alexametrics
22 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Urus Keterangan Swab Harus Taati Prosedur

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Keinginan masyarakat untuk mendapatkan penanganan lebih cepat prima harus jadi atensi RSUD Syamrabu. Namun, prosedur yang sudah ditetapkan juga wajib ditaati.

Wakil Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan dr. Farhat Suryaningrat mengatakan, sebenarnya sesuatu yang wajar jika masyarakat ingin proses cepat. Tetapi, tetap harus mematuhi prosedur pelayanan. Budaya daftar dan antre wajib diikuti.

”Yang sering terjadi mengenai pemeriksaan swab itu, masyarakat ingin (hasilnya) cepat jadi,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bangkalan kemarin (28/3).

Bahkan, sebagian masyarakat hanya ingin minta surat keterangan dari dokter tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Semisal, mendadak ingin terbang naik pesawat. Itu enggan diperiksa, tapi bersikeras minta surat keterangan. ”Itu kan tidak boleh. Tetap melalui pemeriksaan swab dulu,” tegasnya.

Baca Juga :  Baru Lima Pejabat Bangkalan Setor LHKPN, Bupati Angkat Bicara

Farhat mengungkapkan, selain kasus yang demikian, masyarakat juga tidak mau antre dan tidak mau registrasi. Padahal, tahapan itu harus dilalui. Yang parah lagi, karena RSUD Syamrabu Bangkalan merupakan rumah sakit milik pemerintah, lantas ada yang tidak mau bayar.

”Padahal, kami sudah memangkas banyak prosedur. Semisal untuk pemeriksaan darah atau Covid-19, itu biasanya ke poli atau ke UGD dulu. Sekarang langsung ke lab,” ujarnya.

Farhat menegaskan, penanganan yang diberikan rumah sakit tidak pandang bulu. Masyarakat biasa, pejabat atau tokoh agama, semua harus melalui prosedur.

”Kemarin (Sabtu, Red) saja, Ra Fathorrosi Zubeir tetap dilayani layaknya pasien biasa. Dia tetap harus daftar, antre, dan menunggu hasil sesuai yang ditetapkan,” terangnya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Bakal Ikuti Ujian Kejar Paket

Ra Fathorrosi, kata Farhat, melakukan swab PCR. Hasilnya tetap menunggu dua hari hingga tiga hari. Sementara, ada sebagian masyarakat yang ingin langsung jadi. Tentu hal tersebut tidak bisa, apalagi tidak mau bayar. ”Hasil antigen bisa diketahui 2 jam lengkap dengan surat keterangan dokter. Kemudian, hasil tes swab PCR diketahui 2–3 hari. Itu prosedur kami,” jelasnya.

Sementara itu, Ra Fathorrosi Zubeir mengaku saat melakukan swab PCR, penanganan yang diberikan rumah sakit layaknya pasien umum biasa. Tidak ada pengecualian. Karena itu, masyarakat juga harus menaati prosedur layanan yang diberlakukan pihak rumah sakit.

”Saya tetap daftar, lalu antre juga. Hasilnya tentu kami juga menunggu. Tidak bisa jadi seketika,” tuturnya.

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Keinginan masyarakat untuk mendapatkan penanganan lebih cepat prima harus jadi atensi RSUD Syamrabu. Namun, prosedur yang sudah ditetapkan juga wajib ditaati.

Wakil Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan dr. Farhat Suryaningrat mengatakan, sebenarnya sesuatu yang wajar jika masyarakat ingin proses cepat. Tetapi, tetap harus mematuhi prosedur pelayanan. Budaya daftar dan antre wajib diikuti.

”Yang sering terjadi mengenai pemeriksaan swab itu, masyarakat ingin (hasilnya) cepat jadi,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bangkalan kemarin (28/3).


Bahkan, sebagian masyarakat hanya ingin minta surat keterangan dari dokter tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Semisal, mendadak ingin terbang naik pesawat. Itu enggan diperiksa, tapi bersikeras minta surat keterangan. ”Itu kan tidak boleh. Tetap melalui pemeriksaan swab dulu,” tegasnya.

Baca Juga :  Cerita Kepala Ruangan Pemulasaraan Jenazah RSUD Syamrabu Sugiyanto

Farhat mengungkapkan, selain kasus yang demikian, masyarakat juga tidak mau antre dan tidak mau registrasi. Padahal, tahapan itu harus dilalui. Yang parah lagi, karena RSUD Syamrabu Bangkalan merupakan rumah sakit milik pemerintah, lantas ada yang tidak mau bayar.

”Padahal, kami sudah memangkas banyak prosedur. Semisal untuk pemeriksaan darah atau Covid-19, itu biasanya ke poli atau ke UGD dulu. Sekarang langsung ke lab,” ujarnya.

Farhat menegaskan, penanganan yang diberikan rumah sakit tidak pandang bulu. Masyarakat biasa, pejabat atau tokoh agama, semua harus melalui prosedur.

”Kemarin (Sabtu, Red) saja, Ra Fathorrosi Zubeir tetap dilayani layaknya pasien biasa. Dia tetap harus daftar, antre, dan menunggu hasil sesuai yang ditetapkan,” terangnya.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Gencarkan Vaksinasi di Sekolah dan Ponpes

Ra Fathorrosi, kata Farhat, melakukan swab PCR. Hasilnya tetap menunggu dua hari hingga tiga hari. Sementara, ada sebagian masyarakat yang ingin langsung jadi. Tentu hal tersebut tidak bisa, apalagi tidak mau bayar. ”Hasil antigen bisa diketahui 2 jam lengkap dengan surat keterangan dokter. Kemudian, hasil tes swab PCR diketahui 2–3 hari. Itu prosedur kami,” jelasnya.

Sementara itu, Ra Fathorrosi Zubeir mengaku saat melakukan swab PCR, penanganan yang diberikan rumah sakit layaknya pasien umum biasa. Tidak ada pengecualian. Karena itu, masyarakat juga harus menaati prosedur layanan yang diberlakukan pihak rumah sakit.

”Saya tetap daftar, lalu antre juga. Hasilnya tentu kami juga menunggu. Tidak bisa jadi seketika,” tuturnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/