21 C
Madura
Saturday, December 10, 2022

Kapolres Wiwit Gerak Cepat Antisipasi 3C

Polres Bangkalan Buat Inovasi Tombol Panik Prima

BANGKALAN – Sebagai institusi yang dekat dengan masyarakat, Polres Bangkalan terus hadir memberikan pelayanan maksimal. Kali ini, Korps Bhayangkara membuat inovasi spektakuler berupa aplikasi tombol panik. Aplikasi tersebut bertujuan mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas seperti curat, curas, dan curanmor (3C) di Kota Salak.

Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono menyampaikan, inovasi tombol panik prima merupakan aplikasi yang dilengkapi alarm pelindung dan sistem pelacakan lokasi terhadap pelapor. Aplikasi itu terbilang baru. Itu sebabnya, harus gencar disosialisasikan kepada masyarakat. Selain itu, polsek jajaran bisa memilih daerah yang dinilai sangat rawan.

Misalnya, kata Wiwit, ada insiden atau warga yang meminta bantuan, nanti tombol di aplikasi tersebut dipencet. ”Tombol itu untuk kepanikan. Kalau sudah panik, angkat telepon saja sudah tidak sempat. Kalau pakai tombol ini, tinggal pencet di polres langsung berbunyi alarm,” katanya.

Baca Juga :  Agribisnis UTM Siap Kuatkan BUMDes Madura

Menurut Wiwit, aplikasi tombol panik ini dibuat untuk mengantisipasi 3C. Bisa dipasang di toko, dalam rumah warga, atau objek vital lainnya. Untuk di dalam toko atau objek vital yang akan dipasang, harus ada handpohone atau komputer yang terpasang aplikasi dan terkoneksi ke polres.

”Ketika tombol ditekan, ada bunyi sirene di polres. Petugas tahu posisi itu di mana. Ini memudahkan petugas untuk ke TKP. Sebanyak-banyaknya titik akan dipasang karena inovasi yang kami buat berupa aplikasi,” ujarnya.

Alumnus Akpol 2002 itu menjelaskan, pihaknya juga akan mengantisipasi tangan jahil yang menggunakan aplikasi tersebut. Sebab, itu sangat memungkinkan. Justru yang dikhawatirkan, ketika benar-benar ada kejadian, petugas menyangka main-main.

Baca Juga :  Pola Pembelajaran di UTM meski Bangkalan Beralih Level 1

Karena itu, masyarakat juga harus berpartisipasi dan menyosialisasikan bahwa aplikasi itu bukan untuk main-main. Hadirnya aplikasi itu bertujuan memberikan rasa aman dan bukti pelayanan kepada masyarakat. ”Ini kerja ikhlas kami untuk masyarakat. Meskipun masyarakat tidak meminta, kami akan pasang ke pertokoan atau objek vital lainnya,” terang mantan Kapolres Pacitan itu. (rul/daf)

BANGKALAN – Sebagai institusi yang dekat dengan masyarakat, Polres Bangkalan terus hadir memberikan pelayanan maksimal. Kali ini, Korps Bhayangkara membuat inovasi spektakuler berupa aplikasi tombol panik. Aplikasi tersebut bertujuan mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas seperti curat, curas, dan curanmor (3C) di Kota Salak.

Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono menyampaikan, inovasi tombol panik prima merupakan aplikasi yang dilengkapi alarm pelindung dan sistem pelacakan lokasi terhadap pelapor. Aplikasi itu terbilang baru. Itu sebabnya, harus gencar disosialisasikan kepada masyarakat. Selain itu, polsek jajaran bisa memilih daerah yang dinilai sangat rawan.

Misalnya, kata Wiwit, ada insiden atau warga yang meminta bantuan, nanti tombol di aplikasi tersebut dipencet. ”Tombol itu untuk kepanikan. Kalau sudah panik, angkat telepon saja sudah tidak sempat. Kalau pakai tombol ini, tinggal pencet di polres langsung berbunyi alarm,” katanya.

Baca Juga :  Komunitas Indonesia Timur Area Bagi-Bagi Daging Kurban

Menurut Wiwit, aplikasi tombol panik ini dibuat untuk mengantisipasi 3C. Bisa dipasang di toko, dalam rumah warga, atau objek vital lainnya. Untuk di dalam toko atau objek vital yang akan dipasang, harus ada handpohone atau komputer yang terpasang aplikasi dan terkoneksi ke polres.

”Ketika tombol ditekan, ada bunyi sirene di polres. Petugas tahu posisi itu di mana. Ini memudahkan petugas untuk ke TKP. Sebanyak-banyaknya titik akan dipasang karena inovasi yang kami buat berupa aplikasi,” ujarnya.

Alumnus Akpol 2002 itu menjelaskan, pihaknya juga akan mengantisipasi tangan jahil yang menggunakan aplikasi tersebut. Sebab, itu sangat memungkinkan. Justru yang dikhawatirkan, ketika benar-benar ada kejadian, petugas menyangka main-main.

Baca Juga :  Hujan Delapan Jam, Sebelas Dusun Tergenang

Karena itu, masyarakat juga harus berpartisipasi dan menyosialisasikan bahwa aplikasi itu bukan untuk main-main. Hadirnya aplikasi itu bertujuan memberikan rasa aman dan bukti pelayanan kepada masyarakat. ”Ini kerja ikhlas kami untuk masyarakat. Meskipun masyarakat tidak meminta, kami akan pasang ke pertokoan atau objek vital lainnya,” terang mantan Kapolres Pacitan itu. (rul/daf)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/