021 sebesar Rp 285 triliun). Dana ratusan triliun itu diberikan kepada 5,39 juta debitur. Sehingga, total outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp 321 triliun dengan NPL tetap terjaga di kisaran 1,14 persen.

Penyaluran KUR di Provinsi Maluku sejak Januari sampai 27 September 2021 telah mencapai Rp 768,51 miliar dan diberikan kepada 26.660 debitur. Porsi penyaluran KUR di Maluku selama 2021 paling besar di sektor perdagangan (55,66 persen, jasa-jasa (19,25 persen), serta pertanian, perburuan dan kehutanan (12,72 persen). Sektor pertanian dan perikanan merupakan salah satu sektor pendukung ekonomi di Maluku. Itu dibuktikan dengan realisasi KUR sebesar Rp 97,78 miliar (12,72 persen) dan 56,48 miliar (7,35 persen).

Sementara itu, penyaluran KUR di Kota Ambon sejak Januari sampai 1 Oktober 2021 mencapai Rp 131,6 miliar dan diberikan kepada 4.081 debitur. Porsi penyaluran KUR di Kota Ambon selama 2021 paling besar di sektor perdagangan (54,26 persen), jasa-jasa (36,72 persen), serta pertanian, perburuan, dan kehutanan (3,43 persen).

Baca Juga :  Airlangga: Akselerasi Transformasi Digital untuk Dukung Sektor Ini

Komposisi penyaluran KUR pada sektor pertanian dan perikanan di Ambon tercatat masing-masing sebesar Rp 4,51 miliar (3,43 persen) dan Rp 2,88 miliar (2,18 persen). ”Hal ini menandakan masih terbukanya peluang penyaluran KUR pada kedua sektor tersebut,” imbuh Iskandar.

Saat berkunjung ke Kota Ambon, Airlangga Hartarto juga mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga). Dalam pertemuan tersebut, disampaikan perkembangan penanganan pandemi Covid-19 dan peran para toga dan tomas dalam menyukseskan penanganannya.

Salah satu yang dipilih dengan mendorong vaksinasi dan sosialisasi prokes kepada masyarakat. Selain itu, pertemuan tersebut membahas pemulihan ekonomi dan pembangunan di Provinsi Maluku.

”Pertumbuhan ekonomi di Maluku sudah membaik. Indikasinya, pada PDRB kuartal 2-2021 mencapai 4,53 persen dan berada dalam jalur positif. Kita akan terus mendorong agar ekonomi rakyat terus tumbuh. Program Kartu Prakerja di Maluku juga membaik. Indikasinya, jumlah penerimanya meningkat dua kali lipat dibanding 2020. Kami sudah memprioritaskan kawasan timur agar semakin banyak anak muda kita yang mendapatkan Kartu Prakerja,” pungkas Airlangga.

Selain Menteri Perindustrian, dua acara tersebut dihadiri gubernur Maluku, anggota DPR RI, sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Badan Usaha Milik Negara, Riset, dan Inovasi Kemenko Bidang Perekonomian, wali kota Ambon, serta perwakilan lembaga penyalur dan lembaga penjamin KUR (Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, PT Jamkrindo, dan PT Askrindo Cabang Kota Ambon). Termasuk perwakilan tomas dan toga Provinsi Maluku. (dep1/rep/fsr/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/