alexametrics
20.9 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Razia PMKS Dinsos Fokus di Perkotaan

BANGKALAN – Penertiban penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Bangkalan rutin digelar setiap tahun. Sasarannya antara lain pengemis, gelandangan, dan anak jalanan (anjal).

Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Ahmad Riyadi menyampaikan, pihaknya kerap melakukan razia. Namun, banyak PMKS pendatang baru. Dengan demikian, razia perlu dilakukan rutin setiap tahun.

Razia hanya bisa dilakukan di sekitar wilayah perkotaan. Sementara PMKS yang beroperasi di daerah perkampungan, tidak bisa dijangkau.

 ”Kebanyakan pengemis yang biasa ke rumah-rumah warga. Kami tidak bisa sampai melakukan penertiban ke setiap perkampungan,” ujarnya Senin (28/5).

Namun pihaknya akan terus gencar melakukan razia, termasuk selama Ramadan. Pihaknya sudah mengantongi lokasi yang biasa dijadikan tempat mangkal para PMKS. ”Kebanyakan PMKS di Bangkalan dari luar daerah,” terangnya.

Baca Juga :  Warga Pertanyakan Realisasi BPNT

Dia menambahkan, sejauh ini belum ada PMKS yang diamankan. Sebab, lokasi PMKS kadang berpindah. Selain itu, saat dilakukan razia banyak yang kabur. ”Jadi agar tidak kabur, kami rahasiakan jadwal razia. Kami sudah pantau di mana saja tempat PMKS ini,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir mengatakan, pihaknya berharap penertiban bisa dilakukan secara berjenjang. Artinya, bisa bekerja sama dengan petugas dan pemerintah kecamatan hingga pedesaan. Sehingga penertiban bisa dilakukan secara menyeluruh.

”Bisa diajak kerja sama. Jadi kalau tidak bisa menjangkau, bisa minta bantuan di tingkat kecamatan atau desa,” tukasnya.

BANGKALAN – Penertiban penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Bangkalan rutin digelar setiap tahun. Sasarannya antara lain pengemis, gelandangan, dan anak jalanan (anjal).

Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Ahmad Riyadi menyampaikan, pihaknya kerap melakukan razia. Namun, banyak PMKS pendatang baru. Dengan demikian, razia perlu dilakukan rutin setiap tahun.

Razia hanya bisa dilakukan di sekitar wilayah perkotaan. Sementara PMKS yang beroperasi di daerah perkampungan, tidak bisa dijangkau.


 ”Kebanyakan pengemis yang biasa ke rumah-rumah warga. Kami tidak bisa sampai melakukan penertiban ke setiap perkampungan,” ujarnya Senin (28/5).

Namun pihaknya akan terus gencar melakukan razia, termasuk selama Ramadan. Pihaknya sudah mengantongi lokasi yang biasa dijadikan tempat mangkal para PMKS. ”Kebanyakan PMKS di Bangkalan dari luar daerah,” terangnya.

Baca Juga :  Ribuan Anak dan Lansia di Bangkalan Telantar

Dia menambahkan, sejauh ini belum ada PMKS yang diamankan. Sebab, lokasi PMKS kadang berpindah. Selain itu, saat dilakukan razia banyak yang kabur. ”Jadi agar tidak kabur, kami rahasiakan jadwal razia. Kami sudah pantau di mana saja tempat PMKS ini,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir mengatakan, pihaknya berharap penertiban bisa dilakukan secara berjenjang. Artinya, bisa bekerja sama dengan petugas dan pemerintah kecamatan hingga pedesaan. Sehingga penertiban bisa dilakukan secara menyeluruh.

”Bisa diajak kerja sama. Jadi kalau tidak bisa menjangkau, bisa minta bantuan di tingkat kecamatan atau desa,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/