alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Pendistribusian Kartu Tani Tunggu Juknis

BANGKALAN – Puluhan ribu kartu tani di Bangkalan belum disalurkan hingga Kamis (26/10). Alasannya, masih dalam proses input dan pendataan nama-nama petani yang tergabung dalam kelompok tani (poktan).

Kasubbag Program Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan Moeh. Ridhwan mengatakan, pembuatan kartu tani merupakan program yang harus cepat direalisasikan. ”Masih dalam proses. Baru terealisasi 35.600 kartu tani dari target 35 ribu tahun ini,” ujarnya.

Realisasi kartu tani banyak menemukan kendala di lapangan. Di antaranya, petani belum banyak memahami manfaat kartu tani. Dengan demikian, petugas perlu memberikan sosialisasi terlebih dahulu.

”Kendala lain, agar petani bisa memproses kartu tani, syarat dasar harus punya KTP. Sebab,  NIK-nya sangat dibutuhkan,” katanya kemarin.

Baca Juga :  Proyek Rest Area Senilai Rp 10,8 Miliar Digarap

Dari 35.600 kartu tani yang sudah diproses itu belum bisa didistribusikan. Sebab, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. ”Selain itu, karena masih proses input. Tapi, kami juga menunggu petunjuk teknis dari pusat,” ucapnya.

Ridhwan menjelaskan, tidak semua petani bisa membuat kartu tani. Sebab, harus tergabung juga dengan poktan. ”Sementara masih memprioritaskan yang tergabung dalam poktan. Bagi yang belum, segera bergabung,” jelasnya.

Kini, para penyuluh terus mendata nama-nama petani yang tergabung dalam poktan. Harapannya, akhir 2017 bisa mencapai target 55 ribu petani yang sudah membuat kartu tani. ”Optimistis capai target,” imbuhnya.

Manfaat dan tujuan dari pembuatan kartu tani itu banyak. Petani bisa mendapatkan kemudahan. Selain itu, bisa mendapatkan subsidi dari pemerintah. ”Misalnya butuh pupuk. Nah, kalau punya kartu tani, ya dapat subsidi. Intinya, dengan kartu tani itu, subsidi dari pemerintah bisa tepat sasaran,” terangnya.

Baca Juga :  Dispertapahorbun Imbau Petani Perhatikan Ketersediaan Air

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman mengatakan, pembuatan kartu tani harus segera dituntaskan. Namun, manakala masih banyak yang belum terakomodasi perihal pembuatan kartu tani, karena memang sosialisasinya belum maksimal.

”Banyak petani yang belum mendapat pemahaman tentang manfaat dan kegunaan kartu tani itu sendiri. Makanya, sosialisasinya harus optimal,” pintanya.

BANGKALAN – Puluhan ribu kartu tani di Bangkalan belum disalurkan hingga Kamis (26/10). Alasannya, masih dalam proses input dan pendataan nama-nama petani yang tergabung dalam kelompok tani (poktan).

Kasubbag Program Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan Moeh. Ridhwan mengatakan, pembuatan kartu tani merupakan program yang harus cepat direalisasikan. ”Masih dalam proses. Baru terealisasi 35.600 kartu tani dari target 35 ribu tahun ini,” ujarnya.

Realisasi kartu tani banyak menemukan kendala di lapangan. Di antaranya, petani belum banyak memahami manfaat kartu tani. Dengan demikian, petugas perlu memberikan sosialisasi terlebih dahulu.


”Kendala lain, agar petani bisa memproses kartu tani, syarat dasar harus punya KTP. Sebab,  NIK-nya sangat dibutuhkan,” katanya kemarin.

Baca Juga :  Bantuan Alsintan Berkurang Sebut dari Pemerintah Pusat Tidak Ada

Dari 35.600 kartu tani yang sudah diproses itu belum bisa didistribusikan. Sebab, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. ”Selain itu, karena masih proses input. Tapi, kami juga menunggu petunjuk teknis dari pusat,” ucapnya.

Ridhwan menjelaskan, tidak semua petani bisa membuat kartu tani. Sebab, harus tergabung juga dengan poktan. ”Sementara masih memprioritaskan yang tergabung dalam poktan. Bagi yang belum, segera bergabung,” jelasnya.

Kini, para penyuluh terus mendata nama-nama petani yang tergabung dalam poktan. Harapannya, akhir 2017 bisa mencapai target 55 ribu petani yang sudah membuat kartu tani. ”Optimistis capai target,” imbuhnya.

Manfaat dan tujuan dari pembuatan kartu tani itu banyak. Petani bisa mendapatkan kemudahan. Selain itu, bisa mendapatkan subsidi dari pemerintah. ”Misalnya butuh pupuk. Nah, kalau punya kartu tani, ya dapat subsidi. Intinya, dengan kartu tani itu, subsidi dari pemerintah bisa tepat sasaran,” terangnya.

Baca Juga :  BPWS-Rekanan Belum Teken Kontrak Proyek SPAM

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman mengatakan, pembuatan kartu tani harus segera dituntaskan. Namun, manakala masih banyak yang belum terakomodasi perihal pembuatan kartu tani, karena memang sosialisasinya belum maksimal.

”Banyak petani yang belum mendapat pemahaman tentang manfaat dan kegunaan kartu tani itu sendiri. Makanya, sosialisasinya harus optimal,” pintanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/