Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tingkatkan Sarpras Ratusan Sekolah, Dispendik Bangkalan Komitmen Wujudkan Masyarakat Religius dan Berdaya Saing

Amin Basiri • Senin, 29 Desember 2025 | 14:14 WIB
PRASARANA PENDIDIKAN: Kadispendik Bangkalan (Depan) didampingi Kabid Pembinaan SD mengcek RKB SDN Mlajah 2 yang baru dibangun di tahun anggaran 2025.
PRASARANA PENDIDIKAN: Kadispendik Bangkalan (Depan) didampingi Kabid Pembinaan SD mengcek RKB SDN Mlajah 2 yang baru dibangun di tahun anggaran 2025.

BANGKALAN, RadarMadura.id - Dinas pendidikan (dispendik) bertekad mewujudkan visi kepemimpinan Bupati Bangkalan Lukman dan wakilnya, Moch. Fauzan Jafar.

Utamanya dalam rangka mewujudkan masyarakat religius dan berdaya saing. 

Terobosan yang dilakukan dispendik adalah meningkatkan mutu pendidikan.

Salah satunya, dengan cara meningkatkan infrastruktur pendidikan. Mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, dan SMP.

Kepala Dispendik Bangkalan Muhammad Yakub menyatakan, peningkatan prasarana pendidikan 2025 terdiri atas pembangunan dan rehabilitasi.

Mulai dari ruang kelas bersama (RKB), musala, pagar, paving, dan jamban sekolah.

Pemerintah ingin memastikan siswa mendapat fasilitas pendidikan yang layak dan representatif.

Apalagi infrastruktur menjadi salah satu item penting dalam pemenuhan delapan standar pendidikan nasional (SPN).

Setelah sarana dan prasarana (sarpras) sekolah layak, kami yakin dapat menunjang prestasi siswa, guru, dan sekolah, ujarnya.

REPRESENTATIF: Kadispendik Bangkalan Muhammad Yakub (bertopi) memantau gedung baru SDN Landak 2 Kecamatan Tanah Merah.
REPRESENTATIF: Kadispendik Bangkalan Muhammad Yakub (bertopi) memantau gedung baru SDN Landak 2 Kecamatan Tanah Merah.

Salah satu bukti nyata keseriusan pemerintah dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing adalah, banyaknya fasilitas pendidikan yang diperbaiki.

Selama 2025, terdapat 133 prasarana SD yang direhab dan dibangun melalui APBD.

Sementara, yang mendapat kucuran anggaran dari pemerintah pusat adalah empat lembaga.

Sedangkan di jenjang SMP, lembaga yang mendapat sentuhan dari pemerintah ada 43 lembaga. Perinciannya, 39 dibiayai menggunakan APBD dan 4 dari APBN.

Kemudian, terdapat tujuh PAUD yang mendapat sentuhan di bidang prasarana. Sedangkan yang menerima bantuan sarana tujuh lembaga (lihat grafis).

Pemerintah ingin memastikan generasi emas bisa belajar dengan baik, imbuhnya.

Yakub sadar pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan tidak bisa diselesaikan dalam satu tahun anggaran.

Sebab, harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Maka, pemenuhannya harus dilakukan secara bertahap.

Terdapat beberapa kriteria sekolah yang menjadi atensi dispendik dalam rangka pemenuhan sarpras.

DIAPRESIASI: Kadispendik Bangkalan berfoto bersama Gubernur Jawa Timur usai penerimaan penghargaan terbaik ke-1 dalam acara Anugerah Capaian Partisipasi Terunggul Webinar 5 Series.
DIAPRESIASI: Kadispendik Bangkalan berfoto bersama Gubernur Jawa Timur usai penerimaan penghargaan terbaik ke-1 dalam acara Anugerah Capaian Partisipasi Terunggul Webinar 5 Series.

Antara lain, tingkat kerusakan di atas 30 persen, dan status tanahnya tidak bermasalah.

Kemudian intervensi sarpras pendidikan juga dilakukan terhadap fasilitas pendidikan tidak seimbang.

Misalnya, sekolah yang harusnya memiliki enam kelas, tetapi di lapangan hanya memiliki tiga atau empat kelas, imbuhnya.

Mantan Kabag Umum Setkab Bangkalan itu menambahkan, lembaganya juga terus berupaya menggugah semangat belajar siswa.

Salah satunya dengan memberikan beasiswa kepada generasi yang berprestasi di tingkat provinsi. 

Tahun ini, terdapat 285 siswa dan mahasiswa yang diberi beasiswa oleh Pemkab Bangkalan. Di antaranya, 19 siswa SD/MI, 42 siswa SMP/MTs.

Upaya ini terus menunjukkan dampak positif dengan bertambahnya guru yang berprestasi.

Selain itu, prestasi membanggakan juga banyak dihadirkan oleh guru di Kabupaten Bangkalan.

Antara lain, juara 2 kategori Pelopor Komunitas Belajar Dikdas yang dilaksanakan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur 2025.

BBGTK juga menganugerahi juara satu Inovasi Guru kategori Pemimpin Pembelajaran.

Sedangkan upaya untuk mewujudkan generasi yang religiusitas dilaksanakan dengan beberapa terobosan. Yakni, kegiatan 1.000 wisuda tahfidz. Tujuannya, untuk mencetak generasi Qur'ani sejak dini.

Dispendik juga rutin memberikan insentif kepada ribuan guru ngaji. Itu sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas sumbangsihnya dalam mencetak generasi yang religius dan berahklakul karimah. 

Berbagai program yang dihadirkan dispendik juga mampu meningkatkan standar pelayanan minimal (SPM) Bangkalan.

Jika 2023 angkanya 53,92 atau belum tuntas, kini sudah mencapai 69,7 atau tuntas muda. Angka itu lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang angkanya 66,68. (jup)

Editor : Amin Basiri
#bangkalan #sarpras #dispendik