alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Hari Terakhir April, Pasien Covid-19 Madura Jadi 26 Orang

BANGKALAN – Jumlah pasien terkonfirmasi coronavirus disease 2019 (Covid-19) terus bertambah. Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, hanya Sampang yang masih hijau. Sedangkan 37 daerah yang lain sudah merah. Termasuk Ngawi yang juga ditemukan satu kasus korona.

Berdasar peta sebaran Covid-19 Jawa Timur per 30 April 2020, ada tiga kasus baru di Madura. Dua kasus di Bangkalan dan satu kasus baru di Sumenep. Dengan demikian, di Madura sudah ada 26 kasus Covid-19. Perinciannya, Bangkalan 11 kasus, Pamekasan 10 kasus, dan 5 kasus di Sumenep.

Laman infocovid19.jatimprov.go.id juga menyebutkan pergerakan data orang dalam pemantauan (ODP). Hingga 30 April 2020, di Madura terdapat 1.442 orang. Perinciannya, Bangkalan 718 orang, Sampang 389 orang, Pamekasan 29, dan 306 di Sumenep.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Sukses Amankan Pelantikan Kepala Desa

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 16 orang minus Sampang. Bangkalan tujuh pasien, Pamekasan delapan pasien, dan seorang pasien di Sumenep. ”Penetapan PDP itu hanya berdasarkan riwayat perjalanan pasien,” terang Ketua Tim Kewaspadaan Covid-19 Sumenep Andri Dwi Wahyudi.

Menurut dia, penetapan satu orang PDP bukan pasien dengan gejala Covid-19. Hal itu dipublikasikan karena pelaporan pasien pada RSUD Sumenep sebagai PDP. Semula, pasien adalah perantau baru datang dari Jakarta. Datang berobat ke rumah sakit dengan keluhan sakit perut. Pasien itu sempat dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Setelah operasi, kondisi kesehatan pasien membaik. Namun, kondisinya kembali memburuk saat hendak dibawa pulang untuk perawatan di rumah. Karena dia punya riwayat baru pulang dari daerah lokal transmisi, oleh pihak rumah sakit di Surabaya dirawat di ruang isolasi dan ditetapkan PDP.

Baca Juga :  Universitas Trunojoyo Madura Gelar FGD dan Media Gathering

Pihak rumah sakit sudah menyarankan untuk menjalani rawat inap setelah dari Surabaya. Namun, pihak keluarga meminta yang bersangkutan dirawat di rumah. ”Intinya, pasien PDP itu bukan gejala Covid-19. Semua hasil tesnya negatif,” jelasnya. (jun/luq)

Selengkapnya baca Jawa Pos Radar Madura edisi Jumat, 1 Mei 2020

- Advertisement -

BANGKALAN – Jumlah pasien terkonfirmasi coronavirus disease 2019 (Covid-19) terus bertambah. Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, hanya Sampang yang masih hijau. Sedangkan 37 daerah yang lain sudah merah. Termasuk Ngawi yang juga ditemukan satu kasus korona.

Berdasar peta sebaran Covid-19 Jawa Timur per 30 April 2020, ada tiga kasus baru di Madura. Dua kasus di Bangkalan dan satu kasus baru di Sumenep. Dengan demikian, di Madura sudah ada 26 kasus Covid-19. Perinciannya, Bangkalan 11 kasus, Pamekasan 10 kasus, dan 5 kasus di Sumenep.

Laman infocovid19.jatimprov.go.id juga menyebutkan pergerakan data orang dalam pemantauan (ODP). Hingga 30 April 2020, di Madura terdapat 1.442 orang. Perinciannya, Bangkalan 718 orang, Sampang 389 orang, Pamekasan 29, dan 306 di Sumenep.

Baca Juga :  Distribusi 1.892 Tabloid Indonesia Barokah Ditunda


Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 16 orang minus Sampang. Bangkalan tujuh pasien, Pamekasan delapan pasien, dan seorang pasien di Sumenep. ”Penetapan PDP itu hanya berdasarkan riwayat perjalanan pasien,” terang Ketua Tim Kewaspadaan Covid-19 Sumenep Andri Dwi Wahyudi.

Menurut dia, penetapan satu orang PDP bukan pasien dengan gejala Covid-19. Hal itu dipublikasikan karena pelaporan pasien pada RSUD Sumenep sebagai PDP. Semula, pasien adalah perantau baru datang dari Jakarta. Datang berobat ke rumah sakit dengan keluhan sakit perut. Pasien itu sempat dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Setelah operasi, kondisi kesehatan pasien membaik. Namun, kondisinya kembali memburuk saat hendak dibawa pulang untuk perawatan di rumah. Karena dia punya riwayat baru pulang dari daerah lokal transmisi, oleh pihak rumah sakit di Surabaya dirawat di ruang isolasi dan ditetapkan PDP.

Baca Juga :  Polisi Usut Bansos Beras Kemensos

Pihak rumah sakit sudah menyarankan untuk menjalani rawat inap setelah dari Surabaya. Namun, pihak keluarga meminta yang bersangkutan dirawat di rumah. ”Intinya, pasien PDP itu bukan gejala Covid-19. Semua hasil tesnya negatif,” jelasnya. (jun/luq)

Selengkapnya baca Jawa Pos Radar Madura edisi Jumat, 1 Mei 2020

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/