alexametrics
20.9 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Pengembang Perumahan Hijau Daun Menghilang Setelah Terima Uang

BANGKALAN – Pengembang Perumahan Hijau Daun di Jalan Halim Perdanakusuma, Bangkalan, diduga menghilang. Padahal pengembang telah menerima pembayaran uang muka puluhan juta rupiah dari ratusan user yang ingin mendapatkan rumah.

Hampir dua tahun pembangunan rumah di Perumahan Hijau Daun tidak ada kepastian. Hingga Minggu (26/11), di lokasi tidak ada tanda-tanda akan dilanjutkan pembangunan perumahan. Hanya terdapat 4–6 rumah yang berdiri. Namun, rumah tersebut mangkrak dan tidak terurus.

Sri Yenny Repeliyanti, salah seorang pembeli rumah di Perumahan Hijau Daun mengaku sangat kecewa kepada pengembang. Kata dia, owner Perumahan Hijau Daun lari dan tidak memberi kabar. Padahal uang muka sudah masuk puluhan juta. ”Maret 2016 saya bayar untuk administrasi Rp 600 ribu dan DP (down payment) Rp 25 juta,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Perjuangkan Infrastruktur

Menurut dia, korban pengembang Perumahan Hijau Daun mencapai ratusan orang. Malah ada korban yang pesan dua rumah. Yenny mengaku sudah SMS ke owner Perumahan Hijau Daun, namun tidak ada balasan.

”Saya ingin tahu kapan rumah dikerjakan. Sudah hampir dua tahun tidak ada kabar,” ucapnya. Dia merasa tertipu karena tidak ada kejelasan kapan pembangunan di Perumahan Hijau Daun akan dilanjutkan.

Hal senada disampaikan Moh. Soleh. Dia mengatakan, uang muka yang sudah disetor ke pengembang Perumahan Hijau Daun sebesar Rp 25 juta. Namun, hingga sekarang belum bisa menempati rumah yang dipesan. ”Saya merasa tertipu. Saya sudah bayar DP Rp 25 juta tapi tidak ada tanda-tanda akan ada pembangunan,” katanya.

Dia mengaku kesulitan menemui pihak pengembang Perumahan Hijau Daun. Kantor Perumahan Hijau Daun di Bangkalan sudah tutup. ”Pengembang seperti hilang tanpa jejak. Sementara uang saya diambil,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Percepat Terwujudnya Kekebalan Komunal

Menurut Soleh, owner Perumahan Hijau Daun harus memberi kepastian. Banyak user yang menanti klarifikasi. ”Kalau memang mau dilanjutkan, segera bangun. Tapi jika tidak dilanjutkan, uang saya kembalikan. Termasuk, uang user yang lain,” ucapnya.

Sementara itu, Soroso selaku perwakilan Perumahan Hijau Daun menyatakan, pihaknya tidak lari. Kata dia, ada beberapa kendala yang membuat pengembangan Perumahan Hijau Daun terhenti. ”Salah satunya, izin dari status tanah yang merupakan lahan hijau menjadi lahan hunian,” katanya.

Menurut Soroso, owner Perumahan Hijau Daun dengan perwakilan user sudah bertemu. Kesepakatannya, Januari atau Februari 2018 akan segera diproses dan diurus. ”Harus melibatkan dinas pertanian dan pengairan. Makanya lambat,” dalihnya.

BANGKALAN – Pengembang Perumahan Hijau Daun di Jalan Halim Perdanakusuma, Bangkalan, diduga menghilang. Padahal pengembang telah menerima pembayaran uang muka puluhan juta rupiah dari ratusan user yang ingin mendapatkan rumah.

Hampir dua tahun pembangunan rumah di Perumahan Hijau Daun tidak ada kepastian. Hingga Minggu (26/11), di lokasi tidak ada tanda-tanda akan dilanjutkan pembangunan perumahan. Hanya terdapat 4–6 rumah yang berdiri. Namun, rumah tersebut mangkrak dan tidak terurus.

Sri Yenny Repeliyanti, salah seorang pembeli rumah di Perumahan Hijau Daun mengaku sangat kecewa kepada pengembang. Kata dia, owner Perumahan Hijau Daun lari dan tidak memberi kabar. Padahal uang muka sudah masuk puluhan juta. ”Maret 2016 saya bayar untuk administrasi Rp 600 ribu dan DP (down payment) Rp 25 juta,” ungkapnya.

Baca Juga :  Nasib Peserta Seleksi Panwaslu di Tangan Bawaslu

Menurut dia, korban pengembang Perumahan Hijau Daun mencapai ratusan orang. Malah ada korban yang pesan dua rumah. Yenny mengaku sudah SMS ke owner Perumahan Hijau Daun, namun tidak ada balasan.

”Saya ingin tahu kapan rumah dikerjakan. Sudah hampir dua tahun tidak ada kabar,” ucapnya. Dia merasa tertipu karena tidak ada kejelasan kapan pembangunan di Perumahan Hijau Daun akan dilanjutkan.

Hal senada disampaikan Moh. Soleh. Dia mengatakan, uang muka yang sudah disetor ke pengembang Perumahan Hijau Daun sebesar Rp 25 juta. Namun, hingga sekarang belum bisa menempati rumah yang dipesan. ”Saya merasa tertipu. Saya sudah bayar DP Rp 25 juta tapi tidak ada tanda-tanda akan ada pembangunan,” katanya.

Dia mengaku kesulitan menemui pihak pengembang Perumahan Hijau Daun. Kantor Perumahan Hijau Daun di Bangkalan sudah tutup. ”Pengembang seperti hilang tanpa jejak. Sementara uang saya diambil,” ungkapnya.

Baca Juga :  Belanja Tak Terduga Capai Rp 97,2 M

Menurut Soleh, owner Perumahan Hijau Daun harus memberi kepastian. Banyak user yang menanti klarifikasi. ”Kalau memang mau dilanjutkan, segera bangun. Tapi jika tidak dilanjutkan, uang saya kembalikan. Termasuk, uang user yang lain,” ucapnya.

Sementara itu, Soroso selaku perwakilan Perumahan Hijau Daun menyatakan, pihaknya tidak lari. Kata dia, ada beberapa kendala yang membuat pengembangan Perumahan Hijau Daun terhenti. ”Salah satunya, izin dari status tanah yang merupakan lahan hijau menjadi lahan hunian,” katanya.

Menurut Soroso, owner Perumahan Hijau Daun dengan perwakilan user sudah bertemu. Kesepakatannya, Januari atau Februari 2018 akan segera diproses dan diurus. ”Harus melibatkan dinas pertanian dan pengairan. Makanya lambat,” dalihnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/