alexametrics
23.5 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Mardiono Banjir Dukungan sebagai Calon Ketua Umum PPP

BANGKALAN – DPP PPP bakal menggelar Muktamar Akbar XI pada 19–21 Desember mendatang. Tepatnya di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jelang muktamar, sejumlah nama kader mulai bermunculan dalam bursa calon ketua umum partai berlambang Kakbah tersebut. Salah satunya HM. Mardiono.

Sejak M. Romahurmuziy, eks ketua umum DPP PPP, terseret kasus hukum, posisi pucuk pimpinan partai berlambang Kakbah tersebut kosong. Selama ini hanya diisi pelaksana tugas (Plt).

Kini, nama-nama calon ketua umum PPP yang memiliki dukungan kuat dari pengurus tingkat provinsi dan kabupaten/kota muncul. Salah satunya HM. Mardiono. Kader PPP yang saat ini menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) RI diprediksi meraih dukungan suara mayoritas.

Sebab, kiprahnya dinilai sangat loyal kepada partai. Sebab, politkus berlatar belakang pengusaha tersebut didorong untuk maju menjadi ketua umum PPP periode 2020–2025. Dia dikabarkan mendapat dukungan kuat. Salah satunya datang dari DPC PPP Bangkalan.

Baca Juga :  Gawat! 80 Persen Kasus yang Disidang di PN Bangkalan Lahgun Narkoba

Sekretaris DPC PPP Bangkalan KH. Taufieq Masduqie mengatakan, agenda Muktamar XI PPP kali ini diharapkan bisa menghasilkan ketua umum yang loyal pada partai. Sosok seperti Watimpres HM. Mardiono sangat tepat mengisi pucuk pimpinan partai. Terlebih, selama ini dia menjabat wakil ketua umum PPP.

”Di Muktamar XI nanti, agendanya revisi AD/ART, kepengurusan partai dan tentu golnya memilih ketua umum PPP,” katanya.

Menurut dia, sebenarnya banyak kader partai yang muncul. Di antaranya, Plt ketua umum sekarang, Soharso Monoarfah, termasuk juga Sekjen DPP PPP Asrul Sani. Tidak hanya dari kalangan internal saja. Tetapi, dari eksternal banyak yang diusulkan menjadi bakal calon ketua umum PPP.

Sebut saja, misalnya Sandiaga Uno, Gatot Nurmantyo, Khofifah Indar Parawansa, dan sejumlah tokoh nasional. ”Kabarnya banyak tokoh nasional bakal jadi kandidat calon ketua umum,” ujarnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Nilai Jual, Ini yang Dilakukan PNM Mekaar Cabang Kamal

Namun, sebagai orang partai, tentu kader sendiri yang pantas mengisi posisi ketua umum. Sebab, lebih banyak tahu bagaimana membesarkan mesin partai. Bukan hanya itu, kader partai juga berdarah-darah setiap kontestasi politik dalam meraup suara.

”Sehingga, sosok seperti Pak Mardiono sangat pas. Dia kader partai yang andal,” terangnya.

Dia menyampaikan, tidak mungkin seorang presiden mengangkat seseorang menjadi Watimpres jika tidak memiliki kapasitas yang mumpuni. ”Watimpres itu diangkat langsung oleh presiden. Dia sebagai penasihat presiden,” terangnya.

Ra Taufieq mengatakan, dipercaya sebagai penasihat oleh presiden itu menunjukkan bahwa Mardiono dirasa cukup memenuhi indikator menjadi calon ketua umum PPP. Sebab, Watimpres itu semacam bentuk pengakuan dari presiden karena dilihat dari kredibilitas dan kapabilitas seseorang.

”Saya yakin Pak Mardiono bisa. Integritasnya tidak perlu diragukan lagi,” katanya. (daf/par)

BANGKALAN – DPP PPP bakal menggelar Muktamar Akbar XI pada 19–21 Desember mendatang. Tepatnya di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jelang muktamar, sejumlah nama kader mulai bermunculan dalam bursa calon ketua umum partai berlambang Kakbah tersebut. Salah satunya HM. Mardiono.

Sejak M. Romahurmuziy, eks ketua umum DPP PPP, terseret kasus hukum, posisi pucuk pimpinan partai berlambang Kakbah tersebut kosong. Selama ini hanya diisi pelaksana tugas (Plt).

Kini, nama-nama calon ketua umum PPP yang memiliki dukungan kuat dari pengurus tingkat provinsi dan kabupaten/kota muncul. Salah satunya HM. Mardiono. Kader PPP yang saat ini menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) RI diprediksi meraih dukungan suara mayoritas.


Sebab, kiprahnya dinilai sangat loyal kepada partai. Sebab, politkus berlatar belakang pengusaha tersebut didorong untuk maju menjadi ketua umum PPP periode 2020–2025. Dia dikabarkan mendapat dukungan kuat. Salah satunya datang dari DPC PPP Bangkalan.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Tinjau Vaksinasi di Bangkalan

Sekretaris DPC PPP Bangkalan KH. Taufieq Masduqie mengatakan, agenda Muktamar XI PPP kali ini diharapkan bisa menghasilkan ketua umum yang loyal pada partai. Sosok seperti Watimpres HM. Mardiono sangat tepat mengisi pucuk pimpinan partai. Terlebih, selama ini dia menjabat wakil ketua umum PPP.

”Di Muktamar XI nanti, agendanya revisi AD/ART, kepengurusan partai dan tentu golnya memilih ketua umum PPP,” katanya.

Menurut dia, sebenarnya banyak kader partai yang muncul. Di antaranya, Plt ketua umum sekarang, Soharso Monoarfah, termasuk juga Sekjen DPP PPP Asrul Sani. Tidak hanya dari kalangan internal saja. Tetapi, dari eksternal banyak yang diusulkan menjadi bakal calon ketua umum PPP.

Sebut saja, misalnya Sandiaga Uno, Gatot Nurmantyo, Khofifah Indar Parawansa, dan sejumlah tokoh nasional. ”Kabarnya banyak tokoh nasional bakal jadi kandidat calon ketua umum,” ujarnya.

Baca Juga :  Teken Sekretaris Komisi Dipalsukan

Namun, sebagai orang partai, tentu kader sendiri yang pantas mengisi posisi ketua umum. Sebab, lebih banyak tahu bagaimana membesarkan mesin partai. Bukan hanya itu, kader partai juga berdarah-darah setiap kontestasi politik dalam meraup suara.

”Sehingga, sosok seperti Pak Mardiono sangat pas. Dia kader partai yang andal,” terangnya.

Dia menyampaikan, tidak mungkin seorang presiden mengangkat seseorang menjadi Watimpres jika tidak memiliki kapasitas yang mumpuni. ”Watimpres itu diangkat langsung oleh presiden. Dia sebagai penasihat presiden,” terangnya.

Ra Taufieq mengatakan, dipercaya sebagai penasihat oleh presiden itu menunjukkan bahwa Mardiono dirasa cukup memenuhi indikator menjadi calon ketua umum PPP. Sebab, Watimpres itu semacam bentuk pengakuan dari presiden karena dilihat dari kredibilitas dan kapabilitas seseorang.

”Saya yakin Pak Mardiono bisa. Integritasnya tidak perlu diragukan lagi,” katanya. (daf/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/