alexametrics
21.3 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Obat Kusta Tersedia Gratis di Puskesmas

BANGKALAN – Penderita kusta di Bangkalan tergolong tinggi. Pemerintah dituntut lebih aktif melakukan pemberantasan kusta. Sebab, kusta masuk kategori penyakit menular.

Tahun lalu, ditemukan 262 penderita kusta di Bangkalan. Akumulasi selama tujuh tahun terakhir, yakni dari 2011 hingga 2017, penderita kusta di Kota Salak mencapai 2.264 orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bangkalan Abd. Walid Yusufi menjelaskan, ada dua jenis kusta. Yaitu, kusta kering atau pausi basiler (PB) dan kusta basah atau multibasiler (MB).

Penyakit kusta tidak mengakibatkan kematian. Tapi, bisa menyebabkan cacat. Ciri-ciri kusta di antaranya, kulit penderita putih atau merah sebagian seperti panu. Kulit yang terkena kusta mati rasa.

Baca Juga :  Program TKI Gratis Tak Laku

Di Bangkalan, penderita kusta lebih didominasi jenis MB. ”Kusta basah lebih cepat menular. Masa inkubasi penularan antara dua hingga lima tahun,” terang Walid Sabtu (28/4).

Kusta biasanya menular pada orang terdekat penderita. Seperti keluarga dan teman. Walid menegaskan, kusta bisa diobati dan disembuhkan. Kusta bukan kutukan atau penyakit turunan. Obat tersedia gratis di setiap puskesmas.

”Penderita kusta harus teratur berobat agar tidak sampai cacat. Pengobatan kusta kering minimal 6 bulan, kusta basah 12 bulan,” paparnya.

Jika memiliki tanda-tanda kusta, warga diminta segera melakukan pemeriksaan sehingga bisa cepat ditangani secara medis. Kebersihan tubuh sangat mempengaruhi penularan dan timbulnya penyakit kusta. Untuk itu, warga harus rutin menjaga kebersihan tubuh. ”Minimal mandi dua kali sehari,” sarannya.

Baca Juga :  Hasil Kreativitas Guru-Siswa

Penularan penyakit kusta bisa melalui udara atau pernapasan dan sentuhan langsung. Walid meminta penderita kusta tidak sungkan berobat. Tingginya angka penderita kusta karena banyak yang tidak segera memberitahu sehingga tidak bisa segera ditangani.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad juga meminta penderita kusta tidak malu memeriksakan penyakitnya kepada tenaga medis agar cepat diobati. ”Bisa jadi banyak penderita kusta belum berobat karena malu. Makanya, dinkes harus jemput bola memeriksa warga yang menderita kusta,” ucapnya.

- Advertisement -

BANGKALAN – Penderita kusta di Bangkalan tergolong tinggi. Pemerintah dituntut lebih aktif melakukan pemberantasan kusta. Sebab, kusta masuk kategori penyakit menular.

Tahun lalu, ditemukan 262 penderita kusta di Bangkalan. Akumulasi selama tujuh tahun terakhir, yakni dari 2011 hingga 2017, penderita kusta di Kota Salak mencapai 2.264 orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bangkalan Abd. Walid Yusufi menjelaskan, ada dua jenis kusta. Yaitu, kusta kering atau pausi basiler (PB) dan kusta basah atau multibasiler (MB).


Penyakit kusta tidak mengakibatkan kematian. Tapi, bisa menyebabkan cacat. Ciri-ciri kusta di antaranya, kulit penderita putih atau merah sebagian seperti panu. Kulit yang terkena kusta mati rasa.

Baca Juga :  Kuras Anggaran Puluhan Miliar, Terminal Tipe A Mangkrak

Di Bangkalan, penderita kusta lebih didominasi jenis MB. ”Kusta basah lebih cepat menular. Masa inkubasi penularan antara dua hingga lima tahun,” terang Walid Sabtu (28/4).

Kusta biasanya menular pada orang terdekat penderita. Seperti keluarga dan teman. Walid menegaskan, kusta bisa diobati dan disembuhkan. Kusta bukan kutukan atau penyakit turunan. Obat tersedia gratis di setiap puskesmas.

”Penderita kusta harus teratur berobat agar tidak sampai cacat. Pengobatan kusta kering minimal 6 bulan, kusta basah 12 bulan,” paparnya.

Jika memiliki tanda-tanda kusta, warga diminta segera melakukan pemeriksaan sehingga bisa cepat ditangani secara medis. Kebersihan tubuh sangat mempengaruhi penularan dan timbulnya penyakit kusta. Untuk itu, warga harus rutin menjaga kebersihan tubuh. ”Minimal mandi dua kali sehari,” sarannya.

Baca Juga :  Layanan Gratis bagi Maysarakat Tidak Mampu

Penularan penyakit kusta bisa melalui udara atau pernapasan dan sentuhan langsung. Walid meminta penderita kusta tidak sungkan berobat. Tingginya angka penderita kusta karena banyak yang tidak segera memberitahu sehingga tidak bisa segera ditangani.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad juga meminta penderita kusta tidak malu memeriksakan penyakitnya kepada tenaga medis agar cepat diobati. ”Bisa jadi banyak penderita kusta belum berobat karena malu. Makanya, dinkes harus jemput bola memeriksa warga yang menderita kusta,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/