alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Siswa SD Tewas Tertimpa Pohon

BANGKALAN – Maksud Nofita ingin ikut menyemarakkan jalan sehat dalam rangka peringatan HUT Ke-72 Republik Indonesia. Namun, nyawa warga Kampung Bandung Barat, Desa Keleyan, Kecamatan Socah, itu melayang setelah tertimpa pohon Minggu (27/8). Sebelum mengembuskan napas terakhir, siswa SD berumur sembilan tahun itu mengalami pendarahan.

Sekitar pukul 05.30, Mahmud, warga kampung setempat menebang pohon akasia di jalan raya desa. Pada saat menebang pohon tidak dilengkapi tanda-tanda bagi pengendara. Selain itu, tidak ada orang lain yang membantu pria 63 tahun itu untuk mengatur arus lalu litas.

Tak berselang lama, melintas Kholifah yang mengendarai sepeda motor. Perempuan 38 tahun itu hendak mengantarkan Nofita. Keponakannya itu akan mengikuti jalan sehat di Kecamatan Socah.

Baca Juga :  Siap Beri yang Terbaik untuk Negeri

Saat melintas di tempat Mahmud bekerja, batang pohon menimpa Nofita. Seketika itu tubuh bocah tersebut terpental dari atas kendaraan ke aspal jalan raya. Dia mengalami luka yang cukup parah. 

Kepala Puskesmas Socah Moh. Farid mengatakan, korban langsung mendapat perawatan medis. Saat tiba di puskesmas, Nofita tidak sadarakan diri. Dia mengalami pendarahan dari hidung dan telinga. Juga, luka lecet di bagian dahi. ”Langsung dirujuk ke rumah sakit,” ucapnya.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengatakan, mendengar informasi itu, anggota Polsek Socah langsung bergerak ke lokasi. Petugas dibantu warga mengevakuasi korban. Barang bukti yang diamankan berupa sebilah kapak, celurit kecil dan besar, serta batang kayu yang ditebang Mahmud. ”Dia (Mahmud, Red) masih kami periksa. Sabar, masih proses lidik,” ucapnya.

Baca Juga :  SMPN 4 Kamal Sekolah Jadi Rumah Kedua

 

- Advertisement -

BANGKALAN – Maksud Nofita ingin ikut menyemarakkan jalan sehat dalam rangka peringatan HUT Ke-72 Republik Indonesia. Namun, nyawa warga Kampung Bandung Barat, Desa Keleyan, Kecamatan Socah, itu melayang setelah tertimpa pohon Minggu (27/8). Sebelum mengembuskan napas terakhir, siswa SD berumur sembilan tahun itu mengalami pendarahan.

Sekitar pukul 05.30, Mahmud, warga kampung setempat menebang pohon akasia di jalan raya desa. Pada saat menebang pohon tidak dilengkapi tanda-tanda bagi pengendara. Selain itu, tidak ada orang lain yang membantu pria 63 tahun itu untuk mengatur arus lalu litas.

Tak berselang lama, melintas Kholifah yang mengendarai sepeda motor. Perempuan 38 tahun itu hendak mengantarkan Nofita. Keponakannya itu akan mengikuti jalan sehat di Kecamatan Socah.

Baca Juga :  Mayoritas SMK Swasta Belum Bentuk BKK

Saat melintas di tempat Mahmud bekerja, batang pohon menimpa Nofita. Seketika itu tubuh bocah tersebut terpental dari atas kendaraan ke aspal jalan raya. Dia mengalami luka yang cukup parah. 

Kepala Puskesmas Socah Moh. Farid mengatakan, korban langsung mendapat perawatan medis. Saat tiba di puskesmas, Nofita tidak sadarakan diri. Dia mengalami pendarahan dari hidung dan telinga. Juga, luka lecet di bagian dahi. ”Langsung dirujuk ke rumah sakit,” ucapnya.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengatakan, mendengar informasi itu, anggota Polsek Socah langsung bergerak ke lokasi. Petugas dibantu warga mengevakuasi korban. Barang bukti yang diamankan berupa sebilah kapak, celurit kecil dan besar, serta batang kayu yang ditebang Mahmud. ”Dia (Mahmud, Red) masih kami periksa. Sabar, masih proses lidik,” ucapnya.

Baca Juga :  Radar Madura Gelar Lomba Peringati HUT RI

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/