21.4 C
Madura
Saturday, December 10, 2022

ASPAK RSIA Hikmah Sawi Tidak Sesuai

BANGKALANJawa Pos Rada Madura – Manajemen RSIA Hikmah Sawi mengisi aplikasi sarana, prasarana, dan alat kesehatan (ASPAK) sebagai syarat akreditasi. Namun, dokumen yang diunggah untuk mengisi ASKAP tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Ketidaksesuaian itu diketahui setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan memvalidasi dokumen yang diunggah di aplikasi berbasis web tersebut dengan kondisi di lapangan. Karena itu, dinkes meminta pihak rumah sakit swasta tersebut memenuhi temuannya.

Kasi Rujukan Dinkes Bangkalan Miftahul Jannah menjelaskan, untuk melakukan akreditasi, dokumen yang diunggah ASPAK harus tervalidasi 100 persen. Tujuannya, memastikan kesesuaian antara data dokumen yang diunggah dan kondisi riil di rumah sakit.

”Contoh alkes (alat kesehatan) yang harus ada di rungan, misalnya, tensi (tensimeter) dan lampu sorot. Untuk tahu itu, kita kan harus datang, benar apa tidak (ada) tensi (tensimeter) dan lampu sorotnya ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Difokuskan ke Lansia, Perayaan Nataru Harus Terapkan Prokes

Saat pengecekan pada Kamis (15/9), dalam dokumen ASPAK RSIA Hikmah Sawi ditemukan beberapa ketidaksesuaian. Di antaranya, ruang observasi belum dilengkapi wastafel. Kemudian, ruang operasi saat ini belum dilengkapi ruang primer. Yaitu, ruangan singgah untuk pasien sebelum dioperasi. ”Di dokumen ASPAK diisi ada. Memang ada yang diisi ada dan diisi tidak ada,” ujarnya.

Berdasar dokumen yang diunggah, tidak semua sarpras dan alkes diisi tersedia. Tidak semua komponen yang menjadi penilaian untuk mendapatkan akreditasi tersebut lengkap. Dengan demikian, hal tersebut akan memengaruhi hasil penilaian.

”Kalau mau diisi ada, ya harus diadakan (harus dilengkapi),” ujar Miftahul Jannah kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Menurut perempuan berhijab itu, kesesuaian dan kelengkapan sarpras dan alkes di ASKAP menjadi komponen penting bagi setiap fasilitas kesehatan (faskes). Sebab, hal tersebut akan menjadi penunjang mutu pelayanan di setiap faskes.

Baca Juga :  Jamin Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan

Temuan ketidaksesuaian telah ditindaklanjuti dengan merekomendasikan agar segera dilengkapi oleh menajemen rumah sakit swasta tersebut. Setelah semua rekomendasi itu dilengkapi, akan kembali diakukan validasi sesuai dengan data yang diunggah. ”Sekarang sudah berproses (untuk dilengkapi sesuai ASPAK),” imbuhnya.

JPRM telah berupaya memberikan ruang kepada Hikmah selaku pemimpin RSIA Hikmah Sawi atas temuan dinkes kemarin (26/9). Namun saat didatangi, dokter spesialis obgyn tersebut tidak ada di tempat. Menurut salah seorang pegawainya, yang bersangkutan ke Kecamatan Arosbaya.

JPRM juga telah mengirim pesan singkat via WhatsApp, tetapi tidak direspons. Ditelepon berkali-kali melalui nomor yang dia digunakan, juga tidak ada jawaban meski berdering. (jup/luq)

BANGKALANJawa Pos Rada Madura – Manajemen RSIA Hikmah Sawi mengisi aplikasi sarana, prasarana, dan alat kesehatan (ASPAK) sebagai syarat akreditasi. Namun, dokumen yang diunggah untuk mengisi ASKAP tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Ketidaksesuaian itu diketahui setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan memvalidasi dokumen yang diunggah di aplikasi berbasis web tersebut dengan kondisi di lapangan. Karena itu, dinkes meminta pihak rumah sakit swasta tersebut memenuhi temuannya.

Kasi Rujukan Dinkes Bangkalan Miftahul Jannah menjelaskan, untuk melakukan akreditasi, dokumen yang diunggah ASPAK harus tervalidasi 100 persen. Tujuannya, memastikan kesesuaian antara data dokumen yang diunggah dan kondisi riil di rumah sakit.


”Contoh alkes (alat kesehatan) yang harus ada di rungan, misalnya, tensi (tensimeter) dan lampu sorot. Untuk tahu itu, kita kan harus datang, benar apa tidak (ada) tensi (tensimeter) dan lampu sorotnya ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Irna Anggrek Punya Delapan Ruangan Khusus

Saat pengecekan pada Kamis (15/9), dalam dokumen ASPAK RSIA Hikmah Sawi ditemukan beberapa ketidaksesuaian. Di antaranya, ruang observasi belum dilengkapi wastafel. Kemudian, ruang operasi saat ini belum dilengkapi ruang primer. Yaitu, ruangan singgah untuk pasien sebelum dioperasi. ”Di dokumen ASPAK diisi ada. Memang ada yang diisi ada dan diisi tidak ada,” ujarnya.

Berdasar dokumen yang diunggah, tidak semua sarpras dan alkes diisi tersedia. Tidak semua komponen yang menjadi penilaian untuk mendapatkan akreditasi tersebut lengkap. Dengan demikian, hal tersebut akan memengaruhi hasil penilaian.

”Kalau mau diisi ada, ya harus diadakan (harus dilengkapi),” ujar Miftahul Jannah kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

- Advertisement -

Menurut perempuan berhijab itu, kesesuaian dan kelengkapan sarpras dan alkes di ASKAP menjadi komponen penting bagi setiap fasilitas kesehatan (faskes). Sebab, hal tersebut akan menjadi penunjang mutu pelayanan di setiap faskes.

Baca Juga :  Pesan RKH Fuad Amin: Ra Ibong Jangan Nikah Lagi

Temuan ketidaksesuaian telah ditindaklanjuti dengan merekomendasikan agar segera dilengkapi oleh menajemen rumah sakit swasta tersebut. Setelah semua rekomendasi itu dilengkapi, akan kembali diakukan validasi sesuai dengan data yang diunggah. ”Sekarang sudah berproses (untuk dilengkapi sesuai ASPAK),” imbuhnya.

JPRM telah berupaya memberikan ruang kepada Hikmah selaku pemimpin RSIA Hikmah Sawi atas temuan dinkes kemarin (26/9). Namun saat didatangi, dokter spesialis obgyn tersebut tidak ada di tempat. Menurut salah seorang pegawainya, yang bersangkutan ke Kecamatan Arosbaya.

JPRM juga telah mengirim pesan singkat via WhatsApp, tetapi tidak direspons. Ditelepon berkali-kali melalui nomor yang dia digunakan, juga tidak ada jawaban meski berdering. (jup/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/