BANGKALAN, RadarMadura.id – Lima pasar tradisional yang dikelola Pemkab Bangkalan membutuhkan rehabilitasi. Yakni, Pasar Modung, Blega, Labang, Sepulu, dan Pasar Ki Lemah Duwur.
Oleh sebab itu, dinas koperasi, usaha mikro dan perdagangan (diskop umdag) mengusulkan anggaran rehabilitasi. Mulai dari perbaikan tembok yang roboh, los, dan pavingisasi. Rencananya, rehabilitasi lima pasar itu akan dilakukan tahun depan.
Jumlah pasar tradisional yang dikelola Diskop Umdag Bangkalan 29. ”Kami ingin ada peningkatan status ke depan, menjadi pasar rakyat semimodern. Karena, pasar-pasar itu sudah terlalu lama tradisional,” ujar Plt Kepala Diskop Umdag Bangkalan Achmad Siddiq.
Mantan sekretaris Dishub Bangkalan itu memaparkan, lembaganya diamanahkan memaksimalkan potensi pendapatan anggaran daerah (PAD) dari pasar. Itu dilakukan untuk menopang keuangan daerah.
”Di 2026 akan ada kenaikan target PAD sekitar Rp 750 Juta. Itu harus dipenuhi, karena nanti jadi sumber kontribusi untuk pemeliharaan,” tegasnya.
Ketua Paguyuban Pasar Bangkalan Mohammad Romli menyambut baik rencana perbaikan di lima pasar itu. Sebab, hampir semua pasar yang ada di Bangkalan memang membutuhkan rehabilitasi.
”Memang perlu adanya pembangunan untuk peningkatan sarana dan prasarananya. Salah satunya terkait perbaikan drainase. Sebab, ada beberapa pasar kalau hujan itu drainasenya tidak maksimal,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti