alexametrics
30.2 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Harga Cabai dan Bawang Naik

BANGKALAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, daya beli masyarakat tinggi. Menyikapi itu, kemarin (29/5)  Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bangkalan memantau harga bahan pokok ke sejumlah pasar tradisional.

Sekretaris TPID Bangkalan Joko Supriyono mengutarakan, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Fitri dilaksanakan di Pasar Ki Lemah Duwur (KLD), Pasar Bancaran, Pasar Tanah Merah, dan Pasar Arosbaya.

Hasilnya, ditemukan tiga komoditas yang harganya naik. Yakni, cabai merah, bawang putih, dan bawang merah. Harga cabai per kilogram Rp 50 ribu. Sebelum mendekati Lebaran, harga cabai dikisaran Rp 40 ribu–Rp 43 ribu per kilogram. ”Ada kenaikan harga Rp 7 ribu–Rp 10 ribu,” katanya.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran

Harga bawang merah dan bawang putih naik antara Rp 3 ribu–Rp 4 ribu per kilogram. Saat ini harga bawang merah Rp 28 ribu tiap kilogram. Sedangkan harga bawang putih sekarang Rp 32 ribu per kilogram. ”Kenaikannya tidak begitu signifikan,” ucap Joko.

Tiga komoditas itu mengalami kenaikan harga, tapi tidak memengaruhi inflasi. Sebab, harga bahan pokok yang lain stabil. ”Aman karena harga bahan pokok yang lain masih terjangkau,” tegasnya.

Menurut Joko, wajar ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga menjelang Lebaran. ”Permintaan tinggi sehingga wajar ada kenaikan harga,” tuturnya. ”Yang penting, inflasi stabil,” imbuhnya.

Kabag Perekonomian Setkab Bangkalan itu menyatakan, tugas TPID sekadar memantau. Kapasitas TPID hanya melihat harga bahan pokok di pasar tradisional. ”Kami tidak dalam rangka marah-marah melihat harga bahan pokok naik. Hanya melihat apa yang terjadi di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Disdik Tunggu Aturan Teknis Pemerintah Pusat

TPID sebatas memastikan bahwa semua kebutuhan bahan pokok masyarakat sepekan menjelang Idul Fitri tersedia di pasaran dengan harga terjangkau. Pemantauan TPID bertujuan mengantisipasi kenaikan harga. Mengingat, Lebaran merupakan hari besar keagamaan.

”Kenaikan harga bahan kebutuhan pokok bisa menimbulkan inflasi. Tetapi, di Bangkalan sekali lagi aman meskipun harga tiga komoditas mengalami kenaikan,” pungkas Joko. 

BANGKALAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, daya beli masyarakat tinggi. Menyikapi itu, kemarin (29/5)  Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bangkalan memantau harga bahan pokok ke sejumlah pasar tradisional.

Sekretaris TPID Bangkalan Joko Supriyono mengutarakan, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Fitri dilaksanakan di Pasar Ki Lemah Duwur (KLD), Pasar Bancaran, Pasar Tanah Merah, dan Pasar Arosbaya.

Hasilnya, ditemukan tiga komoditas yang harganya naik. Yakni, cabai merah, bawang putih, dan bawang merah. Harga cabai per kilogram Rp 50 ribu. Sebelum mendekati Lebaran, harga cabai dikisaran Rp 40 ribu–Rp 43 ribu per kilogram. ”Ada kenaikan harga Rp 7 ribu–Rp 10 ribu,” katanya.

Baca Juga :  Puncak Arus Mudik Diperkirakan H-3 Lebaran

Harga bawang merah dan bawang putih naik antara Rp 3 ribu–Rp 4 ribu per kilogram. Saat ini harga bawang merah Rp 28 ribu tiap kilogram. Sedangkan harga bawang putih sekarang Rp 32 ribu per kilogram. ”Kenaikannya tidak begitu signifikan,” ucap Joko.

Tiga komoditas itu mengalami kenaikan harga, tapi tidak memengaruhi inflasi. Sebab, harga bahan pokok yang lain stabil. ”Aman karena harga bahan pokok yang lain masih terjangkau,” tegasnya.

Menurut Joko, wajar ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga menjelang Lebaran. ”Permintaan tinggi sehingga wajar ada kenaikan harga,” tuturnya. ”Yang penting, inflasi stabil,” imbuhnya.

Kabag Perekonomian Setkab Bangkalan itu menyatakan, tugas TPID sekadar memantau. Kapasitas TPID hanya melihat harga bahan pokok di pasar tradisional. ”Kami tidak dalam rangka marah-marah melihat harga bahan pokok naik. Hanya melihat apa yang terjadi di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kemeriahan Menyambut Tahun Baru Islam di Kota Dzikir dan Sholawat

TPID sebatas memastikan bahwa semua kebutuhan bahan pokok masyarakat sepekan menjelang Idul Fitri tersedia di pasaran dengan harga terjangkau. Pemantauan TPID bertujuan mengantisipasi kenaikan harga. Mengingat, Lebaran merupakan hari besar keagamaan.

”Kenaikan harga bahan kebutuhan pokok bisa menimbulkan inflasi. Tetapi, di Bangkalan sekali lagi aman meskipun harga tiga komoditas mengalami kenaikan,” pungkas Joko. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Tujuh Jabatan Pimpinan OPD Kosong

Jewer Murid, Guru Terancam Dibui

Dahulukan Salat daripada Bicara Jangkrik

Artikel Terbaru

/