Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Diskop Umdag Bangkalan Belum Ajukan Program Revitalisasi Pasar

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 7 Agustus 2025 | 14:40 WIB
SASARAN RENOVASI: Pengendara melintas di halaman Pasar KLD Bangkalan Rabu (6/8). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
SASARAN RENOVASI: Pengendara melintas di halaman Pasar KLD Bangkalan Rabu (6/8). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Lima pasar tradisional membutuhkan revitalisasi. Tetapi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan keterbatasan anggaran untuk melakukan rehabilitasi.

Sehingga, pemkab hanya berharap kucuran dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan pemerintah pusat. Namun, usulannya hingga saat ini belum diajukan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan.

Plt Kepala Diskop Umdag Bangkalan Achmad Siddik menyatakan, ada lima pasar rakyat yang butuh direvitalisasi. Yakni, Pasar Modung, Blega, Labang, Sepulu, dan Pasar Ki Lemah Duwur (KLD). Pihaknya tidak menampik usulan program revitalisasi pasar belum diajukan.

”Masih bentuk proposal, belum dikirim karena belum lengkap dokumennya,” ujarnya.

Usulan program revitalisasi pasar akan dipecah. Yakni, dua pasar akan diajukan ke Pemprov Jatim agar mendapat program revitalisasi di tahun anggaran 2026. Sedangkan tiga pasar lainnya akan diajukan ke pemerintah pusat.

Siddik menambahkan, ada beberapa fasilitas pasar yang butuh rehabilitasi. Antara lain, perbaikan los, pagar hingga pemasangan paving. Tujuannya, untuk meningkatkan status pasar rakyat menjadi pasar semimodern.

”Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk renovasi lima pasar itu sekitar Rp 10 miliar,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkhurrahman mengaku mendukung upaya diskop umdag untuk melakukan renovasi pasar tradisional. Pihaknya berharap rencana tersebut segera ditindaklanjuti dan diseriusi.

”Ketika sarana dan prasarananya diperbaiki, ditingkatkan, maka pasar itu akan lebih nyaman dan berdampak positif terhadap peningkatan aktivitas jual beli. Sehingga, bisa meningkatkan pendapatan daerah,” pungkasnya. (lil/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pasar tradisional #renovasi #revitalisasi pasar #Diskop Umdag