alexametrics
20.9 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Satpolair Waspadai Penggunaan Bom Ikan

BANGKALAN – Kelestarian laut memang perlu dijaga sehingga kehidupan serta ekosistem laut bisa berjalan optimal. Untuk itu, penggunaan alat dan cara tangkap ikan yang dapat merusak ekosistem laut perlu ditertibkan.

Kasatpolair Polres Bangkalan AKP Irma Sumiati menerangkan, pihaknya rutin melakukan patroli laut. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya konflik di laut, tindak pelanggaran, serta penggunaan alat tangkap yang tidak sesuai ketentuan. Seperti bom ikan dan trawl.

”Tidak ada kalau bom ikan. Nelayan di Madura khususnya Bangkalan masih menggunakan alat tangkap tradisional,” ungkapnya Selasa (29/5).

Menurut dia, yang sering terkena operasi adalah nelayan yang menggunakan trawl. Namun bukan nelayan lokal, melainkan nelayan dari luar Madura. Hal ini yang kerap memicu konflik antarnelayan lokal dengan pendatang. Jika tidak dilakukan penjagaan, nelayan setempat bisa bertindak sendiri.

Baca Juga :  Tersambar Petir saat Mancing, Korban Meninggal  

”Ini yang rentan konflik. Muncul gesekan antarnelayan lokal dengan luar Madura. Seperti di daerah Kwanyar beberapa waktu lalu,” ujar Irma.

Dia mengaku rutin melakukan patroli sepanjang perairan Bangkalan. Mulai dari Kecamatan Modung, Kwanyar, Labang, Kamal, Arosbaya, Klampis, Sepulu hingga Tanjungbumi. ”Kami melakukan sosialisasi untuk menekan kemungkinan penggunaan alat tangkap yang tidak sesuai aturan,” ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perikanan Bangkalan Subiyanto juga menyampaikan hal serupa. Menurut dia, penggunaan bom ikan oleh nelayan di Bangkalan nihil. Trawl juga sudah tidak dipakai nelayan lokal.

”Karena masyarakat sudah paham soal macam-macam alat tangkap yang dilarang. Kita harus sama-sama menjaga laut kita,” ajaknya.

 

Baca Juga :  Handak Warnai Aktivitas Nelayan

BANGKALAN – Kelestarian laut memang perlu dijaga sehingga kehidupan serta ekosistem laut bisa berjalan optimal. Untuk itu, penggunaan alat dan cara tangkap ikan yang dapat merusak ekosistem laut perlu ditertibkan.

Kasatpolair Polres Bangkalan AKP Irma Sumiati menerangkan, pihaknya rutin melakukan patroli laut. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya konflik di laut, tindak pelanggaran, serta penggunaan alat tangkap yang tidak sesuai ketentuan. Seperti bom ikan dan trawl.

”Tidak ada kalau bom ikan. Nelayan di Madura khususnya Bangkalan masih menggunakan alat tangkap tradisional,” ungkapnya Selasa (29/5).


Menurut dia, yang sering terkena operasi adalah nelayan yang menggunakan trawl. Namun bukan nelayan lokal, melainkan nelayan dari luar Madura. Hal ini yang kerap memicu konflik antarnelayan lokal dengan pendatang. Jika tidak dilakukan penjagaan, nelayan setempat bisa bertindak sendiri.

Baca Juga :  Sekeluarga Terpapar Covid-19

”Ini yang rentan konflik. Muncul gesekan antarnelayan lokal dengan luar Madura. Seperti di daerah Kwanyar beberapa waktu lalu,” ujar Irma.

Dia mengaku rutin melakukan patroli sepanjang perairan Bangkalan. Mulai dari Kecamatan Modung, Kwanyar, Labang, Kamal, Arosbaya, Klampis, Sepulu hingga Tanjungbumi. ”Kami melakukan sosialisasi untuk menekan kemungkinan penggunaan alat tangkap yang tidak sesuai aturan,” ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perikanan Bangkalan Subiyanto juga menyampaikan hal serupa. Menurut dia, penggunaan bom ikan oleh nelayan di Bangkalan nihil. Trawl juga sudah tidak dipakai nelayan lokal.

”Karena masyarakat sudah paham soal macam-macam alat tangkap yang dilarang. Kita harus sama-sama menjaga laut kita,” ajaknya.

 

Baca Juga :  Tersambar Petir saat Mancing, Korban Meninggal  
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/