alexametrics
28.8 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

UTM Gelar Seminar Datangkan Staf Presiden

BANGKALAN – Upaya mendorong pembangunan desa, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar seminar nasional, Senin (26/11). Kali ini, kampus ternama di Madura ini mendatangkan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Profesor Ahmad Erani Yustika sebagai pembicara.

Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat perekonomian Indonesia. Khususnya dukungan lembaga keuangan untuk kemandirian desa. Seminar yang digelar Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu juga dikemas dengan Focus Group Discussion (FGD). 

Pada momentum itu, ratusan mahasiswa diberi kesempatan berdiskusi  langsung dengan Profesor Ahmad Erani Yustika. Mereka antusias diskusi panjang lebar soal pembangunan desa. 

Selain itu, pada acara itu dilaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) antara UTM dengan Kepala Desa Telang Kecamatan Kamal. Dalam kesepakatan itu, Desa Telang akan menjadi laboratorium implementasi keilmuan mahasiswa dalam pembangunan desa.

Baca Juga :  Demi Keamanan, Lakukan Penjagaan 24 Jam

Menurut Prof Ahmad, mahasiswa tidak perlu tergoda isu-isu politik praktis. Karena dalam keadaan apapun, di dalam pemerintahan hanya ada dua hal yang ditawarkan yakni melanjutkan program yang bagus dari pemerintahan sebelumnya, dan membangun perubahan untuk kemajuan negara.

Dikatakan, posisi sivitas akademika saat ini lebih baik berada pada posisi tengah. Yakni kampus menjadi tempat untuk wawasan publik dan kebenaran ilmiah. 

Bahkan, lanjut dia, kampus juga harus lebih peka terhadap isu-isu ekonomi. Mulai dari makro ekonomi nasional, keadilan sosial pembangunan berkelanjutan, kemandirian ekonomi serta tata kelola pembangunan.

“Untuk mengawal semua hal ini, perlu adanya peran dari kampus untuk memajukan pembangunan ekonomi,” tegasnya. 

Dikatakan, kampus dan mahasiswa harus mendukung pembangunan ekonomi. Namun, untuk mencapai hal tersebut, perlu adanya pembenahan dari sektor yang paling kecil. Salah satunya pengawasan terhadap anggaran desa. 

Baca Juga :  Yakin Kembali Jadi Zona Hijau

Dia menjelaskan, desa memiliki kewenangan sendiri untuk mengelola keuangan. Bahkan, hal itu telah di atur dalam undang-undang. Dengan demikian, kampus harus banyak terjun mengawal desa dan memberi pengetahuan serta menghidupkan literasi agar mempercepat pembangunan.

“Kedepan, Pendalaman pembangunan harus dilakukan. Efektifitas pelayanan harus ditingkatkan,” jelasnya. 

Terpisah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Drs. H. Pribanus Wantara, M.M. mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab memberikan wawasan tambahan terhadap mahasiswa. “Acara ini sangat bagus. Selain mencerdaskan mahasiswa, kita bisa mengawal desa untuk lebih maju,”tuturnya. 

Ditambahkan, desa bisa menjadi labolatorium mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmunya. Mulai dari perencaan pembangunan desa, laporan keuangan serta pengembangan badan usaha milik desa (Bumdes). (rm2/fat)

BANGKALAN – Upaya mendorong pembangunan desa, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar seminar nasional, Senin (26/11). Kali ini, kampus ternama di Madura ini mendatangkan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Profesor Ahmad Erani Yustika sebagai pembicara.

Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat perekonomian Indonesia. Khususnya dukungan lembaga keuangan untuk kemandirian desa. Seminar yang digelar Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu juga dikemas dengan Focus Group Discussion (FGD). 

Pada momentum itu, ratusan mahasiswa diberi kesempatan berdiskusi  langsung dengan Profesor Ahmad Erani Yustika. Mereka antusias diskusi panjang lebar soal pembangunan desa. 

Selain itu, pada acara itu dilaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) antara UTM dengan Kepala Desa Telang Kecamatan Kamal. Dalam kesepakatan itu, Desa Telang akan menjadi laboratorium implementasi keilmuan mahasiswa dalam pembangunan desa.

Baca Juga :  Pemilihan Rektor Tunggu Kemenristekdikti

Menurut Prof Ahmad, mahasiswa tidak perlu tergoda isu-isu politik praktis. Karena dalam keadaan apapun, di dalam pemerintahan hanya ada dua hal yang ditawarkan yakni melanjutkan program yang bagus dari pemerintahan sebelumnya, dan membangun perubahan untuk kemajuan negara.

Dikatakan, posisi sivitas akademika saat ini lebih baik berada pada posisi tengah. Yakni kampus menjadi tempat untuk wawasan publik dan kebenaran ilmiah. 

Bahkan, lanjut dia, kampus juga harus lebih peka terhadap isu-isu ekonomi. Mulai dari makro ekonomi nasional, keadilan sosial pembangunan berkelanjutan, kemandirian ekonomi serta tata kelola pembangunan.

“Untuk mengawal semua hal ini, perlu adanya peran dari kampus untuk memajukan pembangunan ekonomi,” tegasnya. 

Dikatakan, kampus dan mahasiswa harus mendukung pembangunan ekonomi. Namun, untuk mencapai hal tersebut, perlu adanya pembenahan dari sektor yang paling kecil. Salah satunya pengawasan terhadap anggaran desa. 

Baca Juga :  900 Peserta Bakal Ramaikan Sumenep Run 10K

Dia menjelaskan, desa memiliki kewenangan sendiri untuk mengelola keuangan. Bahkan, hal itu telah di atur dalam undang-undang. Dengan demikian, kampus harus banyak terjun mengawal desa dan memberi pengetahuan serta menghidupkan literasi agar mempercepat pembangunan.

“Kedepan, Pendalaman pembangunan harus dilakukan. Efektifitas pelayanan harus ditingkatkan,” jelasnya. 

Terpisah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Drs. H. Pribanus Wantara, M.M. mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab memberikan wawasan tambahan terhadap mahasiswa. “Acara ini sangat bagus. Selain mencerdaskan mahasiswa, kita bisa mengawal desa untuk lebih maju,”tuturnya. 

Ditambahkan, desa bisa menjadi labolatorium mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmunya. Mulai dari perencaan pembangunan desa, laporan keuangan serta pengembangan badan usaha milik desa (Bumdes). (rm2/fat)

Artikel Terkait

Most Read

Resahkan Warga, 19 ODGJ Dipasung

Pasutri Jadi Bos Narkoba

Realisasi BPNT Butuh 186 E-Warung

Artikel Terbaru

/