alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Bangkalan 11, Sampang 11, dan Pamekasan 7

PERSEBARAN virus korona di Madura kian mengkhawatirkan. Jumlah warga yang terpapar Covid-19 tembus 130 orang. Angkanya melonjak drastis setelah ada tambahan 29 kasus baru kemarin (2/6).

Tambahan 29 kasus baru tersebut berasal dari Bangkalan 11 orang, Pamekasan 7 orang, dan Sampang 11 orang. Tim gugus tugas Covid-19 kewalahan untuk melakukan pendataan dan tracing.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengatakan, tambahan pasien positif Covid-19 cukup drastis. Per 2 Juni, ada 11 orang yang terjangkiti virus korona.

Sebelas orang itu masih didata. Termasuk, kronologi dan latar belakang masing-masing. ”Dengan tambahan yang begitu banyak, tentu kami cukup kewalahan,” ungkap Agus.

Perlu kehati-hatian dalam proses tracing dan pendataan dari 11 orang tersebut. Pihaknya tidak ingin kejadian seperti di Konang terulang. Pasien ke-35 dan 36 yang mengaku beralamat Kecamatan Konang padahal Kecamatan Kokop itu tidak boleh terjadi lagi.

Peristiwa tersebut merugikan banyak pihak. ”Butuh tracing dan kerja petugas surveilans yang maksimal. ”Kejujuran pasien itu sangat membantu proses validasi data. Benar-benar sangat dibutuhkan kejujuran pasien,” terang kepala Diskominfo Bangkalan itu.

Beberapa tambahan pasien Covid-19 sudah diketahui alamatnya. Tetapi, pihaknya belum bisa menyampaikan ke publik secara detail sebelum semuanya valid.

”Hal itu yang bikin kami lebih hati-hati setiap ada tambahan kasus Covid-19 di Bangkalan,” ujarnya.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo menjelaskan, tambahan 11 kasus Covid-19 cukup mengagetkan. Sebab, sebelum-sebelumnya tidak sebanyak itu. Dengan demikian, tracing dan pendataan lebih detail baru bisa dilakukan hari ini.

Baca Juga :  Mengurai Polemik Berdirinya Gedung Kota Cinema Mall di Pamekasan

”Yang penting sekarang kami sudah mengantongi nama dan alamat mereka masing-masing,” katanya.

Tambahan 11 orang itu membuat banyak kecamatan masuk zona merah. Misalnya, seperti di Burneh, Geger, Konang, dan Tragah. Empat kecamatan tersebut zona merah perdana.

Perinciannya, Arosbaya 1 kasus, Burneh 1 kasus, Kamal 1 kasus, Geger 1 kasus, Konang 1 kasus, Bangkalan 2 kasus, Labang 1 kasus, Tragah 2 kasus, dan Labang 1 kasus. ”Total 11 orang. Dari 11 itu, 10 orang swab yang dilakukan gugus tugas dan 1 orang swab mandiri,” sebutnya.

Tujuh tambahan pasien Covid-19 di Pamekasan tersebut terdiri atas empat laki-laki dan tiga perempuan. Usia mereka rata-rata di atas 30 tahun. Dengan perincian sebaran 2 orang dari Kecamatan Tlanakan, 1 Pademawu, 1 Pegantenan, dan 3 orang dari Kecamatan Kota Pamekasan.

Dengan begitu, jumlah pasien asal Kecamatan Kota Pamekasan sama banyaknya dengan di Kecamatan Proppo yang menjadi lokus klaster Covid-19 Pangorayan. Lima pasien dirujuk ke RSUD Smart Pamekasan. Sementara satu masuk ke RSUD Waru dan satu pasien menolak untuk diisolasi ke rumah sakit.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pamekasan Sigit Priyono menyampaikan, ada satu pasien yang masih diedukasi agar mau diisolasi. ”Tuan berinisial RN sedang diedukasi,” ujarnya.

RN berusia paling muda dari tujuh pasien lainnya. Yakni, 33 tahun. Dia beralamat di Kecamatan Pamekasan. Edukasi yang diberikan kepadanya soal konsekuensi persebaran bila tidak diisolasi.

Baca Juga :  Silakan Foto dan Rekam Pelanggaran

Ketua Tim Penanganan Covid-19 Internal RSUD Smart Pamekasan Syaiful Hidayat mengatakan, saat ini kasus pasien menolak merupakan hal lumrah. ”Banyak kasus pasien yang menolak. Tidak hanya itu, ada kejadian anggota keluarganya positif dan anggota keluarganya yang lain menolak tes swab,” bebernya.

Selain RN, warga Kecamatan Pamekasan yang terpapar virus korona adalah perempuan berinisial SF, 56, dan lelaki berinisial R, 39. Di Kecamatan Tlanakan Perempuan berinisial AA, 42, dan perempuan berinisial TJ, 46. Di Kecamatan Pademawu perempuan berinisial M, 66. Di Kecamatan Pegantenan Laki-laki berinisial L, 40.

Di Sampang, warga yang terpapar virus korona jadi 38 orang. Itu diketahui setelah ada tambahan 11 kasus baru kemarin.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sampang Moh. Djuwardi menyebutkan, pasien ke-28 merupakan perawat rumah sakit berinisial N, asal Kecamatan Kota. Sementara pasien ke-29 berinisial F, seorang perempuan yang merupakan staf di klinik Sukma Wijaya Sampang yang berdomisili di Kecamatan Jrengik. ”Pasien ini masuk klaster rumah sakit dan klinik,” terangnya.

Kendati sudah dinyatakan positif, pasien tersebut belum dirawat di BLK. Dua pasien itu hanya menjalani isolasi mandiri. ”Kemungkinan terpapar di tempat kerjanya,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Tim Kesehatan Gugas Covid-19 Sampang Agus Mulyadi tidak memberikan alasan terkait dua pasien positif yang menjalani isolasi mandiri. Padahal, pasien tersebut seharusnya dirawat di rumah perawatan BLK yang menjadi tempat isolasi pasien Covid-19. (ky/bil)

PERSEBARAN virus korona di Madura kian mengkhawatirkan. Jumlah warga yang terpapar Covid-19 tembus 130 orang. Angkanya melonjak drastis setelah ada tambahan 29 kasus baru kemarin (2/6).

Tambahan 29 kasus baru tersebut berasal dari Bangkalan 11 orang, Pamekasan 7 orang, dan Sampang 11 orang. Tim gugus tugas Covid-19 kewalahan untuk melakukan pendataan dan tracing.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengatakan, tambahan pasien positif Covid-19 cukup drastis. Per 2 Juni, ada 11 orang yang terjangkiti virus korona.

Sebelas orang itu masih didata. Termasuk, kronologi dan latar belakang masing-masing. ”Dengan tambahan yang begitu banyak, tentu kami cukup kewalahan,” ungkap Agus.

Perlu kehati-hatian dalam proses tracing dan pendataan dari 11 orang tersebut. Pihaknya tidak ingin kejadian seperti di Konang terulang. Pasien ke-35 dan 36 yang mengaku beralamat Kecamatan Konang padahal Kecamatan Kokop itu tidak boleh terjadi lagi.

Peristiwa tersebut merugikan banyak pihak. ”Butuh tracing dan kerja petugas surveilans yang maksimal. ”Kejujuran pasien itu sangat membantu proses validasi data. Benar-benar sangat dibutuhkan kejujuran pasien,” terang kepala Diskominfo Bangkalan itu.

Beberapa tambahan pasien Covid-19 sudah diketahui alamatnya. Tetapi, pihaknya belum bisa menyampaikan ke publik secara detail sebelum semuanya valid.

”Hal itu yang bikin kami lebih hati-hati setiap ada tambahan kasus Covid-19 di Bangkalan,” ujarnya.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo menjelaskan, tambahan 11 kasus Covid-19 cukup mengagetkan. Sebab, sebelum-sebelumnya tidak sebanyak itu. Dengan demikian, tracing dan pendataan lebih detail baru bisa dilakukan hari ini.

Baca Juga :  Jika Khawatir, Lebih Baik Salat Id di Rumah

”Yang penting sekarang kami sudah mengantongi nama dan alamat mereka masing-masing,” katanya.

Tambahan 11 orang itu membuat banyak kecamatan masuk zona merah. Misalnya, seperti di Burneh, Geger, Konang, dan Tragah. Empat kecamatan tersebut zona merah perdana.

Perinciannya, Arosbaya 1 kasus, Burneh 1 kasus, Kamal 1 kasus, Geger 1 kasus, Konang 1 kasus, Bangkalan 2 kasus, Labang 1 kasus, Tragah 2 kasus, dan Labang 1 kasus. ”Total 11 orang. Dari 11 itu, 10 orang swab yang dilakukan gugus tugas dan 1 orang swab mandiri,” sebutnya.

Tujuh tambahan pasien Covid-19 di Pamekasan tersebut terdiri atas empat laki-laki dan tiga perempuan. Usia mereka rata-rata di atas 30 tahun. Dengan perincian sebaran 2 orang dari Kecamatan Tlanakan, 1 Pademawu, 1 Pegantenan, dan 3 orang dari Kecamatan Kota Pamekasan.

Dengan begitu, jumlah pasien asal Kecamatan Kota Pamekasan sama banyaknya dengan di Kecamatan Proppo yang menjadi lokus klaster Covid-19 Pangorayan. Lima pasien dirujuk ke RSUD Smart Pamekasan. Sementara satu masuk ke RSUD Waru dan satu pasien menolak untuk diisolasi ke rumah sakit.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pamekasan Sigit Priyono menyampaikan, ada satu pasien yang masih diedukasi agar mau diisolasi. ”Tuan berinisial RN sedang diedukasi,” ujarnya.

RN berusia paling muda dari tujuh pasien lainnya. Yakni, 33 tahun. Dia beralamat di Kecamatan Pamekasan. Edukasi yang diberikan kepadanya soal konsekuensi persebaran bila tidak diisolasi.

Baca Juga :  Seorang Pemudik dari Jakarta Positif, Bangkalan Zona Merah

Ketua Tim Penanganan Covid-19 Internal RSUD Smart Pamekasan Syaiful Hidayat mengatakan, saat ini kasus pasien menolak merupakan hal lumrah. ”Banyak kasus pasien yang menolak. Tidak hanya itu, ada kejadian anggota keluarganya positif dan anggota keluarganya yang lain menolak tes swab,” bebernya.

Selain RN, warga Kecamatan Pamekasan yang terpapar virus korona adalah perempuan berinisial SF, 56, dan lelaki berinisial R, 39. Di Kecamatan Tlanakan Perempuan berinisial AA, 42, dan perempuan berinisial TJ, 46. Di Kecamatan Pademawu perempuan berinisial M, 66. Di Kecamatan Pegantenan Laki-laki berinisial L, 40.

Di Sampang, warga yang terpapar virus korona jadi 38 orang. Itu diketahui setelah ada tambahan 11 kasus baru kemarin.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sampang Moh. Djuwardi menyebutkan, pasien ke-28 merupakan perawat rumah sakit berinisial N, asal Kecamatan Kota. Sementara pasien ke-29 berinisial F, seorang perempuan yang merupakan staf di klinik Sukma Wijaya Sampang yang berdomisili di Kecamatan Jrengik. ”Pasien ini masuk klaster rumah sakit dan klinik,” terangnya.

Kendati sudah dinyatakan positif, pasien tersebut belum dirawat di BLK. Dua pasien itu hanya menjalani isolasi mandiri. ”Kemungkinan terpapar di tempat kerjanya,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Tim Kesehatan Gugas Covid-19 Sampang Agus Mulyadi tidak memberikan alasan terkait dua pasien positif yang menjalani isolasi mandiri. Padahal, pasien tersebut seharusnya dirawat di rumah perawatan BLK yang menjadi tempat isolasi pasien Covid-19. (ky/bil)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/