alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Jaksa Hadirkan Enam Saksi Dalam Sidang Pungli Perizinan

BANGKALAN – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) dugaan pungutan liar (pungli) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan masuk sidang kedua. Kamis (26/10), jaksa penuntut umum (JPU) mendatangkan enam saksi ke di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Mereka adalah Hairul selaku penyidik Polres Bangkalan, Dony Heryanto selaku wartawan media online,  Imam Buchori mahasiswa. Kemudian, Anwar Sadad selaku developer dan pegawai DPMPTSP Bangkalan Ook Adiamsah dan Moh. Indra.

Kasipidsus Kejari Bangkalan Hendra Purwanto Arifin membenarkan, kemarin digelar sidang dengan agenda mendatangkan saksi dari jaksa. Tujuannya, menguatkan dakwaan yang telah dibacakan pekan lalu. ”Agendanya hari ini (kemarin, Red) sidang dengan mendatangkan saksi,” terangnya.

Sidang sebelumnya adalah pembacaan dakwaan oleh jaksa. Achmad Fatah Yasin dan Agus Heri Cahyono didakwa dengan pasal 12 huruf e atau pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor  31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Baca Juga :  Dapat Pengahargaan BPKP Atas Capaian Kapabiltas APIP Level 3

Keduanya terancam hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Sementara denda yang harus ditanggung para terdakwa paling sedikit Rp 200 juta dan paling besar Rp 1 miliar.

Menurut Hendra, dengan dakwaan tersebut, Achmad Fatah Yasin dan Agus Heri Cahyono telah melakukan tindakan gratifikasi, penyalahgunaan jabatan sebagai PNS. Artinya, untuk menguntungkan diri sendiri.

Saat disinggung jika nantinya dalam fakta persidangan ada keterlibatan pejabat lain, apa akan dilakukan pengembangan penyelidikan? Hendra belum memberikan penjelasan. Sebab, pihaknya masih menunggu proses sidang untuk mengetahui fakta persidangan.

Di tempat terpisah, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengatakan, saat ini masih menunggu beberapa proses persidangan. Menurutnya, jika nanti dalam fakta persidangan ada keterlibatan pejabat lain dalam kasus pungli tersebut, pihaknya berjanji akan melakukan pengembangan penyelidikan.

”Kami masih menunggu. Kalau fakta persidangan ada keterlibatan pelaku lain, pasti kami kembangkan,” janjinya.

Untuk diingat, Satgas Saber Pungli Polres Bangkalan berhasil mengamankan empat pegawai DPMPTSP Bangkalan. Di antaranya, Achmad Fatah Yasin, Agus Heri Cahyono, OA (inisial), dan MH. Kemudian satu orang berinisial AS yang merupakan karyawan PT Golden Mirin.

Baca Juga :  Bulog Bangkalan Klaim Stok Beras Aman dan Harga Stabil

Senin (10/4), AS mengajukan berkas legalisir izin mendirikan bangunan (IMB). Legalisir berkas itu untuk persyaratan kredit pemilikan rumah (KPR) ke bank. Ada 126 berkas yang diajukan. Namun Achmad Fatah Yasin meminta Rp 40.000 untuk setiap berkas kepada AS.

Selasa (11/4), AS memberikan Rp 5.050.000 sesuai perjanjian ditambah Rp 10.000 kepada Heri Cahyono. Saat itulah Satgas Saber Pungli melakukan penangkapan. Dari lokasi penangkapan, tim Saber Pungli juga menyita barang bukti (BB).

 Di antaranya, uang tunai Rp 5.050.000, 126 lembar berkas pengajuan legalisasi IMB, dan buku register legalisasi. Kemudian, Polres Bangkalan menetapkan Achmad Fatah Yasin dan Agus Heri Cahyono sebagai tersangka. Sedangkan, OA, MH, dan AS sebagai saksi.

BANGKALAN – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) dugaan pungutan liar (pungli) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan masuk sidang kedua. Kamis (26/10), jaksa penuntut umum (JPU) mendatangkan enam saksi ke di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Mereka adalah Hairul selaku penyidik Polres Bangkalan, Dony Heryanto selaku wartawan media online,  Imam Buchori mahasiswa. Kemudian, Anwar Sadad selaku developer dan pegawai DPMPTSP Bangkalan Ook Adiamsah dan Moh. Indra.

Kasipidsus Kejari Bangkalan Hendra Purwanto Arifin membenarkan, kemarin digelar sidang dengan agenda mendatangkan saksi dari jaksa. Tujuannya, menguatkan dakwaan yang telah dibacakan pekan lalu. ”Agendanya hari ini (kemarin, Red) sidang dengan mendatangkan saksi,” terangnya.


Sidang sebelumnya adalah pembacaan dakwaan oleh jaksa. Achmad Fatah Yasin dan Agus Heri Cahyono didakwa dengan pasal 12 huruf e atau pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor  31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Baca Juga :  Perempuan Mudah Selundupkan Barang ke Rutan

Keduanya terancam hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Sementara denda yang harus ditanggung para terdakwa paling sedikit Rp 200 juta dan paling besar Rp 1 miliar.

Menurut Hendra, dengan dakwaan tersebut, Achmad Fatah Yasin dan Agus Heri Cahyono telah melakukan tindakan gratifikasi, penyalahgunaan jabatan sebagai PNS. Artinya, untuk menguntungkan diri sendiri.

Saat disinggung jika nantinya dalam fakta persidangan ada keterlibatan pejabat lain, apa akan dilakukan pengembangan penyelidikan? Hendra belum memberikan penjelasan. Sebab, pihaknya masih menunggu proses sidang untuk mengetahui fakta persidangan.

Di tempat terpisah, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengatakan, saat ini masih menunggu beberapa proses persidangan. Menurutnya, jika nanti dalam fakta persidangan ada keterlibatan pejabat lain dalam kasus pungli tersebut, pihaknya berjanji akan melakukan pengembangan penyelidikan.

”Kami masih menunggu. Kalau fakta persidangan ada keterlibatan pelaku lain, pasti kami kembangkan,” janjinya.

Untuk diingat, Satgas Saber Pungli Polres Bangkalan berhasil mengamankan empat pegawai DPMPTSP Bangkalan. Di antaranya, Achmad Fatah Yasin, Agus Heri Cahyono, OA (inisial), dan MH. Kemudian satu orang berinisial AS yang merupakan karyawan PT Golden Mirin.

Baca Juga :  Mutasi 142 Pejabat di Bangkalan Diduga Bodong

Senin (10/4), AS mengajukan berkas legalisir izin mendirikan bangunan (IMB). Legalisir berkas itu untuk persyaratan kredit pemilikan rumah (KPR) ke bank. Ada 126 berkas yang diajukan. Namun Achmad Fatah Yasin meminta Rp 40.000 untuk setiap berkas kepada AS.

Selasa (11/4), AS memberikan Rp 5.050.000 sesuai perjanjian ditambah Rp 10.000 kepada Heri Cahyono. Saat itulah Satgas Saber Pungli melakukan penangkapan. Dari lokasi penangkapan, tim Saber Pungli juga menyita barang bukti (BB).

 Di antaranya, uang tunai Rp 5.050.000, 126 lembar berkas pengajuan legalisasi IMB, dan buku register legalisasi. Kemudian, Polres Bangkalan menetapkan Achmad Fatah Yasin dan Agus Heri Cahyono sebagai tersangka. Sedangkan, OA, MH, dan AS sebagai saksi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/