alexametrics
21.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Investigasi Penyebab Pasar Tanah Merah Terbakar

BANGKALAN – Penyebab pasti terbakarnya Pasar Tanah Merah belum diketahui. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dijadwalkan turun hari ini (31/10).

Kasubbaghumas Polres Bangkalan Iptu Suyitno mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pengembangan terkait kebakaran Pasar Tanah Merah. ”Inafis polres belum bisa menyimpulkan,” akunya kemarin (30/10).

”Karena mungkin terbentur masalah alatnya kurang lengkap dan sebagainya. Kewenangan kalau kasus seperti ini (kebakaran pasar, Red) dari polda,” katanya

Untuk mengetahui penyebab kebakaran Pasar Tanah Merah, pihaknya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Labfor Polda Jatim. ”Masih menunggu dari Tim Labfor Polda Jatim,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Roosli Hariyono menyampaikan, jumlah kios secara keseluruhan 460 unit. Baik semipermanen dan permanen. Yang terbakar ada 202 kios semipermanen dan 97 kios permanen. ”Sisi barat tidak terbakar, yang terbakar sisi timur,” terangnya.

Baca Juga :  Kepala Sekolah: Dana BOS Tak Bisa Diandalkan

Pria yang akrab disapa Nonok itu menambahkan, pedagang tidak mau direlokasi. Pihaknya nanti menunggu perintah bupati. Setelah dilakukan olah TKP oleh Tim Labfor Polda Jatim, lokasi akan dibersihkan.

”Untuk sementara kami akan melakukan pembangunan tenda setelah dibersihkan,” katanya.

Kerugian akibat kebakaran diprediksi mencapai Rp 5 miliar. Itu secara keseluruhan. Jika bangunannya sekitar Rp 3 miliar. ”Kami juga fokus pembangunan pasar di sisi utara,” imbuhnya.

Pasca kebakaran, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengaku prihatin atas insiden tersebut. Pihaknya meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran Pasar Tanah Merah. ”Kami meminta polisi mengusut tuntas terbakarnya Pasar Tanah Merah,” pintanya.

Pada saat kebakaran, proses pemadaman melibatkan unit damkar, satpol PP, Unit Damkar Lanal Batu Poron, dan water canon Polres Bangkalan. BPBD, PDAM, dan Dinsos Bangkalan juga terjun ke lokasi. 

Baca Juga :  Korsleting Listrik, Mobil Fortuner Jadi Arang
- Advertisement -

BANGKALAN – Penyebab pasti terbakarnya Pasar Tanah Merah belum diketahui. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dijadwalkan turun hari ini (31/10).

Kasubbaghumas Polres Bangkalan Iptu Suyitno mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pengembangan terkait kebakaran Pasar Tanah Merah. ”Inafis polres belum bisa menyimpulkan,” akunya kemarin (30/10).

”Karena mungkin terbentur masalah alatnya kurang lengkap dan sebagainya. Kewenangan kalau kasus seperti ini (kebakaran pasar, Red) dari polda,” katanya


Untuk mengetahui penyebab kebakaran Pasar Tanah Merah, pihaknya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Labfor Polda Jatim. ”Masih menunggu dari Tim Labfor Polda Jatim,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Roosli Hariyono menyampaikan, jumlah kios secara keseluruhan 460 unit. Baik semipermanen dan permanen. Yang terbakar ada 202 kios semipermanen dan 97 kios permanen. ”Sisi barat tidak terbakar, yang terbakar sisi timur,” terangnya.

Baca Juga :  Seragam dan Honor Linmas Rp 4,2 Miliar

Pria yang akrab disapa Nonok itu menambahkan, pedagang tidak mau direlokasi. Pihaknya nanti menunggu perintah bupati. Setelah dilakukan olah TKP oleh Tim Labfor Polda Jatim, lokasi akan dibersihkan.

”Untuk sementara kami akan melakukan pembangunan tenda setelah dibersihkan,” katanya.

Kerugian akibat kebakaran diprediksi mencapai Rp 5 miliar. Itu secara keseluruhan. Jika bangunannya sekitar Rp 3 miliar. ”Kami juga fokus pembangunan pasar di sisi utara,” imbuhnya.

Pasca kebakaran, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengaku prihatin atas insiden tersebut. Pihaknya meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran Pasar Tanah Merah. ”Kami meminta polisi mengusut tuntas terbakarnya Pasar Tanah Merah,” pintanya.

Pada saat kebakaran, proses pemadaman melibatkan unit damkar, satpol PP, Unit Damkar Lanal Batu Poron, dan water canon Polres Bangkalan. BPBD, PDAM, dan Dinsos Bangkalan juga terjun ke lokasi. 

Baca Juga :  Batas Usia Maksimal 35 Tahun
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/