alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Gubernur Dorong Penyandang Disabilitas Manfaatkan Ekonomi Digital

LUMAJANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mendorong para penyandang aktif dalam ekonomi digital. Harapan itu diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Hari Disabilitas Internasional, Kamis (3/12).

Khofifah mengatakan, ekonomi digital tidak memiliki batasan apa pun dan bersifat inklusif bagi setiap orang. Semua orang memiliki kesempatan sama untuk terus berkembang.

”Pandemi Covid-19 memaksa hampir semua orang mentransformasi segala kegiatannya ke platform digital. Kesempatan dan peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik,” ucapnya.

Menurut Khofifah, akibat pandemi Covid-19, akselerasi ekonomi digital menjadi solusi meningkatkan pemerataan kesejahteraan. Serta mengurangi kesenjangan ekonomi yang kerap dirasakan penyandang disibilitas.

Baca Juga :  Alhamdulillah, UU Pesantren Jadi Kado Spesial Hari Santri Nasional

”Akses pasar untuk memasarkan produk, kreasi, dan jasa semakin terbuka luas dengan makin pesatnya perkembangan ekonomi digital. Disabilitas bukanlah batasan dan halangan bagi seseorang untuk maju dan berusaha,” ucapnya.

Khofifah mencontohkan, dulu jika ingin berwirausaha harus memiliki toko fisik. Saat ini setiap orang bisa memiliki toko secara virtual bermodalkan smartphone.

”Produk yang dihasilkan bisa langsung dijual kepada konsumen tanpa repot-repot harus membangun toko fisik, tanpa perlu modal yang besar. Itu semua dapat dikerjakan tanpa keluar rumah,” ujarnya.

”Untuk teman-teman disabilitas, jangan pernah menyerah. Saya yakin dengan kreativitas dan inisiatif, batasan yang menghalangi bisa terlewati. Poinnya, jangan menyerah dan tetap produktif. Selamat Hari Disabilitas Internasional 2020,” tutur Khofifah. (bam)

Baca Juga :  Jangan Lupakan Identitas Diri

LUMAJANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mendorong para penyandang aktif dalam ekonomi digital. Harapan itu diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Hari Disabilitas Internasional, Kamis (3/12).

Khofifah mengatakan, ekonomi digital tidak memiliki batasan apa pun dan bersifat inklusif bagi setiap orang. Semua orang memiliki kesempatan sama untuk terus berkembang.

”Pandemi Covid-19 memaksa hampir semua orang mentransformasi segala kegiatannya ke platform digital. Kesempatan dan peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik,” ucapnya.


Menurut Khofifah, akibat pandemi Covid-19, akselerasi ekonomi digital menjadi solusi meningkatkan pemerataan kesejahteraan. Serta mengurangi kesenjangan ekonomi yang kerap dirasakan penyandang disibilitas.

Baca Juga :  Khofifah Indar Parawansa Sapa Pedagang dan Nelayan

”Akses pasar untuk memasarkan produk, kreasi, dan jasa semakin terbuka luas dengan makin pesatnya perkembangan ekonomi digital. Disabilitas bukanlah batasan dan halangan bagi seseorang untuk maju dan berusaha,” ucapnya.

Khofifah mencontohkan, dulu jika ingin berwirausaha harus memiliki toko fisik. Saat ini setiap orang bisa memiliki toko secara virtual bermodalkan smartphone.

”Produk yang dihasilkan bisa langsung dijual kepada konsumen tanpa repot-repot harus membangun toko fisik, tanpa perlu modal yang besar. Itu semua dapat dikerjakan tanpa keluar rumah,” ujarnya.

”Untuk teman-teman disabilitas, jangan pernah menyerah. Saya yakin dengan kreativitas dan inisiatif, batasan yang menghalangi bisa terlewati. Poinnya, jangan menyerah dan tetap produktif. Selamat Hari Disabilitas Internasional 2020,” tutur Khofifah. (bam)

Baca Juga :  Tabrakan, Pemotor Gegar Otak
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/