alexametrics
21.2 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Didemo Anak Didik, Kepala SMKN 1 Sepulu Mengundurkan Diri

BANGKALAN – Permasalahan di internal SMKN 1 Sepulu menemui titik terang. Aksi demonstrasi siswa yang menuntut kepala sekolah diganti membuahkan hasil. Jumat (24/11), kepala SMKN 1 Sepulu resmi mengundurkan diri.

Kepala UPT Dinas Pendidikan Jawa Timur di Bangkalan Arif Khamzah mengatakan, sehari setelah siswa SMKN 1 Sepulu demo lagi, pihaknya kembali memanggil kepala sekolah. Saat itu pihaknya meminta pertanggungjawaban dan komitmen kepala sekolah.

”Sesuai komitmen di awal pembinaan, saya dengan tegas meminta supaya menulis surat pengunduran diri dari jabatan kepala sekolah. Itu resmi berlaku sejak Jumat,” katanya.

Kebijakan itu dilakukan semata-mata atas pertimbangan kegiatan belajar mengajar di lingkungan SMKN 1 Sepulu. Berdasarkan analisis tim dan pengawas yang diterjunkan ke sekolah tersebut, permasalahan memang dari satu faktor.

Baca Juga :  Aktivis Mahasiswa Minta Kepala Kejari Mundur

”Permintaan dan tuntutan siswa sudah terpenuhi. Semoga ini bisa menjadi awal yang baik untuk SMKN 1 Sepulu ke depan,” paparnya.

Sementara ini, kepala SMKN 1 Sepulu dijabat Plt yaitu kepala SMAN 3 Bangkalan Kamus. Dengan begitu, hari ini SMKN 1 Sepulu dipimpin kepala sekolah baru. ”Saya akan turun langsung ke SMKN 1 Sepulu. Saya akan berikan pembinaan kepada siswa dan guru sehingga ke depan kejadian seperti ini tidak terulang,” paparnya.

Pihaknya mengimbau kepada semua SMA dan sederajat supaya melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik. Jangan sampai suatu masalah di internal menjadi penyebab terjadinya mogok belajar seperti di SMKN 1 Sepulu. ”Ini contoh yang tidak baik. Jangan ditiru atau terjadi di sekolah lain,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bus Pelat Merah Dikomersialkan

Anisa Warda, mantan kepala SMKN 1 Sepulu membenarkan dirinya sudah mengundurkan diri sejak Jumat. Itu dilakukan atas pertimbangan kondusivitas di lingkungan sekolah. Harapannya, dengan pengunduran diri, siswa SMKN 1 Sepulu bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan tenang dan tenteram.

Dia mengaku tetap menyayangi dan mencintai anak didik di SMKN 1 Sepulu. ”Siswa harus belajar lebih baik dan harus meningkatkan prestasi. Semoga ke depan lebih kondusif,” ucapnya.

BANGKALAN – Permasalahan di internal SMKN 1 Sepulu menemui titik terang. Aksi demonstrasi siswa yang menuntut kepala sekolah diganti membuahkan hasil. Jumat (24/11), kepala SMKN 1 Sepulu resmi mengundurkan diri.

Kepala UPT Dinas Pendidikan Jawa Timur di Bangkalan Arif Khamzah mengatakan, sehari setelah siswa SMKN 1 Sepulu demo lagi, pihaknya kembali memanggil kepala sekolah. Saat itu pihaknya meminta pertanggungjawaban dan komitmen kepala sekolah.

”Sesuai komitmen di awal pembinaan, saya dengan tegas meminta supaya menulis surat pengunduran diri dari jabatan kepala sekolah. Itu resmi berlaku sejak Jumat,” katanya.


Kebijakan itu dilakukan semata-mata atas pertimbangan kegiatan belajar mengajar di lingkungan SMKN 1 Sepulu. Berdasarkan analisis tim dan pengawas yang diterjunkan ke sekolah tersebut, permasalahan memang dari satu faktor.

Baca Juga :  Letkol Armed Dodot Sugeng Hariadi Nakhoda Baru Dandim 0829

”Permintaan dan tuntutan siswa sudah terpenuhi. Semoga ini bisa menjadi awal yang baik untuk SMKN 1 Sepulu ke depan,” paparnya.

Sementara ini, kepala SMKN 1 Sepulu dijabat Plt yaitu kepala SMAN 3 Bangkalan Kamus. Dengan begitu, hari ini SMKN 1 Sepulu dipimpin kepala sekolah baru. ”Saya akan turun langsung ke SMKN 1 Sepulu. Saya akan berikan pembinaan kepada siswa dan guru sehingga ke depan kejadian seperti ini tidak terulang,” paparnya.

Pihaknya mengimbau kepada semua SMA dan sederajat supaya melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik. Jangan sampai suatu masalah di internal menjadi penyebab terjadinya mogok belajar seperti di SMKN 1 Sepulu. ”Ini contoh yang tidak baik. Jangan ditiru atau terjadi di sekolah lain,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Buka Kontes-Pameran Bonsai

Anisa Warda, mantan kepala SMKN 1 Sepulu membenarkan dirinya sudah mengundurkan diri sejak Jumat. Itu dilakukan atas pertimbangan kondusivitas di lingkungan sekolah. Harapannya, dengan pengunduran diri, siswa SMKN 1 Sepulu bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan tenang dan tenteram.

Dia mengaku tetap menyayangi dan mencintai anak didik di SMKN 1 Sepulu. ”Siswa harus belajar lebih baik dan harus meningkatkan prestasi. Semoga ke depan lebih kondusif,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/