alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Wow! Rp 21 M untuk Insentif Guru Ngaji

BANGKALAN – Insentif bagi guru ngaji dan guru madrasah diniyah (madin) di Bangkalan disalurkan Kamis (27/12). Dana insentif yang diberikan kali pertama itu dianggarkan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) 2018.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, insentif bagi guru ngaji dan madin Rp 200 ribu per bulan. Uang itu dicairkan per triwulan. Jadi tiap guru ngaji dan madin mendapat Rp 600 ribu dalam sekali penyaluran.

”Ini akan berlaku di tahun berikutnya. Ini merupakan program kami selama lima tahun,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Kota Salak itu menyebutkan, program pemberian insentif pada guru ngaji dan madin tersebut untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Selain itu untuk kesejaheteraan guru ngaji dan madin. Program ini menjadi prioritas dalam 100 hari kerja bupati dan wakil bupati.

Baca Juga :  Sekolah Tidak Boleh Terima Siswa Lebih dari Empat Rombel

Selain itu, merupakan wujud realisasi janji kampanye. ”Waktu kampanye kami sudah sampaikan akan memberikan insentif kepada guru ngaji dan madin,” papar mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

Tahun ini pihaknya menganggarkan insentif ini dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) sebesar Rp 5,2 miliar. Ra Latif akan lihat kemampuan APBD Bangkalan terlebih dahulu terkait kemungkinan menambah nominal insentif bagi guru ngaji dan madin tahun depan.

Penyaluran insentif dilakukan dengan by name by address. Pihaknya mengaku akan tetap melakukan pengawasan. Di antaranya memverifikasi rutin guru ngaji dan madin penerima manfaat.

”Kalau sudah tidak mengajar lagi, insentif dicabut. Setiap penerima kami lakukan verifikasi. Khawatir sewaktu-waktu guru ngajinya sudah beralih menjadi TKI,” ujar Ra Latif.

Baca Juga :  PLN Targetkan¬†2019¬†Madura Terang

Bupati yang dilantik pada September 2018 itu memaparkan, pada 2019 pihaknya kembali menganggarkan insentif guru ngaji dan madin. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 21 miliar. Nantinya tiap penerima manfaat bisa menerima insentif Rp 2.400.000 setahun. Insentif dicairkan dalam empat tahap. Setiap tahap Rp 600 ribu.

”Kami rasa insentif ini paling besar diberikan kepada guru ngaji dan guru madin dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur. Semoga bermanfaat,” harapnya.

BANGKALAN – Insentif bagi guru ngaji dan guru madrasah diniyah (madin) di Bangkalan disalurkan Kamis (27/12). Dana insentif yang diberikan kali pertama itu dianggarkan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) 2018.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, insentif bagi guru ngaji dan madin Rp 200 ribu per bulan. Uang itu dicairkan per triwulan. Jadi tiap guru ngaji dan madin mendapat Rp 600 ribu dalam sekali penyaluran.

”Ini akan berlaku di tahun berikutnya. Ini merupakan program kami selama lima tahun,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Kota Salak itu menyebutkan, program pemberian insentif pada guru ngaji dan madin tersebut untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Selain itu untuk kesejaheteraan guru ngaji dan madin. Program ini menjadi prioritas dalam 100 hari kerja bupati dan wakil bupati.

Baca Juga :  Disdik Anggarkan Rp 860 Juta untuk UASBN

Selain itu, merupakan wujud realisasi janji kampanye. ”Waktu kampanye kami sudah sampaikan akan memberikan insentif kepada guru ngaji dan madin,” papar mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

Tahun ini pihaknya menganggarkan insentif ini dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) sebesar Rp 5,2 miliar. Ra Latif akan lihat kemampuan APBD Bangkalan terlebih dahulu terkait kemungkinan menambah nominal insentif bagi guru ngaji dan madin tahun depan.

Penyaluran insentif dilakukan dengan by name by address. Pihaknya mengaku akan tetap melakukan pengawasan. Di antaranya memverifikasi rutin guru ngaji dan madin penerima manfaat.

”Kalau sudah tidak mengajar lagi, insentif dicabut. Setiap penerima kami lakukan verifikasi. Khawatir sewaktu-waktu guru ngajinya sudah beralih menjadi TKI,” ujar Ra Latif.

Baca Juga :  Insentif 232 Tenaga Kesehatan Ngendap

Bupati yang dilantik pada September 2018 itu memaparkan, pada 2019 pihaknya kembali menganggarkan insentif guru ngaji dan madin. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 21 miliar. Nantinya tiap penerima manfaat bisa menerima insentif Rp 2.400.000 setahun. Insentif dicairkan dalam empat tahap. Setiap tahap Rp 600 ribu.

”Kami rasa insentif ini paling besar diberikan kepada guru ngaji dan guru madin dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur. Semoga bermanfaat,” harapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/