alexametrics
18.8 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Menko Airlangga Optimistis Papua Barat Jadi Zona Hijau Covid-19

PAPUA BARAT – Upaya keras pemerintah menangani pandemi Covid-19, baik di sektor hulu maupun hilir, berdampak signifikan. Indikasinya, kasus aktif Covid-19 melandai. Hal itu juga berkat dukungan seluruh komponen masyarakat.

Pada Juli lalu, kasus harian secara nasional memuncak hingga 56.757 kasus. Berkat kerja keras pemerintah dan dukungan seluruh masyarakat, kasus harian secara nasional pada 30 Agustus turun menjadi 5.436 kasus.

Isolasi terpusat (isoter) yang diinisiasi pemerintah dan telah beroperasi sejak 21 Agustus merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah menangani Covid-19 di sektor hilir.

Isoter terapung sebanyak lima kapal yang disiapkan pemerintah bagi pasien Covid-19 tanpa gejala atau dengan gejala ringan tersebut, disiagakan di Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Jayapura, dan Pelabuhan Sorong.

”Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkannya secara maksimal. Penanganan isoter terapung di KM Sirimau sudah baik. Saya berharap semua kota bisa mengikuti best practice di Kota Sorong,” tutur Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika meninjau KM Sirimau di Pelabuhan Sorong, Jumat (9/2). 

Menurut dia, KM Sirimau memiliki 160 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Termasuk dua dokter serta delapan perawat dan didukung penuh personel TNI dan Polri. Dua speedboat juga disiapkan untuk mobilisasi tenaga kesehatan, pasien serta pengangkutan logistik.

Baca Juga :  Lestarikan Budaya Leluhur, Airlangga Ziarah ke Makam Ki Ageng Gribig

”Sejak semakin membaiknya penanganan Covid-19 di Kota Sorong, pada September ini, tersisa lima pasien Covid-19 yang masih dirawat di KM Sirimau,” kata Airlangga.

Saat berada di KM Sirimau, Airlangga menyapa para pasien yang melakukan isolasi. Airlangga ingin memastikan pelayanan yang diperoleh pasien benar-benar maksimal dan sesuai standar.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan masker kepada para tenaga kesehatan, tenaga keamanan, dan tenaga bongkar muat di Pelabuhan Sorong.

Isoter yang diterapkan di atas laut ini menggunakan kapal yang tidak sedang beroperasi. Selain memanfaatkan fasilitas keberadaan kapal, udara yang mengandung klorin dalam isoter terapung bisa menstilmulus dan mempercepat kesembuhan.

Adanya tempat isolasi dengan konsep ini menarik antusiasme masyarakat untuk mau di isolasi secara terpusat. Sehingga, banyak pasien Covid-19 yang terpantau dan mendapat pelayanan kesehatan maksimal.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Papua Barat, Airlangga juga meninjau sentra vaksinasi yang ditargetkan bagi 1.000 orang warga Kota Sorong.

Vaksinasi merupakan penanganan Covid-19 di hulu. Khusus Provinsi Papua Barat, 203 ribu warga telah divaksin dosis pertama atau mencapai 25,67 persen. Kabupaten Manokwari menjadi yang tertinggi pencapaiannya hingga 45,86 persen.

Baca Juga :  Sumenep Mendekati Normal September

”Secara nasional, lebih dari 100 juta dosis telah disuntikkan. Di bulan Agustus dan September ini, akan datang 70 juta dosis vaksin. Saya berharap vaksinasi bisa dipercepat, khususnya di Provinsi Papua Barat. Terutama untuk ibu hamil dan anak-anak usia 12-17 tahun. Apalagi didukung TNI, Polri, dan bidan,” kata Airlangga.

Sementara itu, setelah melakukan vaksinasi, dua murid SMP 9 Sorong yaitu Suci Rahmadhani dan Olivia Maria Gracia Yabarmase berkesempatan foto bersama Menko Airlangga. Momentum langka itu terjadi seusai murid SMP itu divaksin dosis pertama.

Airlangga yang didampingi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Wali Kota Sorong Lambert Jitmau juga berdialog dengan pelajar. Termasuk menyemangati mereka sebagai penerus bangsa masa depan.

”Di Provinsi Papua Barat sudah ada isoter terapung, ada juga sentra vaksin untuk masyarakat dan anak-anak. Saya lihat masyarakat antusias. Jika antusiasme ini terus dijaga, saya optimistis kondisi Provinsi Papua Barat secara keseluruhan dapat membaik dan masuk zona hijau atau zonasi risiko rendah Covid-19,” pungkas Airlangga.

Selain Menteri Perindustrian, acara tersebut juga dihadiri Juru Bicara Satgas Covid-19, Anggota DPR RI, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang, serta Deputi Bidang Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM. (ltg/fsr/par)

PAPUA BARAT – Upaya keras pemerintah menangani pandemi Covid-19, baik di sektor hulu maupun hilir, berdampak signifikan. Indikasinya, kasus aktif Covid-19 melandai. Hal itu juga berkat dukungan seluruh komponen masyarakat.

Pada Juli lalu, kasus harian secara nasional memuncak hingga 56.757 kasus. Berkat kerja keras pemerintah dan dukungan seluruh masyarakat, kasus harian secara nasional pada 30 Agustus turun menjadi 5.436 kasus.

Isolasi terpusat (isoter) yang diinisiasi pemerintah dan telah beroperasi sejak 21 Agustus merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah menangani Covid-19 di sektor hilir.


Isoter terapung sebanyak lima kapal yang disiapkan pemerintah bagi pasien Covid-19 tanpa gejala atau dengan gejala ringan tersebut, disiagakan di Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Jayapura, dan Pelabuhan Sorong.

”Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkannya secara maksimal. Penanganan isoter terapung di KM Sirimau sudah baik. Saya berharap semua kota bisa mengikuti best practice di Kota Sorong,” tutur Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika meninjau KM Sirimau di Pelabuhan Sorong, Jumat (9/2). 

Menurut dia, KM Sirimau memiliki 160 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Termasuk dua dokter serta delapan perawat dan didukung penuh personel TNI dan Polri. Dua speedboat juga disiapkan untuk mobilisasi tenaga kesehatan, pasien serta pengangkutan logistik.

Baca Juga :  Dua Bulan Drop, Sastrawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia

”Sejak semakin membaiknya penanganan Covid-19 di Kota Sorong, pada September ini, tersisa lima pasien Covid-19 yang masih dirawat di KM Sirimau,” kata Airlangga.

Saat berada di KM Sirimau, Airlangga menyapa para pasien yang melakukan isolasi. Airlangga ingin memastikan pelayanan yang diperoleh pasien benar-benar maksimal dan sesuai standar.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan masker kepada para tenaga kesehatan, tenaga keamanan, dan tenaga bongkar muat di Pelabuhan Sorong.

Isoter yang diterapkan di atas laut ini menggunakan kapal yang tidak sedang beroperasi. Selain memanfaatkan fasilitas keberadaan kapal, udara yang mengandung klorin dalam isoter terapung bisa menstilmulus dan mempercepat kesembuhan.

Adanya tempat isolasi dengan konsep ini menarik antusiasme masyarakat untuk mau di isolasi secara terpusat. Sehingga, banyak pasien Covid-19 yang terpantau dan mendapat pelayanan kesehatan maksimal.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Papua Barat, Airlangga juga meninjau sentra vaksinasi yang ditargetkan bagi 1.000 orang warga Kota Sorong.

Vaksinasi merupakan penanganan Covid-19 di hulu. Khusus Provinsi Papua Barat, 203 ribu warga telah divaksin dosis pertama atau mencapai 25,67 persen. Kabupaten Manokwari menjadi yang tertinggi pencapaiannya hingga 45,86 persen.

Baca Juga :  Menko Airlangga Apresiasi Terobosan Pemprov Kalsel

”Secara nasional, lebih dari 100 juta dosis telah disuntikkan. Di bulan Agustus dan September ini, akan datang 70 juta dosis vaksin. Saya berharap vaksinasi bisa dipercepat, khususnya di Provinsi Papua Barat. Terutama untuk ibu hamil dan anak-anak usia 12-17 tahun. Apalagi didukung TNI, Polri, dan bidan,” kata Airlangga.

Sementara itu, setelah melakukan vaksinasi, dua murid SMP 9 Sorong yaitu Suci Rahmadhani dan Olivia Maria Gracia Yabarmase berkesempatan foto bersama Menko Airlangga. Momentum langka itu terjadi seusai murid SMP itu divaksin dosis pertama.

Airlangga yang didampingi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Wali Kota Sorong Lambert Jitmau juga berdialog dengan pelajar. Termasuk menyemangati mereka sebagai penerus bangsa masa depan.

”Di Provinsi Papua Barat sudah ada isoter terapung, ada juga sentra vaksin untuk masyarakat dan anak-anak. Saya lihat masyarakat antusias. Jika antusiasme ini terus dijaga, saya optimistis kondisi Provinsi Papua Barat secara keseluruhan dapat membaik dan masuk zona hijau atau zonasi risiko rendah Covid-19,” pungkas Airlangga.

Selain Menteri Perindustrian, acara tersebut juga dihadiri Juru Bicara Satgas Covid-19, Anggota DPR RI, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang, serta Deputi Bidang Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM. (ltg/fsr/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/