BANGKALAN, RadarMadura.id – Keputusan pemerintah untuk melelang armada Bus Trans Bangkalan sudah bulat. Sebab, dianggap tidak prospek saat dimanfaatkan sebagai transportasi publik. Penghapusan aset tersebut masih dalam proses pengusulan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pamekasan.
Rencana penghapusan aset PT Sumber Daya itu sudah lama diinisiasi. Yakni sejak kerja sama pemanfaatan Bus Trans Bangkalan tidak diperpanjang. Sehingga, hanya menjadi aset yang tidak termanfaatkan di Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan.
Direktur BUMD PT Sumber Daya Bangkalan Yudha Alihamsyah menyatakan, pemanfaatan Bus Trans Bangkalan sebagai sarana transportasi publik sudah tidak relevan. Namun tetap dipaksakan demik optimalisasi aset.
”Kami memang menyarankan waktu itu kepada pemegang saham untuk melelang bus tersebut,” terangnya.
Penghapusan armada Bus Trans Bangkalan tersebut telah disetujui bupati selaku pemegang saham. Sehingga, perusahannya langsung mengusulkan aset itu untuk dilelang ke KPKNL. Namun, pihaknya belum memastikan jumlah bus akan dilelang. Sebab, belum ada petunjuk dari pemegang saham.
”Kita punya 10 unit bus kata KPKNL semuanya harus dikonsulkan terlebih dahulu,” imbuhnya.
Ketua Komisi I DPRD Bangkalan Fadhurrosi sepakat jika aset milik pemkab tersebut dilelang. Sebab, pemanfaatan aset itu tidak maksimal. Apalagi setelah kontrak dengan organda tidak diperpanjang.
”Kami sepakat jika bus tersebut dilelang, apalagi jarang digunakan,” ucapnya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti