alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia Cerminan Optimisme Indonesia

JAKARTA – Presidensi Indonesia dalam Group of Twenty (G20) dimulai sejak Rabu (1/12). Momen ini menjadi salah satu peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sebab, mendapat kepercayaan dan kehormatan usai menerima tampuk Presidensi G20 yang semula dipegang Italia.

Secara umum, dengan dipegangnya tongkat Presidensi G20 oleh Indonesia diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat Indonesia. Khususnya generasi muda. Keberadaan Indonesia sangat diperhitungkan oleh negara-negara lain di dunia, baik dari sisi ekonomi, letak geografis, maupun sikap politik. Selain dikenal dengan keramahtamahannya, Indonesia juga memiliki keragaman budaya dari berbagai suku yang ada di nusantara serta alam yang indah nan permai.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat sambutan dalam Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta pada Rabu (1/12) menginginkan Presidensi G20 Indonesia tidak sebatas seremonial belaka. ”Indonesia mendorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata. Indonesia siap berkolaborasi dan menggalang kekuatan. Sehingga, masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini. Indonesia juga harus menghasilkan terobosan-terobosan besar dalam forum G20,” ujarnya.

Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global. Caranya, dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berlanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Baca Juga :  Dipuji Bank Dunia, Airlangga: Vaksinasi Hanya 1 Cara Tangani Pandemi

Karena itu, Presidensi G20 Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Dengan tema tersebut, Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat memberikan semangat baru untuk mewujudkan tatanan dunia yang tidak hanya memberikan kesejahteraan dan kemakmuran. Tapi, juga menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Presidensi G20 Indonesia akan fokus untuk membawa tiga isu pembahasan strategis. Yaitu, penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan. Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum untuk meningkatkan diplomasi ekonomi melalui upaya menciptakan arsitektur ekonomi dan kesehatan global pascakrisis.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua I Bidang Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia mengatakan, Presidensi G20 Indonesia bertujuan agar dunia dapat keluar dari krisis dengan lebih baik dan lebih tangguh. ”Hal ini tentunya membutuhkan transformasi cara kerja global, perubahan pola pikir dan model bisnis, pemanfaatan setiap kesempatan di masa pandemi untuk menghasilkan terobosan baru,” katanya.

Dalam Presidensi ini, G20 perlu memfokuskan pada penguatan sistem multilateralisme dan kemitraan global yang efektif. Tujuannya, memastikan perekonomian dunia tetap terbuka, adil, saling menguntungkan, dan menjamin tidak ada satu pun yang tertinggal. Khususnya kelompok miskin dan rentan.

Baca Juga :  Airlangga: Pemerintah Komitmen Dukung Peningkatan Ekspor Komoditas

Indonesia akan menggunakan Presidensi G20 untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang. Sehingga dapat tercipta tata kelola dunia yang lebih adil. Utamanya untuk memperkuat solidaritas dunia dalam mengatasi ancaman perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Dalam acara tersebut, Menko Airlangga menyerahkan pin atau tanda tugas kepada perwakilan Chairs Working Groups dan Engagement Groups secara simbolis. Termasuk meluncurkan alamat situs resmi G20 yakni www.g20.org. Situs tersebut memuat informasi mengenai jadwal pertemuan, side events, dan workstreams (baik dari Sherpa Track maupun Finance Track).

Dalam opening ceremony dihiasi lagu Presidensi G20 Indonesia berjudul “Recover Together, Recover Stronger”. Lagu tersebut diciptakan Candra Darusman dan dibawakan Afgan Syahreza. Ada juga pemutaran video kolaborasi musisi dan penyanyi Indonesia dengan Orkestra Anak Indonesia dan EGMS Children Choir. Acara juga dimeriahkan pergelaran seni dan budaya Nusantara.

Selain Wakil Ketua DPR Lodewijk F. Paulus, acara tersebut dihadiri Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (dep7/rep/fsr/hls/par)

JAKARTA – Presidensi Indonesia dalam Group of Twenty (G20) dimulai sejak Rabu (1/12). Momen ini menjadi salah satu peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sebab, mendapat kepercayaan dan kehormatan usai menerima tampuk Presidensi G20 yang semula dipegang Italia.

Secara umum, dengan dipegangnya tongkat Presidensi G20 oleh Indonesia diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat Indonesia. Khususnya generasi muda. Keberadaan Indonesia sangat diperhitungkan oleh negara-negara lain di dunia, baik dari sisi ekonomi, letak geografis, maupun sikap politik. Selain dikenal dengan keramahtamahannya, Indonesia juga memiliki keragaman budaya dari berbagai suku yang ada di nusantara serta alam yang indah nan permai.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat sambutan dalam Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta pada Rabu (1/12) menginginkan Presidensi G20 Indonesia tidak sebatas seremonial belaka. ”Indonesia mendorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata. Indonesia siap berkolaborasi dan menggalang kekuatan. Sehingga, masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini. Indonesia juga harus menghasilkan terobosan-terobosan besar dalam forum G20,” ujarnya.

Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global. Caranya, dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berlanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Baca Juga :  Pasien Positif Asal Bangkalan dan Sampang Tambah Tiga Orang

Karena itu, Presidensi G20 Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Dengan tema tersebut, Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat memberikan semangat baru untuk mewujudkan tatanan dunia yang tidak hanya memberikan kesejahteraan dan kemakmuran. Tapi, juga menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Presidensi G20 Indonesia akan fokus untuk membawa tiga isu pembahasan strategis. Yaitu, penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan. Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum untuk meningkatkan diplomasi ekonomi melalui upaya menciptakan arsitektur ekonomi dan kesehatan global pascakrisis.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua I Bidang Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia mengatakan, Presidensi G20 Indonesia bertujuan agar dunia dapat keluar dari krisis dengan lebih baik dan lebih tangguh. ”Hal ini tentunya membutuhkan transformasi cara kerja global, perubahan pola pikir dan model bisnis, pemanfaatan setiap kesempatan di masa pandemi untuk menghasilkan terobosan baru,” katanya.

Dalam Presidensi ini, G20 perlu memfokuskan pada penguatan sistem multilateralisme dan kemitraan global yang efektif. Tujuannya, memastikan perekonomian dunia tetap terbuka, adil, saling menguntungkan, dan menjamin tidak ada satu pun yang tertinggal. Khususnya kelompok miskin dan rentan.

Baca Juga :  Sinyal Ekonomi Maju, Airlangga: 60 Persen UMKM Dijalankan Perempuan

Indonesia akan menggunakan Presidensi G20 untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang. Sehingga dapat tercipta tata kelola dunia yang lebih adil. Utamanya untuk memperkuat solidaritas dunia dalam mengatasi ancaman perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Dalam acara tersebut, Menko Airlangga menyerahkan pin atau tanda tugas kepada perwakilan Chairs Working Groups dan Engagement Groups secara simbolis. Termasuk meluncurkan alamat situs resmi G20 yakni www.g20.org. Situs tersebut memuat informasi mengenai jadwal pertemuan, side events, dan workstreams (baik dari Sherpa Track maupun Finance Track).

Dalam opening ceremony dihiasi lagu Presidensi G20 Indonesia berjudul “Recover Together, Recover Stronger”. Lagu tersebut diciptakan Candra Darusman dan dibawakan Afgan Syahreza. Ada juga pemutaran video kolaborasi musisi dan penyanyi Indonesia dengan Orkestra Anak Indonesia dan EGMS Children Choir. Acara juga dimeriahkan pergelaran seni dan budaya Nusantara.

Selain Wakil Ketua DPR Lodewijk F. Paulus, acara tersebut dihadiri Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (dep7/rep/fsr/hls/par)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/