alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Camat Kokop Tumbang dalam Seleksi Kepala DPMPTSP

BANGKALAN – Lelang terbuka calon pejabat pimpinan tinggi pratama di dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) Bangkalan tuntas. Dari empat pejabat yang ikut seleksi, satu orang dinyatakan gugur dan tidak masuk dalam penilaian tiga besar.

Anggota Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama DPMPTSP Bangkalan Syafik menjelaskan, berdasarkan tahapan seleksi, Camat Kokop Hairur Rakhman mendapatkan penilaian paling rendah. Ranking tertinggi diraih Sekretaris DPMPTSP Mohammad Hasan Faisol.

Kemudian, disusul Sekretaris Dinas Kesehatan Mohammad Rasuli serta Camat Modung M. Ainul Ghufron. ”Rekam jejak, penilaian makalah, dan tes wawancara. Yang mendapat penilaian paling rendah camat Kokop. Yang lain lolos tiga besar,” ujarnya Jumat (29/12).

Baca Juga :  Ratusan PAUD Belum Terakreditasi

Selanjutnya, Bupati Muh. Makmun Ibnu Fuad memilih satu di antara tiga nama tersebut yang dinilai paling layak menjabat sebagai Kepala DPMPTSP. ”Selebihnya, ya kewenangan bupati untuk menentukan siapa nanti kepala dinas perizinan (DPMPTSP, Red),” katanya. Akan tetapi, disarankan yang dipilih adalah yang terbaik.

Hanya, kata Syafik, otoritas bupati dalam hal ini sangat terbatas. Bupati tidak boleh memilih di luar tiga nama yang sudah mengikuti lelang terbuka ini. ”Bupati hanya boleh mengangkat satu orang di antara tiga nama itu. Nah di luar tiga orang itu, tidak boleh,” tuturnya.

Syafik menambahkan, proses lelang ini murni sesuai ketentuan. Tidak ada bentuk penyimpangan sedikit pun. ”Selama jadi pansel, tidak ada yang begitu-begituan. Murni sesuai mekanisme yang ada,” imbuhnya.

Baca Juga :  Statemen ”Universitas Tidak Muhammadiyah” Tuai Polemik

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Bangkalan Agus Salim mengatakan, sepanjang itu sudah berdasarkan hasil penilaian pansel, tidak ada persoalan. Yang penting, nama yang masuk tiga besar itu memang benar-benar layak memimpin DPMPTSP.

”Ya, semoga saja bisa memajukan perangkat daerah (PD) yang dipimpin nantinya. Bupati juga harus melihat hasil penilaian dari pansel,” tandasnya.

 

- Advertisement -

BANGKALAN – Lelang terbuka calon pejabat pimpinan tinggi pratama di dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) Bangkalan tuntas. Dari empat pejabat yang ikut seleksi, satu orang dinyatakan gugur dan tidak masuk dalam penilaian tiga besar.

Anggota Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama DPMPTSP Bangkalan Syafik menjelaskan, berdasarkan tahapan seleksi, Camat Kokop Hairur Rakhman mendapatkan penilaian paling rendah. Ranking tertinggi diraih Sekretaris DPMPTSP Mohammad Hasan Faisol.

Kemudian, disusul Sekretaris Dinas Kesehatan Mohammad Rasuli serta Camat Modung M. Ainul Ghufron. ”Rekam jejak, penilaian makalah, dan tes wawancara. Yang mendapat penilaian paling rendah camat Kokop. Yang lain lolos tiga besar,” ujarnya Jumat (29/12).

Baca Juga :  Ratusan PAUD Belum Terakreditasi

Selanjutnya, Bupati Muh. Makmun Ibnu Fuad memilih satu di antara tiga nama tersebut yang dinilai paling layak menjabat sebagai Kepala DPMPTSP. ”Selebihnya, ya kewenangan bupati untuk menentukan siapa nanti kepala dinas perizinan (DPMPTSP, Red),” katanya. Akan tetapi, disarankan yang dipilih adalah yang terbaik.

Hanya, kata Syafik, otoritas bupati dalam hal ini sangat terbatas. Bupati tidak boleh memilih di luar tiga nama yang sudah mengikuti lelang terbuka ini. ”Bupati hanya boleh mengangkat satu orang di antara tiga nama itu. Nah di luar tiga orang itu, tidak boleh,” tuturnya.

Syafik menambahkan, proses lelang ini murni sesuai ketentuan. Tidak ada bentuk penyimpangan sedikit pun. ”Selama jadi pansel, tidak ada yang begitu-begituan. Murni sesuai mekanisme yang ada,” imbuhnya.

Baca Juga :  Penghargaan Bagi Pelanggan Potensial

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Bangkalan Agus Salim mengatakan, sepanjang itu sudah berdasarkan hasil penilaian pansel, tidak ada persoalan. Yang penting, nama yang masuk tiga besar itu memang benar-benar layak memimpin DPMPTSP.

”Ya, semoga saja bisa memajukan perangkat daerah (PD) yang dipimpin nantinya. Bupati juga harus melihat hasil penilaian dari pansel,” tandasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/