alexametrics
24.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Pemerintah Apresiasi Kolaborasi untuk Dorong Pertumbuhan Industri Kopi

JAKARTA – Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan pelaku industri kopi Indonesia dengan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri kopi di Indonesia. Sebab, langkah tersebut bertujuan mempromosikan kopi Indonesia di pasar global.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut kedatangan para pelaku industri kopi di kantor Kemenko Bidang Perekonomian bertepatan dengan International Coffee Day yang jatuh pada 1 Oktober. Pada pertemuan tersebut, para pelaku industri kopi menyampaikan keinginan untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk pengembangan bisnis kopi di Indonesia. Termasuk minta dukungan di kejuaraan kopi internasional.

Menurut Airlangga, industri kopi memiliki peran yang besar dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sebab, memberdayakan 1,86 juta kepala keluarga petani dan 50 ribu tenaga kerja umum. ”Kopi merupakan komoditas terpenting ketiga di perkebunan setelah kelapa sawit dan karet alam. Kopi juga menyumbang persentase terhadap PDB perkebunan sebesar 16,15 persen,” ujar Airlangga.

Baca Juga :  Presiden Jokowi dan PM Australia Bertemu, Ini yang Mereka Bahas

Dalam 10 tahun terakhir, kata Airlangga, industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yaitu sebesar 250 persen. Saat ini, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. ”Luas lahan kopi Indonesia mencapai 1,25 juta hektare dengan total produksi hingga 761 ribu ton per tahun,” imbuhnya.

Dijelaskan, pemerintah telah memberi dukungan untuk masyarakat mendorong pertumbuhan industri kopi Indonesia melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). ”Realisasi KUR untuk industri kopi pada 2020 sebesar Rp 1,2 triliun dengan 53 ribu debitur. Realisasi KUR industri kopi hingga 21 Juli 2021 sebesar Rp 661 miliar dengan 25 ribu debitur,” ulas Airlangga.

Baca Juga :  Menko Airlangga Serahkan Bantuan 2 Bus Listrik dan Microbus untuk UGM

Ditambahkan, industri kopi memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di Indonesia. Tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan usaha kopi menjadi salah satu pemicunya. ”Salah satu program pelatihan favorit di Kartu Prakerja adalah pelatihan menjadi barista. Hal ini menunjukkan anak muda sekarang sangat tertarik dengan industri kopi,” tutur Airlangga.

Airlangga menyatakan, pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan industri kopi Indonesia baik melalui food estate berbasis korporatisasi petani, KUR, maupun riset-riset penting untuk menambah nilai kopi itu sendiri. ”Kerja sama internasional baik bilateral, regional, maupun internasional perlu kita manfaatkan seoptimal mungkin. Tujuannya, mendongkrak kopi Indonesia menjadi komoditas berorientasi ekspor unggulan, baik di pasar tradisional maupun nontradisional,” pungkas Airlangga. (*/par)

- Advertisement -

JAKARTA – Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan pelaku industri kopi Indonesia dengan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri kopi di Indonesia. Sebab, langkah tersebut bertujuan mempromosikan kopi Indonesia di pasar global.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut kedatangan para pelaku industri kopi di kantor Kemenko Bidang Perekonomian bertepatan dengan International Coffee Day yang jatuh pada 1 Oktober. Pada pertemuan tersebut, para pelaku industri kopi menyampaikan keinginan untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk pengembangan bisnis kopi di Indonesia. Termasuk minta dukungan di kejuaraan kopi internasional.

Menurut Airlangga, industri kopi memiliki peran yang besar dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sebab, memberdayakan 1,86 juta kepala keluarga petani dan 50 ribu tenaga kerja umum. ”Kopi merupakan komoditas terpenting ketiga di perkebunan setelah kelapa sawit dan karet alam. Kopi juga menyumbang persentase terhadap PDB perkebunan sebesar 16,15 persen,” ujar Airlangga.

Baca Juga :  Nilai Ekspor Indonesia Catat Rekor Tertinggi


Dalam 10 tahun terakhir, kata Airlangga, industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yaitu sebesar 250 persen. Saat ini, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. ”Luas lahan kopi Indonesia mencapai 1,25 juta hektare dengan total produksi hingga 761 ribu ton per tahun,” imbuhnya.

Dijelaskan, pemerintah telah memberi dukungan untuk masyarakat mendorong pertumbuhan industri kopi Indonesia melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). ”Realisasi KUR untuk industri kopi pada 2020 sebesar Rp 1,2 triliun dengan 53 ribu debitur. Realisasi KUR industri kopi hingga 21 Juli 2021 sebesar Rp 661 miliar dengan 25 ribu debitur,” ulas Airlangga.

Baca Juga :  Bakal Terapkan Smart Card di Madura

Ditambahkan, industri kopi memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di Indonesia. Tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan usaha kopi menjadi salah satu pemicunya. ”Salah satu program pelatihan favorit di Kartu Prakerja adalah pelatihan menjadi barista. Hal ini menunjukkan anak muda sekarang sangat tertarik dengan industri kopi,” tutur Airlangga.

Airlangga menyatakan, pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan industri kopi Indonesia baik melalui food estate berbasis korporatisasi petani, KUR, maupun riset-riset penting untuk menambah nilai kopi itu sendiri. ”Kerja sama internasional baik bilateral, regional, maupun internasional perlu kita manfaatkan seoptimal mungkin. Tujuannya, mendongkrak kopi Indonesia menjadi komoditas berorientasi ekspor unggulan, baik di pasar tradisional maupun nontradisional,” pungkas Airlangga. (*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/