BANGKALAN – Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah desa (pemdes) di Kota Bangkalan. Tak terkecuali di Desa Dlemer, Kecamatan Kwanyar. Selama Zainul Fuad memimpin, kondisi Desa Dlemer semakin membaik, terutama di bidang infrastruktur.

Desa Dlemer terdiri atas enam dusun. Di antaranya, Dusun Gumantar, Asem Peppek Barat, Asem Peppek Timur, Maddungan, Tlagah, dan Dlemer. Mayoritas warga bekerja sebagai petani. Misalnya, menanam padi, jagung, kacang, singkong, dan sebagainya.
Kepala Desa (Kades) Dlemer Zainul Fuad menyatakan, selama memimpin, dirinya fokus meningkatkan infrastruktur. Karena itu, dia giat membangun desa. ”Peningkatan infrastruktur yang kami utamakan,” katanya saat diwawancarai Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Zainul Fuad yang sudah dua periode memimpin Desa Dlemer menambahkan, pihaknya sudah membangun beberapa infrastruktur di berbagai lokasi. Misalnya, rabat beton, drainase, jembatan, dan penerangan di sepanjang jalan. ”Pembangunan merata di setiap dusun setiap tahun. Tahun 2022 melakukan rabat beton di empat titik dan satu drainase,” terangnya.
Zainul Fuad menjelaskan, saat pandemi Covid-19, pihaknya juga sudah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga kurang mampu. ”Selama kepemimpinan kami, memang ada pembukaan atau pembangunan jalan baru di semua dusun. Pada 2022, membuka jalan baru di Dusun Gumantar,” jelasnya.
Tahun ini rencananya dibangun jalan penghubung antardusun. Lokasinya di Dusun Asam Peppek Timur–Gumantar, Asam Peppek Timur–Kampung Geruggu, lalu dari Dusun Tlaggah–Kampung Maddungan, dan Asam Peppek Barat–Maddungan. Juga pembangunan drainase di Dusun Asam Peppek Barat dan jalan usaha tani (JUT) di Dusun Maddungan.
”Semoga apa yang kami lakukan bermanfaat. Pelayanan kepada warga juga maksimal serta zero pungutan administrasi alias gratis,” tandasnya. (rul/yan/par)