alexametrics
21.2 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Panwascam Kota Pamekasan Ungkap Ratusan DPT Ganda

PAMEKASAN – Persoalan data pemilih pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 belum klir. Panwascam Kota Pamekasan menemukan ratusan daftar pemilih tetap (DPT) ganda. Bahkan, jumlahnya berpotensi bertambah lantaran pengecekan ulang baru di sebagian desa.

Ketua Panwascam Kota Pamekasan Sufiyan Noor mengatakan, beberapa waktu lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan DPT. Pemilih di Kecamatan Kota ditetapkan 66.926 orang. Hasil penetapan itu ditempel di desa-desa.

Panwascam mengkroscek ulang data tersebut. Sebab, sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP), ada sekitar 1.300 data ganda yang direkomendasikan dihapus. Setelah dilakukan pengecekan masih ditemukan data ganda.

Temuan sementara, data ganda itu 125 orang di lima desa. Yakni, Nyalabu Laok, Teja Barat, Teja Timur, Kelurahan Kowel, dan Kelurahan Jungcangcang. Data tersebut kemungkinan bertambah. Sebab, pengecekan belum selesai untuk seluruh desa.

Sofyan –sapaan Sufiyan Noor– mengatakan, di Kecamatan Kota Pamekasan ada sembilan desa dan sembilan kelurahan. Data ganda diyakini juga tersebar di desa dan kelurahan lain. ”Kemungkinan data ganda itu bertambah,” katanya Rabu (2/5).

Baca Juga :  Tanggulangi Dampak Pandemi, Perkuat Solidaritas dan Kerja Sama IMT-GT

Sofyan menyampaikan, selain data ganda, ditemukan pula nama yang sebelumnya tidak masuk dalam DPSHP tetapi muncul di DPT. Padahal, idealnya DPT itu merupakan kelanjutan dari DPSHP yang diplenokan tingkat kecamatan.

Sebelum DPT dicetak dan dipampang di desa-desa, panwascam meminta KPU mengoreksi ulang. Tetapi, permintaan itu tidak diindahkan. ”Sangat disayangkan, DPT yang sudah dimutakhirkan masih ditemukan data ganda,” katanya.

Sofyan menilai ada sistem yang tidak berjalan maksimal di KPU. Proses pendataan pemilih cukup panjang. Mulai dari pencocokan dan penelitian (coklit), ditetapkan menjadi DPS, lalu DPSHP dan DPT.

Jika tahapan itu berjalan maksimal, diyakini tidak ditemukan data ganda. Temuan data ganda itu bakal diberikan kepada KPU. Tetapi, secara resmi akan disampaikan pada saat seluruh desa dikroscek.

Baca Juga :  Perbasi Sampang Sukses Gelar Turnamen Antarpelajar

Dengan demikian, diketahui seberapa banyak data ganda di Kecamatan Kota. Mengenai tindak lanjut dari temuan itu, pihaknya memasrahkan kepada KPU sebagai lembaga yang berwenang.

Tetapi, sesuai ketentuan tahapan yang ada, pasca DPT ditetapkan tidak ada lagi kesempatan mencoret nama pemilih. KPU hanya berkesempatan menambah nama-nama yang belum masuk di DPT. ”DPT Tambahan itu menambah, bukan mengurangi,” katanya.

Komisioner KPU Pamekasan Divisi Perencanaan dan Data Muhammad Subhan mengatakan, jika ada temuan data ganda dipersilakan disandingkan secara lengkap. Termasuk data tempat tinggal, tanggal lahir, nomor induk kependudukan (NIK), dan nomor kartu susunan keluarga (KSK). Jika benar ada data ganda, KPU akan mencoret salah satu data tersebut.

Menurut Subhan, data ganda semestinya terdeteksi pada penetapan DPSHP menuju DPT. KPU akan segera mengklirkan dugaan data ganda tersebut. ”KPU akan membuka seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengakses data pemilih sehingga semuanya klir,” tandasnya.

PAMEKASAN – Persoalan data pemilih pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 belum klir. Panwascam Kota Pamekasan menemukan ratusan daftar pemilih tetap (DPT) ganda. Bahkan, jumlahnya berpotensi bertambah lantaran pengecekan ulang baru di sebagian desa.

Ketua Panwascam Kota Pamekasan Sufiyan Noor mengatakan, beberapa waktu lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan DPT. Pemilih di Kecamatan Kota ditetapkan 66.926 orang. Hasil penetapan itu ditempel di desa-desa.

Panwascam mengkroscek ulang data tersebut. Sebab, sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP), ada sekitar 1.300 data ganda yang direkomendasikan dihapus. Setelah dilakukan pengecekan masih ditemukan data ganda.


Temuan sementara, data ganda itu 125 orang di lima desa. Yakni, Nyalabu Laok, Teja Barat, Teja Timur, Kelurahan Kowel, dan Kelurahan Jungcangcang. Data tersebut kemungkinan bertambah. Sebab, pengecekan belum selesai untuk seluruh desa.

Sofyan –sapaan Sufiyan Noor– mengatakan, di Kecamatan Kota Pamekasan ada sembilan desa dan sembilan kelurahan. Data ganda diyakini juga tersebar di desa dan kelurahan lain. ”Kemungkinan data ganda itu bertambah,” katanya Rabu (2/5).

Baca Juga :  KPU dan Panwaslu Sampang Dorong Pemilih Cerdas

Sofyan menyampaikan, selain data ganda, ditemukan pula nama yang sebelumnya tidak masuk dalam DPSHP tetapi muncul di DPT. Padahal, idealnya DPT itu merupakan kelanjutan dari DPSHP yang diplenokan tingkat kecamatan.

Sebelum DPT dicetak dan dipampang di desa-desa, panwascam meminta KPU mengoreksi ulang. Tetapi, permintaan itu tidak diindahkan. ”Sangat disayangkan, DPT yang sudah dimutakhirkan masih ditemukan data ganda,” katanya.

Sofyan menilai ada sistem yang tidak berjalan maksimal di KPU. Proses pendataan pemilih cukup panjang. Mulai dari pencocokan dan penelitian (coklit), ditetapkan menjadi DPS, lalu DPSHP dan DPT.

Jika tahapan itu berjalan maksimal, diyakini tidak ditemukan data ganda. Temuan data ganda itu bakal diberikan kepada KPU. Tetapi, secara resmi akan disampaikan pada saat seluruh desa dikroscek.

Baca Juga :  Tiga Paslon di Sampang Beradu Program Pembangunan

Dengan demikian, diketahui seberapa banyak data ganda di Kecamatan Kota. Mengenai tindak lanjut dari temuan itu, pihaknya memasrahkan kepada KPU sebagai lembaga yang berwenang.

Tetapi, sesuai ketentuan tahapan yang ada, pasca DPT ditetapkan tidak ada lagi kesempatan mencoret nama pemilih. KPU hanya berkesempatan menambah nama-nama yang belum masuk di DPT. ”DPT Tambahan itu menambah, bukan mengurangi,” katanya.

Komisioner KPU Pamekasan Divisi Perencanaan dan Data Muhammad Subhan mengatakan, jika ada temuan data ganda dipersilakan disandingkan secara lengkap. Termasuk data tempat tinggal, tanggal lahir, nomor induk kependudukan (NIK), dan nomor kartu susunan keluarga (KSK). Jika benar ada data ganda, KPU akan mencoret salah satu data tersebut.

Menurut Subhan, data ganda semestinya terdeteksi pada penetapan DPSHP menuju DPT. KPU akan segera mengklirkan dugaan data ganda tersebut. ”KPU akan membuka seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengakses data pemilih sehingga semuanya klir,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Jumlah Siswa Minim, SD Bisa Digabung

Momentum HPN Silaturahmi dengan Wabup

Lokasi Proyek Rp 3,4 Miliar Dipindah

Artikel Terbaru

/