BANGKALAN, RadarMadura.id – Penerapan sistem parkir berlangganan di Kabupaten Bangkalan belum sepenuhnya efektif.
Indikasinya, ada oknum juru parkir (jukir) yang menyerahkan karcis bertuliskan retribusi parkir insidental di area parkir tepi jalan kepada pemotor.
Berdasarkan pantauan koran ini, pungutan karcis kepada pengendara kendaraan bermotor masih kerap terjadi di beberapa titik.
Padahal, Pemkab Bangkalan sudah menerapkan layanan parkir berlangganan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan Mohammad Hasan Faisol mengatakan, institusinya sudah inten memberikan pembinaan secara estafet kepada semua jukir.
Diakui, nemberikan pemahaman kepada jukir tidak semudah membalikkan tangan. Dia mengaku membutuhkan waktu untuk membina jukir agar bekerja sesuai ketentuan.
”Kasih kami kesempatan untuk memberikan pembinaan step by step kepada jukir,” pintanya.
Mantan Kepala DPRKP Bangkalan itu menambahkan, memberikan pelayanan kepada masyarakat memang tidak mudah.
Namun, institusinya akan terus berupaya mengontrol kinerja jukir agar bekerja sesuai ketentuan yang berlaku. Juga tidak melakukan pungli.
”Pelayanan yang kami berikan memang tidak sempurna apalagi parkir berlangganan ini baru diterapkan,” tuturnya.
Faisol juga mengeklaim bahwa Dishub Bangkalan sedang gencar memasang plang larangan pungutan karcis, CCTV, dan pos pantau di semua titik.
Kemudian, memberikan fasilitas kepada jukir berupa gaji dan peralatan parkir.
Baca Juga: Polisi Belum Periksa Terlapor, Kasus Dugaan Penganiayaan Bidan
”Kami fasilitasi mereka agar bekerja sesuai dengan ketentuan dan tidak ada lagi pungutan karcis. Tidak mudah tapi kami terus berusaha,” paparnya.
Menurut Faisol, jukir yang dibina institusinya harus mendapatkan fasilitas yang layak agar disiplin dalam bekerja.
Misalnya gaji yang layak agar para jukir tidak lagi melakukan pungli. Kemudian mengaktifkan pos pantau.
”Sehingga, ketika ada pungutan karcis, bisa langsung ditegur menggunakan pengeras suara,” ulasnya.
Sementara berkaitan dengan pemberian karcis insidental terhadap pengendara di jalan KH Moh. Kholil akan ditindaklanjuti institusinya.
Dia menyatakan jukir tersebut perlu dibina agar tidak lagi melakukan pungutan. ”Akan kami bina yang bersangkutan,” janjinya.
Vivin, salah seorang pemotor mengaku mendapatkan karcis parkir insidental saat dia mendatangi salah satu apotek di Jalan KH Moh. Kholil Bangkalan.
Saat hendak pulang, tiba-tiba ada jukir menyodorkan karcis yang bertuliskan karcis insidental.
”Setelah saya cek ada tulisan karcis insidental,” ucapnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti