BANGKALAN, RadarMadura.id – Sebanyak 4.859 mahasiswa dan mahasiswi baru Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengikuti program pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB). Acara yang digelar di Gedung Pertemuan RP Mohammad Noer itu dihadiri Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dalam pembukaan PKKMB Sakera 2025 tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak serta forkopimda se-Madura. Di hadapan ribuan mahasiswa dan mahasiswi baru UTM, AHY menyampaikan orasi kebangsaan dengan tema ”Kampus sebagai Kawah Candradimuka: Menempa Generasi Unggul, Tangguh, dan Mandiri dengan Nilai Luhur Pancasila”.
”Semoga UTM semakin sukses mencetak generasi muda penerus bangsa yang unggul, tangguh, dan mandiri,” ujar AHY.
Ada beberapa poin penting yang disampaikan AHY kepada ribuan mahasiswa dan mahasiswi baru UTM. Tujuannya, agar mahasiswa dan mahasiswi baru memiliki pemahaman tentang dunia saat ini. Membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui sektor pendidikan, menjadi salah satu alternatif yang perlu dipersiapkan.
”Semangat anak-anak muda harus dibarengi dengan kebijakan yang terus mendukung keberadaan mereka. Sehingga, mahasiswa dan mahasiswi memiliki kesiapan untuk masuk ke dunia kerja,” imbuhnya.
Dijelaskan, dunia industri terus berkembang dan kemajuan teknologi telah menggantikan sebagian peran dan pekerjaan manusia. Karena itu, generasi muda saat ini harus memiliki keterampilan yang terus di-update. Kampus memiliki peranan penting dan pemerintah akan terus mendorong dengan berbagai kebijakan.
”Ini adalah bentuk sinergisitas yang baik antara pemerintah dan kampus, kami juga berharap konektivitas di Madura semakin baik dan ini akan kita kawal,” janji AHY.
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ menyatakan, institusinya berharap kehadiran AHY menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa dan mahasiswi baru UTM. Apa yang saat ini dicapai oleh AHY diharapkan bisa juga dicapai oleh alumni UTM. Syaratnya, harus semangat dan terus bekerja keras.
”Meski awalnya tidak memiliki bakat, tapi orangnya pekerja keras, insyaallah yang dicita-citakan akan terwujud. Jangan lupa untuk terus berdoa kepada Yang Mahakuasa,” tuturnya.
Safi’ juga menyampaikan, UTM memiliki program penyediaan asrama bagi mahasiswa dan mahasiswi baru. Tujuannya, untuk penguatan pendidikan karakter. Tapi, kapasitas asrama tersebut saat ini baru 1.000 orang. Sehingga, membutuhkan pengembangan infrastruktur sarana dan prasarana (sarpras).
”Semoga ke depan pengembangan sarpras UTM mendapatkan dukungan dari beliau (AHY),” harapnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti