alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Baru Dikerjakan, Proyek Rp 10,6 M Rusak

BANGKALAN – PT Amin Jaya Karya Abadi mulai mengerjakan peningkatan Jalan Raya Telang, Kamal menuju Jalan Raya Jukong, Labang awal Juni lalu. Aktivitas proyek terus berlanjut hingga kini. Namun, sebagian titik yang sudah dikerjakan rusak.

            Di lokasi proyek juga tidak dilengkapi dengan papan nama kegiatan. Tak heran, warga tidak mengetahui proyek tersebut merupakan kegiatan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dengan nilai kontrak Rp 8.382.574.000. Sementara pagu yang disiapkan Rp 10.690.580.000. Panjang proyek jalan 5,4 kilometer dengan lebar 4–6 meter.

            Kondisi tersebut langsung mendapat respons negatif Anggota Komisi V DPR RI Nizar Zahro Rabu (26/7). Menurutnya, hasil pengerjaan proyek mestinya bagus. Apalagi masih baru.

Politikus Gerindra itu mengimbau kepada rekanan agar mengerjakan proyek sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Dengan demikian, kualitas hasil pengerjaan baik dan tidak cepat rusak.

Baca Juga :  Percepat Kekebalan Komunal, Ra Latif Sosialisasi Vaksin di Ponpes

             ”Kita memberi warning kepada PPTK dan rekanan agar dikerjakan sesuai dengan bestek,” tegas Nizar kemarin.

            Dia juga mengingatkan rekanan untuk memerhatikan batas akhir waktu pengerjaan yang tertuang dalam kontrak. Pengerjaan tidak boleh melebihi deadline yang sudah disepakati.

            Sayangnya, Humas BPWS Faisal Yasir Arifin enggan memberikan komentar terkait kerusakan jalan yang menelan dana APBN 2017 sebesar Rp 8.382.574.000. ”Saya no comment,” ucapnya singkat.

            Terpisah, Direksi PT Amin Jaya Karya Abadi H Ikhwan Amin mengklaim sudah memasang papan pengumuman proyek. Tujuannya, untuk kepentingan dokumentasi.

            Setelah pengambilan dokumentasi, kata Ikhwan, papan proyek dicabut kembali. Dia mengaku khawatir hilang jika dibiarkan di lokasi. ”besok (hari ini, Red) kami pasang kembali papannya. Biasanya setelah mengerjakan proyek baru dipasang,” kelitnya.

            Kenapa beberapa titik aspal rusak? Ikhwan beralasan lantaran ada beberapa kendaraan yang melintas pada saat pengaspalan. Akibatnya, aspal melunak dan ambrol.

Baca Juga :  Seragam Linmas Telan Rp 1,1 M

            Diterangkan, saat ini masih pengerjaan asphalt concrete- binder course (AC-BC) dan laston lapis fondasi. Artinya, tegas Ikhwan, pengerjaannya masih dalam pengaspalan lapisan pertama. Setelah selesai, baru kemudian dilanjutkan dengan asphalt concrete- wearing course (AC-WC), Laston Lapis Permukaan.

Semua kerusakan pengaspalan pertama akan diperbaiki pada pengaspalan tahap dua atau finishing. ”Kalau yang rusak-rusak pasti kami perbaiki pada pengaspalan tahap kedua, pasti aspalnya bagus lagi,” janjinya.

            Dia menegaskan, semua pengerjaan sudah sesuai dengan RAB. Ikhwan juga menepis jika dituding mengerjakan asal-asalan. ”Tidak mungkin lah kami mengerjakan secara asal-asalan,” klaimnya.

            Menurutnya, pengerjaan proyek tersebut sampai saat ini sudah mencapai 50 persen. Dia optimistis semua pekerjaan selesai sebelum deadline. Yakni, awal November 2017.

- Advertisement -

BANGKALAN – PT Amin Jaya Karya Abadi mulai mengerjakan peningkatan Jalan Raya Telang, Kamal menuju Jalan Raya Jukong, Labang awal Juni lalu. Aktivitas proyek terus berlanjut hingga kini. Namun, sebagian titik yang sudah dikerjakan rusak.

            Di lokasi proyek juga tidak dilengkapi dengan papan nama kegiatan. Tak heran, warga tidak mengetahui proyek tersebut merupakan kegiatan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dengan nilai kontrak Rp 8.382.574.000. Sementara pagu yang disiapkan Rp 10.690.580.000. Panjang proyek jalan 5,4 kilometer dengan lebar 4–6 meter.

            Kondisi tersebut langsung mendapat respons negatif Anggota Komisi V DPR RI Nizar Zahro Rabu (26/7). Menurutnya, hasil pengerjaan proyek mestinya bagus. Apalagi masih baru.


Politikus Gerindra itu mengimbau kepada rekanan agar mengerjakan proyek sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Dengan demikian, kualitas hasil pengerjaan baik dan tidak cepat rusak.

Baca Juga :  Anjangsana Direktur JPRM ke Pengusaha di Madura (4-Habis)

             ”Kita memberi warning kepada PPTK dan rekanan agar dikerjakan sesuai dengan bestek,” tegas Nizar kemarin.

            Dia juga mengingatkan rekanan untuk memerhatikan batas akhir waktu pengerjaan yang tertuang dalam kontrak. Pengerjaan tidak boleh melebihi deadline yang sudah disepakati.

            Sayangnya, Humas BPWS Faisal Yasir Arifin enggan memberikan komentar terkait kerusakan jalan yang menelan dana APBN 2017 sebesar Rp 8.382.574.000. ”Saya no comment,” ucapnya singkat.

            Terpisah, Direksi PT Amin Jaya Karya Abadi H Ikhwan Amin mengklaim sudah memasang papan pengumuman proyek. Tujuannya, untuk kepentingan dokumentasi.

            Setelah pengambilan dokumentasi, kata Ikhwan, papan proyek dicabut kembali. Dia mengaku khawatir hilang jika dibiarkan di lokasi. ”besok (hari ini, Red) kami pasang kembali papannya. Biasanya setelah mengerjakan proyek baru dipasang,” kelitnya.

            Kenapa beberapa titik aspal rusak? Ikhwan beralasan lantaran ada beberapa kendaraan yang melintas pada saat pengaspalan. Akibatnya, aspal melunak dan ambrol.

Baca Juga :  Perkiraan BMKG, Hujan Lebat Berpotensi Sebabkan Banjir

            Diterangkan, saat ini masih pengerjaan asphalt concrete- binder course (AC-BC) dan laston lapis fondasi. Artinya, tegas Ikhwan, pengerjaannya masih dalam pengaspalan lapisan pertama. Setelah selesai, baru kemudian dilanjutkan dengan asphalt concrete- wearing course (AC-WC), Laston Lapis Permukaan.

Semua kerusakan pengaspalan pertama akan diperbaiki pada pengaspalan tahap dua atau finishing. ”Kalau yang rusak-rusak pasti kami perbaiki pada pengaspalan tahap kedua, pasti aspalnya bagus lagi,” janjinya.

            Dia menegaskan, semua pengerjaan sudah sesuai dengan RAB. Ikhwan juga menepis jika dituding mengerjakan asal-asalan. ”Tidak mungkin lah kami mengerjakan secara asal-asalan,” klaimnya.

            Menurutnya, pengerjaan proyek tersebut sampai saat ini sudah mencapai 50 persen. Dia optimistis semua pekerjaan selesai sebelum deadline. Yakni, awal November 2017.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/