alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Bangkalan Dapat Bagi Hasil Pajak Rokok Rp 1,4 Miliar

BANGKALAN – Tahun ini jatah dana bagi hasil pajak rokok untuk Bangkalan cukup besar, yakni Rp 39.012.475.105. Hingga akhir Juli ini, yang dicairkan Rp 1,4 miliar. Pencairan dana bagi hasil pajak rokok yang tidak sampai separo itu dinilai lamban.

Kabid Pengembangan dan Pengendalian Pendapatan Daerah Bapenda Bangkalan Sri Yenny Repeliyanti mengaku tidak tahu mengapa dana bagi hasil pajak rokok baru cair Rp 1,4 miliar. Kata dia, hampir setiap tahun dana tersebut memang tidak pernah cair 100 persen.

Yeni menyebutkan, pada 2016 Bangkalan dapat jatah dana bagi hasil pajak rokok Rp 29,0 miliar. Namun yang dicairkan hanya Rp 16,6 miliar. ”Tahun lalu kurang lebih 57 persen yang cair. Kemungkinan tahun ini juga seperti itu,” katanya Minggu (30/7).

Baca Juga :  Kok bisa! Delapan Motor Aset Pemkab Hilang

Pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa terkait pencairan dana tersebut. Pemkab Bangkalan menunggu kebijakan Pemprov Jatim. Sebab yang punya wewenang mencairkan dana bagi hasil pajak rokok yakni pemprov.

Yeni melanjutkan, dana bagi hasil pajak rokok yang diterima Pemkab Bangkalan biasanya dialokasikan untuk pelayanan kesehatan. ”Detail penggunaan dana kami tidak tahu. Kami mendata saja. Ketika dana dicairkan oleh pemprov, langsung masuk ke kasda,” ucapnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Muchlis Assuryani menyarankan bapenda jemput bola terkait pencairan dana bagi hasil pajak rokok. Tidak ada salahnya bapenda menanyakan tentang dana itu kepada pemprov. ”Kalau menunggu, tidak akan ada progres,” katanya.

Dihubungi, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Benny Sampirwanto mengatakan, mengenai dana bagi hasil pajak rokok, pemprov juga menunggu pencairan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). ”Ketika dari Kemenkeu cair, pemprov mencairkan ke daerah-daerah,” katanya.

Baca Juga :  12 Peserta Panwaslu Lolos Tes Tulis

BANGKALAN – Tahun ini jatah dana bagi hasil pajak rokok untuk Bangkalan cukup besar, yakni Rp 39.012.475.105. Hingga akhir Juli ini, yang dicairkan Rp 1,4 miliar. Pencairan dana bagi hasil pajak rokok yang tidak sampai separo itu dinilai lamban.

Kabid Pengembangan dan Pengendalian Pendapatan Daerah Bapenda Bangkalan Sri Yenny Repeliyanti mengaku tidak tahu mengapa dana bagi hasil pajak rokok baru cair Rp 1,4 miliar. Kata dia, hampir setiap tahun dana tersebut memang tidak pernah cair 100 persen.

Yeni menyebutkan, pada 2016 Bangkalan dapat jatah dana bagi hasil pajak rokok Rp 29,0 miliar. Namun yang dicairkan hanya Rp 16,6 miliar. ”Tahun lalu kurang lebih 57 persen yang cair. Kemungkinan tahun ini juga seperti itu,” katanya Minggu (30/7).

Baca Juga :  5 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Untuk Pasangan Milenial

Pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa terkait pencairan dana tersebut. Pemkab Bangkalan menunggu kebijakan Pemprov Jatim. Sebab yang punya wewenang mencairkan dana bagi hasil pajak rokok yakni pemprov.

Yeni melanjutkan, dana bagi hasil pajak rokok yang diterima Pemkab Bangkalan biasanya dialokasikan untuk pelayanan kesehatan. ”Detail penggunaan dana kami tidak tahu. Kami mendata saja. Ketika dana dicairkan oleh pemprov, langsung masuk ke kasda,” ucapnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Muchlis Assuryani menyarankan bapenda jemput bola terkait pencairan dana bagi hasil pajak rokok. Tidak ada salahnya bapenda menanyakan tentang dana itu kepada pemprov. ”Kalau menunggu, tidak akan ada progres,” katanya.

Dihubungi, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Benny Sampirwanto mengatakan, mengenai dana bagi hasil pajak rokok, pemprov juga menunggu pencairan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). ”Ketika dari Kemenkeu cair, pemprov mencairkan ke daerah-daerah,” katanya.

Baca Juga :  Coret Seragam, Siswa Konvoi Pada Hardiknas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/