alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Pandemi, Guwa Pote Sepi Pengunjung

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Objek wisata Guwa Pote Jaddih sampai saat ini sepi pengunjung. Selama pandemi Covid-19, salah satu tempat wisata yang menjadi ikon Bangkalan tersebut memang sepi. Karena itu, kolam renang Guwa Pote akhirnya tidak beroperasi.

Norhayati, 30, warga Desa Parseh, Kecamatan Socah, yang biasa berjualan di area tempat wisata Guwa Pote menuturkan, penghasilannya menurun selama pandemi. Perempuan yang berjualan aneka minuman dan snack itu sudah berjualan sejak 2014. Karena kolam renang Guwa Pote ditutup, dia pindah ke lokasi lain, tapi masih di area Guwa Pote.

”Sebelum pandemi, jumlah pengunjung rata-rata 200 orang sehari. Kalau Sabtu dan Minggu bisa mencapai 500 orang. Saat itu, penghasilan saya dalam sehari bisa Rp 500–Rp 700 ribu,” terangnya.

Baca Juga :  Optimalisasi Pemanfaatan Anggaran untuk Dorong Akselerasi PEN

Menurut dia, selama pandemi, pengunjung sekitar 30 orang. Itu pun pada saat weekend. Kalau hari-hari biasa kadang hanya satu atau dua pengunjung. ”Sementara yang buka hanya danau dan Guwa Pote saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Moh. Kholilur Rahman, 22, wisatawan asal Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, mengaku sudah tiga kali berkunjung ke Bukit Jaddih. Menurut dia, ada perbedaan pra dan pasca pandemi. ”Ini baru pertama berkunjung selama pandemi. Sekarang sepi, tidak seramai dulu,” katanya. (c2)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Objek wisata Guwa Pote Jaddih sampai saat ini sepi pengunjung. Selama pandemi Covid-19, salah satu tempat wisata yang menjadi ikon Bangkalan tersebut memang sepi. Karena itu, kolam renang Guwa Pote akhirnya tidak beroperasi.

Norhayati, 30, warga Desa Parseh, Kecamatan Socah, yang biasa berjualan di area tempat wisata Guwa Pote menuturkan, penghasilannya menurun selama pandemi. Perempuan yang berjualan aneka minuman dan snack itu sudah berjualan sejak 2014. Karena kolam renang Guwa Pote ditutup, dia pindah ke lokasi lain, tapi masih di area Guwa Pote.

”Sebelum pandemi, jumlah pengunjung rata-rata 200 orang sehari. Kalau Sabtu dan Minggu bisa mencapai 500 orang. Saat itu, penghasilan saya dalam sehari bisa Rp 500–Rp 700 ribu,” terangnya.

Baca Juga :  SDN Gelar KBM Tatap Muka

Menurut dia, selama pandemi, pengunjung sekitar 30 orang. Itu pun pada saat weekend. Kalau hari-hari biasa kadang hanya satu atau dua pengunjung. ”Sementara yang buka hanya danau dan Guwa Pote saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Moh. Kholilur Rahman, 22, wisatawan asal Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, mengaku sudah tiga kali berkunjung ke Bukit Jaddih. Menurut dia, ada perbedaan pra dan pasca pandemi. ”Ini baru pertama berkunjung selama pandemi. Sekarang sepi, tidak seramai dulu,” katanya. (c2)

Artikel Terkait

Most Read

Lulusan Tidak Memiliki Ijazah

Enam Kecamatan Tak Bisa Rekam E-KTP

Artikel Terbaru

/