alexametrics
24.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Belasan Miliar APBD 2019 untuk Bayar Utang RSUD

BANGKALAN – Pemkab Bangkalan kembali menganggarkan Rp 15 miliar dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019 untuk pembayaran utang pembangunan gedung RSUD Syamrabu. Sementara untuk pembayaran bunga dianggarkan Rp 743 juta.

Pembayaran utang tersebut dibayarkan ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Sebab, uang yang dipakai untuk membangun gedung RSUD Syamrabu itu merupakan hasil pinjaman dari PT SMI pada akhir 2013. Total sebesar Rp 93.701.037.681.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan Syamsul Arifin melalui Kabid Anggaran Budi Hariyanto mengutarakan, pembayaran utang pokok pembangunan gedung RSUD Syamrabu lunas tahun 2019. Uang yang disiapkan sebesar Rp 15.616.839.611 beserta dengan bunganya senilai Rp 743.860.437.

Baca Juga :  Ayu Khoirunita Akan Terus Mengabdi untuk Masyarakat

”Jadi, 2020 tidak ada beban utang lagi. Kami rutin bayar utang dari 2016. Tapi, untuk bunga dari 2014,” kata dia Kamis (29/11).

Pria yang akrab disapa Totok itu menyampaikan, utang tersebut tidak langsung satu kali pembayaran. Tetapi, dalam satu tahun ada empat kali pembayaran. Yakni, Januari, April, Juli dan Oktober.

”Tiap triwulan kami bayar. Bukan Rp 15 miliar satu kali pembayaran, tapi dicicil,” ujarnya.

Totok menyatakan, anggaran yang dialokasikan untuk pembayaran utang pokok itu bersumber dari pengeluaran pembiayaan. Adapun pembayaran bunga dari belanja tidak langsung atau belanja bunga.

”Sumbernya memang beda-beda. Yang jelas, 2020 APBD Bangkalan tidak lagi untuk membayar utang,” terangnya.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Kondusif

Sementara itu, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangkalan Musawwir mengatakan, jatah untuk pembayaran utang pokok pembangunan gedung RSUD Syamrabu itu memang dianggarkan tiap tahun. Namun, masa perjanjiannya empat tahun sudah lunas. ”2019 memang sudah lunas. Baguslah kalau begitu,” katanya.

Dengan demikian, di tahun-tahun berikutnya APBD Bangkalan tidak lagi terkuras hanya untuk pengeluaran membayar utang. Nantinya bisa dialihkan untuk program-program lain yang bisa langsung dinikmati masyarakat Bangkalan.

”Anggaran Rp 15 miliar itu besar. Kalau dialokasikan untuk jalan saja, banyak titik yang bisa dilaksanakan,” pungkasnya. 

- Advertisement -

BANGKALAN – Pemkab Bangkalan kembali menganggarkan Rp 15 miliar dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019 untuk pembayaran utang pembangunan gedung RSUD Syamrabu. Sementara untuk pembayaran bunga dianggarkan Rp 743 juta.

Pembayaran utang tersebut dibayarkan ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Sebab, uang yang dipakai untuk membangun gedung RSUD Syamrabu itu merupakan hasil pinjaman dari PT SMI pada akhir 2013. Total sebesar Rp 93.701.037.681.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan Syamsul Arifin melalui Kabid Anggaran Budi Hariyanto mengutarakan, pembayaran utang pokok pembangunan gedung RSUD Syamrabu lunas tahun 2019. Uang yang disiapkan sebesar Rp 15.616.839.611 beserta dengan bunganya senilai Rp 743.860.437.

Baca Juga :  Ayu Khoirunita Akan Terus Mengabdi untuk Masyarakat

”Jadi, 2020 tidak ada beban utang lagi. Kami rutin bayar utang dari 2016. Tapi, untuk bunga dari 2014,” kata dia Kamis (29/11).

Pria yang akrab disapa Totok itu menyampaikan, utang tersebut tidak langsung satu kali pembayaran. Tetapi, dalam satu tahun ada empat kali pembayaran. Yakni, Januari, April, Juli dan Oktober.

”Tiap triwulan kami bayar. Bukan Rp 15 miliar satu kali pembayaran, tapi dicicil,” ujarnya.

Totok menyatakan, anggaran yang dialokasikan untuk pembayaran utang pokok itu bersumber dari pengeluaran pembiayaan. Adapun pembayaran bunga dari belanja tidak langsung atau belanja bunga.

”Sumbernya memang beda-beda. Yang jelas, 2020 APBD Bangkalan tidak lagi untuk membayar utang,” terangnya.

Baca Juga :  Bayar Iuran JKN Rutin Bukan Berarti Berharap Sakit

Sementara itu, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangkalan Musawwir mengatakan, jatah untuk pembayaran utang pokok pembangunan gedung RSUD Syamrabu itu memang dianggarkan tiap tahun. Namun, masa perjanjiannya empat tahun sudah lunas. ”2019 memang sudah lunas. Baguslah kalau begitu,” katanya.

Dengan demikian, di tahun-tahun berikutnya APBD Bangkalan tidak lagi terkuras hanya untuk pengeluaran membayar utang. Nantinya bisa dialihkan untuk program-program lain yang bisa langsung dinikmati masyarakat Bangkalan.

”Anggaran Rp 15 miliar itu besar. Kalau dialokasikan untuk jalan saja, banyak titik yang bisa dilaksanakan,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/