alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Kendaraan Roda Empat Macet di Gerbang Suramadu

BANGKALAN – Kemacetan arus lalu lintas terjadi di akses gerbang tol Suramadu sisi Madura. Kondisi macet tersebut berlangsung sejak enam hari terakhir ini. Yaitu mulai libur natal dan menjelang tahun baru.

Ismail, 23, warga asal Sampang menuturkan, kemacetan tidak hanya terjadi di depan gerbang tol Suramadu sisi Madura. Kondisi serupa juga terjadi di gerbang tol Suramadu sisi Surabaya. Kemacetan terjadi pada jalur roda empat.

Para pengendara mobil berebut untuk menjadi yang terdepan sehingga menutup badan jalan. ”Panjang macet sekitar 2,5 kilometer,” ungkapnya kemarin (30/12).

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, arus lalu lintas tersendat di depan gerbang tol. Lepas dari gerbang tol, tepatnya di Jembatan Suramadu, kendaraan melaju lancar.

Malik, 44, pengendara mobil asal Lamongan menjelaskan, dirinya terjebak macet sekitar 30 menit. Kemacetan, kata dia, dimungkinkan karena penerapan sistem pembayaran e-toll yang belum maksimal. Banyak pengendara roda empat yang belum memiliki kartu e-toll.

Baca Juga :  Harus Balikin Rp 167 Juta, DPKP Usai BPK Temukan Kekurangan Volume

”Mungkin karena sistem baru, makanya lama. Waktu mau ke Madura, saya juga masih kena macet,” tuturnya saat berada di lokasi kemacetan.

Dia menambahkan, pada musim liburan seperti saat ini, kemacetan lalu lintas bisa bertambah. Terutama pada malam tahun baru. ”Besok (hari ini, Red) bisa jadi lebih panjang lagi macetnya. Kecuali ada solusi dari petugas tol,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Gerbang Tol Suramadu Mujiono menerangkan, kemacetan bukan karena dipicu penerapan e-toll. Namun, meningkatnya volume kendaraan. Kondisi seperti ini biasa terjadi pada hari-hari libur panjang dan akhir tahun.

Penerapan sistem e-toll, kata dia, tidak menjadi soal. Masalahnya, masih banyak pengendara roda empat yang tidak memiliki e-toll. Dampaknya, proses pembayaran di gerbang tol sisi Madura dan Surabaya terhambat.

Baca Juga :  Inspektorat Bangkalan TemukanĀ 713 Kasus

Menurut dia, sistem pembayaran dengan uang tunai juga menjadi pemicu kemacetan. ”Masih pakai pembayaran langsung, ngasih uang kembalian. Jadinya lama. Banyak yang belum punya e-toll. Ini salah satu kendalanya,” ujar Mujiono.

Dia menambahkan, kemacetan siang kemarin (30/12) sudah mengalami penyusutuan. Panjang antrean hanya sekitar satu kilometer dari depan pintu gerbang tol Suramadu. Untuk kondisi pada malam tahun baru nanti, pihaknya belum memastikan. ”Kemungkinan tidak akan terjadi kemacetan panjang, mulai berkurang,” tukasnya.

BANGKALAN – Kemacetan arus lalu lintas terjadi di akses gerbang tol Suramadu sisi Madura. Kondisi macet tersebut berlangsung sejak enam hari terakhir ini. Yaitu mulai libur natal dan menjelang tahun baru.

Ismail, 23, warga asal Sampang menuturkan, kemacetan tidak hanya terjadi di depan gerbang tol Suramadu sisi Madura. Kondisi serupa juga terjadi di gerbang tol Suramadu sisi Surabaya. Kemacetan terjadi pada jalur roda empat.

Para pengendara mobil berebut untuk menjadi yang terdepan sehingga menutup badan jalan. ”Panjang macet sekitar 2,5 kilometer,” ungkapnya kemarin (30/12).


Pantauan Jawa Pos Radar Madura, arus lalu lintas tersendat di depan gerbang tol. Lepas dari gerbang tol, tepatnya di Jembatan Suramadu, kendaraan melaju lancar.

Malik, 44, pengendara mobil asal Lamongan menjelaskan, dirinya terjebak macet sekitar 30 menit. Kemacetan, kata dia, dimungkinkan karena penerapan sistem pembayaran e-toll yang belum maksimal. Banyak pengendara roda empat yang belum memiliki kartu e-toll.

Baca Juga :  Kekurangan Volume Program 2020, Dinkes Sebut Sudah Beres

”Mungkin karena sistem baru, makanya lama. Waktu mau ke Madura, saya juga masih kena macet,” tuturnya saat berada di lokasi kemacetan.

Dia menambahkan, pada musim liburan seperti saat ini, kemacetan lalu lintas bisa bertambah. Terutama pada malam tahun baru. ”Besok (hari ini, Red) bisa jadi lebih panjang lagi macetnya. Kecuali ada solusi dari petugas tol,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Gerbang Tol Suramadu Mujiono menerangkan, kemacetan bukan karena dipicu penerapan e-toll. Namun, meningkatnya volume kendaraan. Kondisi seperti ini biasa terjadi pada hari-hari libur panjang dan akhir tahun.

Penerapan sistem e-toll, kata dia, tidak menjadi soal. Masalahnya, masih banyak pengendara roda empat yang tidak memiliki e-toll. Dampaknya, proses pembayaran di gerbang tol sisi Madura dan Surabaya terhambat.

Baca Juga :  Air Tersendat, Tagihan Padat

Menurut dia, sistem pembayaran dengan uang tunai juga menjadi pemicu kemacetan. ”Masih pakai pembayaran langsung, ngasih uang kembalian. Jadinya lama. Banyak yang belum punya e-toll. Ini salah satu kendalanya,” ujar Mujiono.

Dia menambahkan, kemacetan siang kemarin (30/12) sudah mengalami penyusutuan. Panjang antrean hanya sekitar satu kilometer dari depan pintu gerbang tol Suramadu. Untuk kondisi pada malam tahun baru nanti, pihaknya belum memastikan. ”Kemungkinan tidak akan terjadi kemacetan panjang, mulai berkurang,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/