alexametrics
24 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

KONI Canangkan Tiga Program Besar

BANGKALAN – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangkalan 2019–2023 dilantik Ketua KONI Jawa Timur hari ini (31/1). Pelantikan itu dilakukan di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Momen spesial itu juga akan dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali.

Ketua KONI Bangkalan terpilih Moch. Fauzan Ja’far punya mimpi besar dalam memimpin organisasi keolahragaan tersebut. Selama kepemimpinannya nanti, ada tiga agenda besar yang akan digarap secara serius. Pihaknya akan membenahi tata kelola organisasi keolahragaan ke depan.

”Bagaimana kita mengelola, membenahi secara kelembagaan, baik KONI sendiri maupun cabor-cabor yang ada,” ujar mantan ketua KPU Bangkalan ini.

Agenda kedua yang menjadi sasarannya adalah pembinaan olahraga secara kontinu dan berkelanjutan dalam upaya peningkatan kualitas dan prestasi atlet. KONI akan memetakan potensi masing-masing cabang olahraga (cabor). ”Selanjutnya kami lakukan skala prioritas, kira-kira cabang olahraga mana yang memiliki potensi besar di Bangkalan,” papar Fauzan.

Baca Juga :  Perketat Pintu Masuk Bangkalan

Program besar ketiga, menumbuhkan kultur keolahragaan di masyarakat dari kota hingga pelosok kecamatan. Jika kultur olahraga sudah menjadi budaya, akan mudah melihat potensi-potensi atlet di masyarakat.

Menurut dia, jika kultur keolahragaan sudah tumbuh dan berkembang di masyarakat, tidak menutup kemungkinan akan ada kegiatan yang berhubungan dengan sport tourism atau wisata olahraga. Semua itu harus berangkat dari kultur keolahragaan yang berkembang di masyarakat. ”Sehingga, ketika sport tourism ini bisa kita realisasikan, maka infrastruktur keolahragaan akan disediakan oleh pemerintah kabupaten,” ujar Fauzan.

Kultur keolahragaan ini, sambungnya, akan dilakukan secara bersamaan dengan pemetaan (mapping). Sebab, keduanya harus berjalan bersamaan dalam rangka mencari bibit-bibit atlet. ”Olahraga itu harus berkembang di seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, kami akan membentuk KOK, yakni koordinator olahraga kecamatan. Pengurusnya akan kita dorong untuk membuat program olahraga di masyarakat dalam rangka mencari bibit-bibit atlet,” paparnya.

Baca Juga :  Kantor dan Keluarga Sama Oke

Terkait anggaran yang diberikan untuk KONI sebesar Rp 2 miliar, pihaknya mengaku lebih baik karena ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Dengan anggaran segitu, pihaknya akan membuktikan dengan kerja maksimal. ”Agar anggaran tahun yang akan datang bisa lebih ditingkatkan lagi oleh pemerintah dan anggota dewan,” tandasnya. (rd)

BANGKALAN – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangkalan 2019–2023 dilantik Ketua KONI Jawa Timur hari ini (31/1). Pelantikan itu dilakukan di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Momen spesial itu juga akan dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali.

Ketua KONI Bangkalan terpilih Moch. Fauzan Ja’far punya mimpi besar dalam memimpin organisasi keolahragaan tersebut. Selama kepemimpinannya nanti, ada tiga agenda besar yang akan digarap secara serius. Pihaknya akan membenahi tata kelola organisasi keolahragaan ke depan.

”Bagaimana kita mengelola, membenahi secara kelembagaan, baik KONI sendiri maupun cabor-cabor yang ada,” ujar mantan ketua KPU Bangkalan ini.


Agenda kedua yang menjadi sasarannya adalah pembinaan olahraga secara kontinu dan berkelanjutan dalam upaya peningkatan kualitas dan prestasi atlet. KONI akan memetakan potensi masing-masing cabang olahraga (cabor). ”Selanjutnya kami lakukan skala prioritas, kira-kira cabang olahraga mana yang memiliki potensi besar di Bangkalan,” papar Fauzan.

Baca Juga :  33 Desa Potensi Rawan Konflik

Program besar ketiga, menumbuhkan kultur keolahragaan di masyarakat dari kota hingga pelosok kecamatan. Jika kultur olahraga sudah menjadi budaya, akan mudah melihat potensi-potensi atlet di masyarakat.

Menurut dia, jika kultur keolahragaan sudah tumbuh dan berkembang di masyarakat, tidak menutup kemungkinan akan ada kegiatan yang berhubungan dengan sport tourism atau wisata olahraga. Semua itu harus berangkat dari kultur keolahragaan yang berkembang di masyarakat. ”Sehingga, ketika sport tourism ini bisa kita realisasikan, maka infrastruktur keolahragaan akan disediakan oleh pemerintah kabupaten,” ujar Fauzan.

Kultur keolahragaan ini, sambungnya, akan dilakukan secara bersamaan dengan pemetaan (mapping). Sebab, keduanya harus berjalan bersamaan dalam rangka mencari bibit-bibit atlet. ”Olahraga itu harus berkembang di seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, kami akan membentuk KOK, yakni koordinator olahraga kecamatan. Pengurusnya akan kita dorong untuk membuat program olahraga di masyarakat dalam rangka mencari bibit-bibit atlet,” paparnya.

Baca Juga :  Rekanan Belum Garap Proyek Jalan

Terkait anggaran yang diberikan untuk KONI sebesar Rp 2 miliar, pihaknya mengaku lebih baik karena ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Dengan anggaran segitu, pihaknya akan membuktikan dengan kerja maksimal. ”Agar anggaran tahun yang akan datang bisa lebih ditingkatkan lagi oleh pemerintah dan anggota dewan,” tandasnya. (rd)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Kendaraan Dinas Tak Boleh Dipakai Liburan

Pemkab Bakal Libatkan Profesor

Kasek Potong Honor Guru Sukwan

Artikel Terbaru

/