alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Pekerja SPAM Diduga Bukan dari Pemenang Lelang

BANGKALAN – Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) bisa saja memutus kontrak PT Tirta Sarana Mulia Technology. Itu jika rekanan pemenang lelang proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) tahap dua tersebut terbukti melanggar kontrak.

Pasalnya, pekerja yang menggarap proyek senilai Rp 21,5 miliar di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM), tepatnya di Dusun Tangkel, Desa/Kecamatan Burneh, Bangkalan itu diduga bukan dari PT Tirta Sarana Mulia Technology selaku pemenang lelang. Tetapi, pekerja dari PT Baya Jaya Cemerlang (BJC), rekanan asal Surabaya.

Sebagaimana diketahui, BPWS menganggarkan Rp 21.500.000.000 untuk proyek SPAM tahap dua. Dengan harga perkiraan sendiri Rp 21.479.059.000, PT Tirta Sarana Mulia Technology menjadi pemenang lelang dengan nilai terkoreksi Rp 19.903.810.000.

Anggaran tersebut untuk beberapa item pekerjaan. Di antaranya, pembuatan pagar pengamanan, pembuatan rumah pompa, dan pembuatan tandon air beserta mesin teknologi.

Baca Juga :  PT Gala Karya Jadi Menang Lelang

Di lokasi, pekerja menggarap proyek SPAM tahap dua. Misalnya, pembuatan fondasi. Ada juga pekerja yang melakukan pemotongan besi. Jawa Pos Radar Madura mencoba berinteraksi dengan para pekerja itu.

Mereka mengaku bukan dari PT Tirta Sarana Mulia Technology, melainkan dari PT Baya Jaya Cemerlang. Menurut salah seorang pekerja dari BJC, pada hari libur seperti Minggu (27/5) tidak ada petugas dari PT Tirta Sarana Mulia Technology di lokasi proyek.

Tapi pada hari aktif, petugas dari PT Tirta Sarana Mulia Technology biasanya ada. ”Besok (hari ini, Red) kalau mau ketemu dengan pihak PT Tirta Sarana Mulia Technology,” saran pekerja itu kepada koran ini.

Dihubungi, Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan mengaku tidak tahu jika pengerjaan proyek SPAM tahap dua pekerja dari PT BJC. Menurut dia, sesuai hasil lelang dan kontrak kerja, pengerjaan proyek SPAM dilakukan PT Tirta Sarana Mulia Technology. ”Masa dikerjakan rekanan lain,” katanya.

Baca Juga :  Polres Janji Terus Razia Miras

Dia mengungkapkan, sesuai hasil lelang dan kontrak kerja, PT Tirta Sarana Mulia Technology seharusnya melaksanakan sendiri pekerjaan proyek SPAM tahap dua. ”Kalau dikerjakan rekanan lain kan sama halnya jual SPK (surat perintah kerja). Praktik seperti itu tidak boleh,” tegasnya.

Pandit menyatakan, akan segera mencari tahu kebenaran rekanan yang mengerjakan proyek SPAM tahap dua. Apakah dikerjakan pekerja dari PT BJC atau PT Tirta Sarana Mulia Technology. ”Besok (hari ini, Red) kami cari tahu. Kalau seperti itu bisa saja diputus kontrak,” tandasnya.

Dimintai nomor telepon pihak PT Tirta Sarana Mulia Technology, Pandit mengaku tidak memiliki. ”Besok saya carikan,” tutup Pandit.

 

BANGKALAN – Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) bisa saja memutus kontrak PT Tirta Sarana Mulia Technology. Itu jika rekanan pemenang lelang proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) tahap dua tersebut terbukti melanggar kontrak.

Pasalnya, pekerja yang menggarap proyek senilai Rp 21,5 miliar di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM), tepatnya di Dusun Tangkel, Desa/Kecamatan Burneh, Bangkalan itu diduga bukan dari PT Tirta Sarana Mulia Technology selaku pemenang lelang. Tetapi, pekerja dari PT Baya Jaya Cemerlang (BJC), rekanan asal Surabaya.

Sebagaimana diketahui, BPWS menganggarkan Rp 21.500.000.000 untuk proyek SPAM tahap dua. Dengan harga perkiraan sendiri Rp 21.479.059.000, PT Tirta Sarana Mulia Technology menjadi pemenang lelang dengan nilai terkoreksi Rp 19.903.810.000.


Anggaran tersebut untuk beberapa item pekerjaan. Di antaranya, pembuatan pagar pengamanan, pembuatan rumah pompa, dan pembuatan tandon air beserta mesin teknologi.

Baca Juga :  Kontraktor Tuding Pemeriksaan BPK Tebang Pilih

Di lokasi, pekerja menggarap proyek SPAM tahap dua. Misalnya, pembuatan fondasi. Ada juga pekerja yang melakukan pemotongan besi. Jawa Pos Radar Madura mencoba berinteraksi dengan para pekerja itu.

Mereka mengaku bukan dari PT Tirta Sarana Mulia Technology, melainkan dari PT Baya Jaya Cemerlang. Menurut salah seorang pekerja dari BJC, pada hari libur seperti Minggu (27/5) tidak ada petugas dari PT Tirta Sarana Mulia Technology di lokasi proyek.

Tapi pada hari aktif, petugas dari PT Tirta Sarana Mulia Technology biasanya ada. ”Besok (hari ini, Red) kalau mau ketemu dengan pihak PT Tirta Sarana Mulia Technology,” saran pekerja itu kepada koran ini.

Dihubungi, Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan mengaku tidak tahu jika pengerjaan proyek SPAM tahap dua pekerja dari PT BJC. Menurut dia, sesuai hasil lelang dan kontrak kerja, pengerjaan proyek SPAM dilakukan PT Tirta Sarana Mulia Technology. ”Masa dikerjakan rekanan lain,” katanya.

Baca Juga :  PT Gala Karya Jadi Menang Lelang

Dia mengungkapkan, sesuai hasil lelang dan kontrak kerja, PT Tirta Sarana Mulia Technology seharusnya melaksanakan sendiri pekerjaan proyek SPAM tahap dua. ”Kalau dikerjakan rekanan lain kan sama halnya jual SPK (surat perintah kerja). Praktik seperti itu tidak boleh,” tegasnya.

Pandit menyatakan, akan segera mencari tahu kebenaran rekanan yang mengerjakan proyek SPAM tahap dua. Apakah dikerjakan pekerja dari PT BJC atau PT Tirta Sarana Mulia Technology. ”Besok (hari ini, Red) kami cari tahu. Kalau seperti itu bisa saja diputus kontrak,” tandasnya.

Dimintai nomor telepon pihak PT Tirta Sarana Mulia Technology, Pandit mengaku tidak memiliki. ”Besok saya carikan,” tutup Pandit.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/