alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Dinkes Pastikan Vaksinasi Paling Efektif

 

BANGKALAN — Vaksin Covid-19 sudah didistribusikan ke 27 fasilitas kesehatan (faskes) di Bangkalan Rabu (27/1). Totalnya 2.480 vial. Hari ini (28/1) tiap faskes mulai action. Targetnya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo mengatakan, selain pendistribusian vaksin, juga dilakukan vaksinasi kepada Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dan anggota forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) pada Rabu (27/1).

”Dari 2.840 vaksin, sudah terpakai 10 vaksin untuk bupati dan anggota forkopimda. Termasuk saya,” katanya.

Jatah vaksinasi untuk 10 orang itu sebagai contoh jika vaksin aman dan tidak berbahaya. Karena itu, masyarakat tidak usah khawatir berlebihan. ”Sisa vaksin yang didistribusikan tinggal 2.470,” sebutnya.

Baca Juga :  Mau Tahu Cara Polres Bangkalan Berantas Narkoba? Simak Nih Bocorannya

Adapun 27 faskes yang mendapat vaksin di antaranya tersebar ke 22 puskesmas, 3 rumah sakit, dan klinik swasta. ”Untuk yang klinik itu di Kodim 0829 dan Mapolres Bangkalan,” terangnya.

Mantan kepala Puskesmas Blega itu menambahkan, faskes yang menerima jatah vaksin itu diperkirakan habis Sabtu (30/1). Sisanya, sebanyak 1.400 vial, akan tiba dua minggu lagi.

”Tapi, sisa vaksin yang belum diterima kami itu tetap untuk nakes. Sedangkan untuk masyarakat masih belum,” jelasnya.

Pejabat yang akrab disapa Yoyok itu menyatakan, setelah nakes kelar divaksinasi, baru berlanjut kepada pejabat dan aparat yang bergerak di bidang pelayanan publik. ”Setelah nakes, berikutnya pejabat atau aparat pelayanan publik,” tuturnya.

Baca Juga :  Bakal Alihkan Status Lahan PD Sumber Daya Untuk Dibangun Gedung DPRD

Vaksinasi kepada masyarakat belum dilakukan. Apakah nanti berupa anjuran atau wajib? Pihaknya belum membaca petunjuk teknis. Sebab, vaksinasi merupakan program pemerintah pusat, tentu tidak ada alasan untuk ditindaklanjuti.

”Program vaksinasi ini cara paling efektif untuk mengurangi lanju persebaran Covid-19. Ini salah satu cara,” tegasnya.

Yoyok berharap masyarakat tidak berasumsi negatif. Sebab, sejauh ini belum ada kejadian luar biasa setelah dilakukan vaksinasi. ”Karena memang vaksin itu aman, halal, dan tidak berbahaya,” tandasnya. (daf/onk/par)

 

BANGKALAN — Vaksin Covid-19 sudah didistribusikan ke 27 fasilitas kesehatan (faskes) di Bangkalan Rabu (27/1). Totalnya 2.480 vial. Hari ini (28/1) tiap faskes mulai action. Targetnya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes).


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo mengatakan, selain pendistribusian vaksin, juga dilakukan vaksinasi kepada Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dan anggota forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) pada Rabu (27/1).

”Dari 2.840 vaksin, sudah terpakai 10 vaksin untuk bupati dan anggota forkopimda. Termasuk saya,” katanya.

Jatah vaksinasi untuk 10 orang itu sebagai contoh jika vaksin aman dan tidak berbahaya. Karena itu, masyarakat tidak usah khawatir berlebihan. ”Sisa vaksin yang didistribusikan tinggal 2.470,” sebutnya.

Baca Juga :  Dishub Bangkalan Sediakan Dua Bus untuk Pelajar

Adapun 27 faskes yang mendapat vaksin di antaranya tersebar ke 22 puskesmas, 3 rumah sakit, dan klinik swasta. ”Untuk yang klinik itu di Kodim 0829 dan Mapolres Bangkalan,” terangnya.

Mantan kepala Puskesmas Blega itu menambahkan, faskes yang menerima jatah vaksin itu diperkirakan habis Sabtu (30/1). Sisanya, sebanyak 1.400 vial, akan tiba dua minggu lagi.

”Tapi, sisa vaksin yang belum diterima kami itu tetap untuk nakes. Sedangkan untuk masyarakat masih belum,” jelasnya.

Pejabat yang akrab disapa Yoyok itu menyatakan, setelah nakes kelar divaksinasi, baru berlanjut kepada pejabat dan aparat yang bergerak di bidang pelayanan publik. ”Setelah nakes, berikutnya pejabat atau aparat pelayanan publik,” tuturnya.

Baca Juga :  BPJS Hanya Cover 15 Pasien Katarak Setiap Bulan

Vaksinasi kepada masyarakat belum dilakukan. Apakah nanti berupa anjuran atau wajib? Pihaknya belum membaca petunjuk teknis. Sebab, vaksinasi merupakan program pemerintah pusat, tentu tidak ada alasan untuk ditindaklanjuti.

”Program vaksinasi ini cara paling efektif untuk mengurangi lanju persebaran Covid-19. Ini salah satu cara,” tegasnya.

Yoyok berharap masyarakat tidak berasumsi negatif. Sebab, sejauh ini belum ada kejadian luar biasa setelah dilakukan vaksinasi. ”Karena memang vaksin itu aman, halal, dan tidak berbahaya,” tandasnya. (daf/onk/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

BSM Bantu Masjid dan Peduli Sesama

Pemekaran Pemekasan Sulit Diwujudkan

Baddrut Janji Usut Penyebar Prasasti

Politik Sekarat, Sastra Menggugat!

Artikel Terbaru

/