alexametrics
25.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Distribusi 1.892 Tabloid Indonesia Barokah Ditunda

BANGKALAN – Tabloid Indonesia Barokah tidak hanya beredar di Sumenep. Tabloid ini juga ditujukan ke sejumlah pesantren dan takmir masjid di Bangkalan dan Pamekasan. Hampir dua ribu eksemplar saat ini masih ditahan di kantor PT Pos Indonesia.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangkalan A. Mustain Saleh menerangkan, tabloid-tabloid itu rencananya akan disebarkan ke pondok pesantren (ponpes) dan takmir masjid di 18 kecamatan. Sementara pengiriman tabloid tersebut di-pending oleh kantor pos. Sebab, ada instruksi dan menunggu kajian Bawaslu RI. ”Sementara tidak ada unsur kampanye karena bukan APK (alat peraga kampanye, Red),” jelasnya kemarin (27/1).

Selain itu, Bawaslu menunggu hasil kajian Dewan Pers. Sebab, tabloid merupakan bagian dari surat kabar. Pihaknya akan terus berkoordinasi agar masalah tabloid tersebut tidak menimbulkan kegaduhan. ”Kalau ini masuk ranah pidana umum, menjadi ranah kepolisian. Kami juga sudah meminta laporan dari bawah,” tandasnya.

Baca Juga :  Ayu Khoirunita Akan Terus Mengabdi untuk Masyarakat

Bawaslu sudah berkoordinasi dengan kantor pos dan kepolisian. Sementara tabloid masih ada di kantor pos masing-masing. ”Total perkiraan kami mencapai 982 eksemplar,” kata Mustain.

Sementara itu, Sandiaga Uno berharap masalah tersebut segera menemukan titik terang. Menurut dia, kampanye-kampanye hitam seharusnya tidak dilakukan. ”Kami imbau kepada para pendukung untuk tidak mencederai kesejukan dan kesantunan politik demokrasi ini dengan mode memecah belah seperti itu,” ucapnya.

Sandi berharap antar pihak tidak saling menyalahkan. Momen ini bisa dijadikan kesempatan saling mengintrospeksi diriuntuk memastikan persatuan dan ukhuwah terus terjaga.”Tentunya diproses saja dengan koridor hukum yang berlaku,” papar Sandi.

Sementara di Pamekasan, jumlah tabloid yang ditahan di kantor PT Pos Indonesia 910 paket. Tabloid tersebut tidak didistribusikan ke alamat tujuan merujuk pada imbauan Bawaslu. ”Rencananya akan dikirimkan ke pondok-pondok dan masjid di Pamekasan,” terang Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Pamekasan Sukma Umbara Tirta Firdaus dikutip dari RadarMadura.id.

Baca Juga :  Dua PDP Diisolasi di RSUD

BANGKALAN – Tabloid Indonesia Barokah tidak hanya beredar di Sumenep. Tabloid ini juga ditujukan ke sejumlah pesantren dan takmir masjid di Bangkalan dan Pamekasan. Hampir dua ribu eksemplar saat ini masih ditahan di kantor PT Pos Indonesia.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangkalan A. Mustain Saleh menerangkan, tabloid-tabloid itu rencananya akan disebarkan ke pondok pesantren (ponpes) dan takmir masjid di 18 kecamatan. Sementara pengiriman tabloid tersebut di-pending oleh kantor pos. Sebab, ada instruksi dan menunggu kajian Bawaslu RI. ”Sementara tidak ada unsur kampanye karena bukan APK (alat peraga kampanye, Red),” jelasnya kemarin (27/1).

Selain itu, Bawaslu menunggu hasil kajian Dewan Pers. Sebab, tabloid merupakan bagian dari surat kabar. Pihaknya akan terus berkoordinasi agar masalah tabloid tersebut tidak menimbulkan kegaduhan. ”Kalau ini masuk ranah pidana umum, menjadi ranah kepolisian. Kami juga sudah meminta laporan dari bawah,” tandasnya.

Baca Juga :  47.879 Warga Masih Menganggur

Bawaslu sudah berkoordinasi dengan kantor pos dan kepolisian. Sementara tabloid masih ada di kantor pos masing-masing. ”Total perkiraan kami mencapai 982 eksemplar,” kata Mustain.

Sementara itu, Sandiaga Uno berharap masalah tersebut segera menemukan titik terang. Menurut dia, kampanye-kampanye hitam seharusnya tidak dilakukan. ”Kami imbau kepada para pendukung untuk tidak mencederai kesejukan dan kesantunan politik demokrasi ini dengan mode memecah belah seperti itu,” ucapnya.

Sandi berharap antar pihak tidak saling menyalahkan. Momen ini bisa dijadikan kesempatan saling mengintrospeksi diriuntuk memastikan persatuan dan ukhuwah terus terjaga.”Tentunya diproses saja dengan koridor hukum yang berlaku,” papar Sandi.

Sementara di Pamekasan, jumlah tabloid yang ditahan di kantor PT Pos Indonesia 910 paket. Tabloid tersebut tidak didistribusikan ke alamat tujuan merujuk pada imbauan Bawaslu. ”Rencananya akan dikirimkan ke pondok-pondok dan masjid di Pamekasan,” terang Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Pamekasan Sukma Umbara Tirta Firdaus dikutip dari RadarMadura.id.

Baca Juga :  Madura Berduka, Sekjen Bassra Wafat
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/