alexametrics
21.1 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Produksi Tanaman Pajale Rendah Begini Penjelasan Dispertapahorbun

BANGKLAN – Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan belum maksimal meningkatkan produksi tanaman padi, jagung, dan kedelai (pajale). Buktinya, memasuki akhir 2019, produksi pajale masih rendah.

Sasaran rencana tanam tanaman padi pada November 2019 seluas 13.319 hektare. Realisasinya hanya 400 hektare. Rencana tanam jagung November sebanyak 23.185 hektare. Realisasinya baru 1.200 hektare. Terparah tanaman kedelai, realisasinya nihil.

Kepala Seksi (Kasi) Benih dan Perlindungan Tanaman (Perlintan) Dispertapahorbun Bangkalan Hasan Tofa menyampaikan, Bangkalan memiliki luas baku sawah 29.180 hektare. Puluhan ribu hektare lahan itu terdiri atas sawah irigasi dan sawah tadah hujan. Sawah irigasi dipecah menjadi dua bagian, yakni sawah nonteknis dan sawah irigasi teknis. ”Sawah irigasi 30 persen dan tadah hujan 40 persen,” ujarnya.

Baca Juga :  Ujian Tulis Berbasis Komputer Sesuai SOP

Sawah tadah hujan tanamnya menunggu musim hujan. Musim tanam (MT) saat ini 2019–2020. Menurut kalender, tanam dimulai pada Oktober–September 2020. Periode panen dimulai Januari–Desember. Untuk padi setahun bisa dilakukan tiga kali tanam. Tanaman padi sudah mulai tanam dan semai, khususnya di sekitar irigasi. ”Sawah bisa tanam namanya sistem tanam benih langsung (tabela),” ungkapnya.

Hasan menjelaskan, tanaman padi di sawah ada 400 hektare. Sasaran rencana tanam padi pada November 13.319 hektare. Realisasinya 400 hektare. Tanaman jagung pada November 23.185 hektare. Realisasinya baru 1.200 hektare. ”Kendala tanaman padi dan jagung menunggu hujan,” kelitnya.

”Kalau kedelai sasarannya November belum ada. Realisasinya juga belum ada. Penanaman bibit kedelai biasanya Februari–Maret sesuai keinginan kelompok tani,” imbuhnya mewakili Kepala Dispertapahorbun Bangkalan Puguh Santoso.

Baca Juga :  Hantam Pohon, Kaki Patah, Nyawa Melayang

Menurut Hasan, benih tanaman kedelai yang diusulkan untuk 2020 sebanyak 5 ribu hektare. Per hektare lebih kurang 125 kilogram. Per poktan ditarget menanam seratus hektare kedelai. Jumlah kelompok 50 poktan. ”Realisasinya di bawah itu (pengajuan, Red) mengaca pada tahun sebelumnya. Tergantung dari pemerintah pusat,” bebernya.

Tanaman padi dan jagung tersebar di seluruh kecamatan di Bangkalan. Tanaman kedelai kecamatan yang bisa tanam Kecamatan Konang, Galis, Modung, Kwanyar, dan Blega. Kecamatan lainnya ada yang bisa ditanami kedelai, tapi tidak banyak. Seperti Kecamatan Kamal, Tanah Merah, dan Socah. Produksi kedelai terbanyak di Kecamatan Galis dan Blega. ”Harapan kami, poktan yang belum dan ingin menanam kedelai mengajukan proposal kepada kami,” pungkasnya.

BANGKLAN – Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan belum maksimal meningkatkan produksi tanaman padi, jagung, dan kedelai (pajale). Buktinya, memasuki akhir 2019, produksi pajale masih rendah.

Sasaran rencana tanam tanaman padi pada November 2019 seluas 13.319 hektare. Realisasinya hanya 400 hektare. Rencana tanam jagung November sebanyak 23.185 hektare. Realisasinya baru 1.200 hektare. Terparah tanaman kedelai, realisasinya nihil.

Kepala Seksi (Kasi) Benih dan Perlindungan Tanaman (Perlintan) Dispertapahorbun Bangkalan Hasan Tofa menyampaikan, Bangkalan memiliki luas baku sawah 29.180 hektare. Puluhan ribu hektare lahan itu terdiri atas sawah irigasi dan sawah tadah hujan. Sawah irigasi dipecah menjadi dua bagian, yakni sawah nonteknis dan sawah irigasi teknis. ”Sawah irigasi 30 persen dan tadah hujan 40 persen,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Desak Percepat Pendistribusian Alsintan

Sawah tadah hujan tanamnya menunggu musim hujan. Musim tanam (MT) saat ini 2019–2020. Menurut kalender, tanam dimulai pada Oktober–September 2020. Periode panen dimulai Januari–Desember. Untuk padi setahun bisa dilakukan tiga kali tanam. Tanaman padi sudah mulai tanam dan semai, khususnya di sekitar irigasi. ”Sawah bisa tanam namanya sistem tanam benih langsung (tabela),” ungkapnya.

Hasan menjelaskan, tanaman padi di sawah ada 400 hektare. Sasaran rencana tanam padi pada November 13.319 hektare. Realisasinya 400 hektare. Tanaman jagung pada November 23.185 hektare. Realisasinya baru 1.200 hektare. ”Kendala tanaman padi dan jagung menunggu hujan,” kelitnya.

”Kalau kedelai sasarannya November belum ada. Realisasinya juga belum ada. Penanaman bibit kedelai biasanya Februari–Maret sesuai keinginan kelompok tani,” imbuhnya mewakili Kepala Dispertapahorbun Bangkalan Puguh Santoso.

Baca Juga :  Dispertapahorbun Jamin Stok Beras Selama Ramadan Aman

Menurut Hasan, benih tanaman kedelai yang diusulkan untuk 2020 sebanyak 5 ribu hektare. Per hektare lebih kurang 125 kilogram. Per poktan ditarget menanam seratus hektare kedelai. Jumlah kelompok 50 poktan. ”Realisasinya di bawah itu (pengajuan, Red) mengaca pada tahun sebelumnya. Tergantung dari pemerintah pusat,” bebernya.

Tanaman padi dan jagung tersebar di seluruh kecamatan di Bangkalan. Tanaman kedelai kecamatan yang bisa tanam Kecamatan Konang, Galis, Modung, Kwanyar, dan Blega. Kecamatan lainnya ada yang bisa ditanami kedelai, tapi tidak banyak. Seperti Kecamatan Kamal, Tanah Merah, dan Socah. Produksi kedelai terbanyak di Kecamatan Galis dan Blega. ”Harapan kami, poktan yang belum dan ingin menanam kedelai mengajukan proposal kepada kami,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/