Kegiatan ini juga dibarengi adegan memainkan peran saat pemberian pelayanan kepada pasien. Dengan begitu, bisa dilihat cara berkomunikasi karyawan selama ini, baik kepada rekan kerja maupun kepada pasien.
Dosen STIKes NHM Eka Suci Daniyanti, M.P.H. menyampaikan, cara berkomunikasi yang tepat akan meminimalkan terjadinya konflik dan dijadikan penilaian pertama (first impression) terhadap seseorang. Komunikasi yang tepat saat melayani pasien merupakan salah satu bentuk upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan anggota dosen lain. Di antaranya, Enggal Sari Maduratna, M.Kes. dan Dr. Eddy Moeljono beserta mahasiswanya. Seluruh tim dosen adalah dosen Prodi S-1 Administrasi Kesehatan STIKes NHM.
Ada beberapa metode komunikasi efektif yang bisa diterapkan untuk pelayanan di rumah sakit. Komunikasi bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi tidak langsung bisa menggunakan perantara media. Yang sering dipergunakan di rumah sakit adalah telepon. Bentuk komunikasi ini disebut dengan komunikasi SBAR (situation, background, assessment, and recommendation).
Bagian Manajemen RSU Anna Medika Madura yang diwakili Sobirin, S.Kep. menyambut hangat kegiatan pelatihan ini. Harapannya, pelatihan ini bermanfaat dan selalu diterapkan saat melayani pasien maupun saat berkomunikasi dengan rekan sejawat.
”Tentunya dengan meningkatnya mutu pelayanan, akan berdampak terhadap kestabilan kunjungan pasien di rumah sakit,” katanya. (*) Editor : Administrator