alexametrics
21.4 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Pendaftar Berebut 5.994 Kursi SMA/SMK

BANGKALAN – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK masih berlangsung hingga Selasa (26/6). Angka jumlah pendaftar di masing-masing lembaga pendidikan terus naik. Mereka memperebutkan pagu 5.994 kursi se-Bangkalan.

Calon peserta didik bisa memantau langsung jumlah pendaftar dan potensi diterima pada sekolah tujuan pada laman PPDB Jawa Timur (Jatim). Berdasarkan data yang ada pada website ppdbjatim.net, total pagu sebanyak 5.994 kursi. Yakni, 3.171 pagu SMK dan 2.823 kursi untuk SMA (perinciannya lihat grafis).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim Wilayah Bangkalan Arif Khamzah menyampaikan, beberapa waktu lalu semua lembaga pendidikan melakukan usulan pagu ke provinsi. Kemudian, jumlah yang disetujui sesuai dengan yang tertera pada laman PPDB online. Pendaftar bisa ikut memantau peluang untuk diterima pada sekolah tujuan.

”Tinggal dilihat pagunya berapa dan sudah berapa orang yang mendaftar. Sudah ada semua di situ (ppdbjatim.net, Red),” terangnya kemarin.

Perlu diingat, calon peserta didik harus menginput data dengan benar. Jika data salah, berpotensi gugur. Sebab, akan ada proses verifikasi setelah pendaftaran online. ”Misal input nilai, harus sesuai,” jelas Arif.

Baca Juga :  Belanja Bidang Pendidikan-Kesehatan Harus Tepat

Nantinya semua satuan pendidikan hanya akan menerima nama dan jumlah siswa yang dinyatakan diterima. Semua proses pendaftaran PPDB reguler diselenggarakan langsung oleh pemerintah provinsi.

Tahun lalu jumlah siswa yang mendaftar tidak memenuhi pagu. Dalam artian, banyak kursi yang kosong. Sejumlah sekolah kekurangan siswa. Bagaimana tahun ini? Arif belum memastikan. Untuk kemungkinan ketidakpenuhan pagu, pihaknya belum mendapat petunjuk lebih lanjut dari Disdik Jatim.

”Yang jelas tidak ada gelombang kedua. Belum tahu persis langkah apa yang akan diambil kepala dinas jika kuota itu tidak terpenuhi,” katanya.

PPDB SMA/SMK tahun lalu pada gelombang pertama jumlah pendaftar tidak mampu memenuhi pagu. Kemudian, ada kebijakan PPDB gelombang kedua. Arif optimistis pada tahun kedua pengelolaan SMA/SMK oleh provinsi Jatim kali ini tidak ada masalah berarti.

”Kami belum memperoleh petunjuk mengenai kebijakan apa yang akan diambil jika kuota PPDB tidak terpenuhi seperti tahun lalu. Kita tunggu aja,” jelas pria berkopiah itu.

Baca Juga :  Alumni STAI Al-Khairat Harus Ikut Bangun Pendidikan Karakter

Sembari menunggu petunjuk, pihaknya juga melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah yang menyelenggarakan PPDB online. Keliling ke 10 lembaga SMA dan 10 SMK negeri di Bangkalan untuk mengetahui seberapa besar pengambilan PIN pendaftaran.

Jumlah pengambil PIN PPDB tersebut nantinya akan dijadikan salah satu indikator sementara untuk membuat kesimpulan pagu sudah terpenuhi atau belum. Dijelaskan, sejauh ini tidak ada kendala pada pelaksanaan PPDB online. ”Tidak ada laporan gangguan sementara ini pada masa pendaftaran,” ujarnya.

Arif menambahkan, beberapa calon peserta didik ada yang datang langsung ke sekolah tujuan. Padahal tidak perlu ke sekolah tujuan untuk mendaftar. Bisa dari rumah. Asal ada akses internet untuk membuka laman ppdbjatim.net dan sudah memiliki PIN pendaftaran.

”Di beberapa sekolah sudah banyak pendaftar. Baik pilihan 1 dan 2. Mereka berlomba-lomba mendaftar ke sekolah yang diinginkan,” pungkasnya.

 

BANGKALAN – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK masih berlangsung hingga Selasa (26/6). Angka jumlah pendaftar di masing-masing lembaga pendidikan terus naik. Mereka memperebutkan pagu 5.994 kursi se-Bangkalan.

Calon peserta didik bisa memantau langsung jumlah pendaftar dan potensi diterima pada sekolah tujuan pada laman PPDB Jawa Timur (Jatim). Berdasarkan data yang ada pada website ppdbjatim.net, total pagu sebanyak 5.994 kursi. Yakni, 3.171 pagu SMK dan 2.823 kursi untuk SMA (perinciannya lihat grafis).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim Wilayah Bangkalan Arif Khamzah menyampaikan, beberapa waktu lalu semua lembaga pendidikan melakukan usulan pagu ke provinsi. Kemudian, jumlah yang disetujui sesuai dengan yang tertera pada laman PPDB online. Pendaftar bisa ikut memantau peluang untuk diterima pada sekolah tujuan.


”Tinggal dilihat pagunya berapa dan sudah berapa orang yang mendaftar. Sudah ada semua di situ (ppdbjatim.net, Red),” terangnya kemarin.

Perlu diingat, calon peserta didik harus menginput data dengan benar. Jika data salah, berpotensi gugur. Sebab, akan ada proses verifikasi setelah pendaftaran online. ”Misal input nilai, harus sesuai,” jelas Arif.

Baca Juga :  Belanja Bidang Pendidikan-Kesehatan Harus Tepat

Nantinya semua satuan pendidikan hanya akan menerima nama dan jumlah siswa yang dinyatakan diterima. Semua proses pendaftaran PPDB reguler diselenggarakan langsung oleh pemerintah provinsi.

Tahun lalu jumlah siswa yang mendaftar tidak memenuhi pagu. Dalam artian, banyak kursi yang kosong. Sejumlah sekolah kekurangan siswa. Bagaimana tahun ini? Arif belum memastikan. Untuk kemungkinan ketidakpenuhan pagu, pihaknya belum mendapat petunjuk lebih lanjut dari Disdik Jatim.

”Yang jelas tidak ada gelombang kedua. Belum tahu persis langkah apa yang akan diambil kepala dinas jika kuota itu tidak terpenuhi,” katanya.

PPDB SMA/SMK tahun lalu pada gelombang pertama jumlah pendaftar tidak mampu memenuhi pagu. Kemudian, ada kebijakan PPDB gelombang kedua. Arif optimistis pada tahun kedua pengelolaan SMA/SMK oleh provinsi Jatim kali ini tidak ada masalah berarti.

”Kami belum memperoleh petunjuk mengenai kebijakan apa yang akan diambil jika kuota PPDB tidak terpenuhi seperti tahun lalu. Kita tunggu aja,” jelas pria berkopiah itu.

Baca Juga :  Alumni STAI Al-Khairat Harus Ikut Bangun Pendidikan Karakter

Sembari menunggu petunjuk, pihaknya juga melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah yang menyelenggarakan PPDB online. Keliling ke 10 lembaga SMA dan 10 SMK negeri di Bangkalan untuk mengetahui seberapa besar pengambilan PIN pendaftaran.

Jumlah pengambil PIN PPDB tersebut nantinya akan dijadikan salah satu indikator sementara untuk membuat kesimpulan pagu sudah terpenuhi atau belum. Dijelaskan, sejauh ini tidak ada kendala pada pelaksanaan PPDB online. ”Tidak ada laporan gangguan sementara ini pada masa pendaftaran,” ujarnya.

Arif menambahkan, beberapa calon peserta didik ada yang datang langsung ke sekolah tujuan. Padahal tidak perlu ke sekolah tujuan untuk mendaftar. Bisa dari rumah. Asal ada akses internet untuk membuka laman ppdbjatim.net dan sudah memiliki PIN pendaftaran.

”Di beberapa sekolah sudah banyak pendaftar. Baik pilihan 1 dan 2. Mereka berlomba-lomba mendaftar ke sekolah yang diinginkan,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Hendro Kartiko Bantu Timnas U-22

PT Garam Segera Berkantor di Sumenep Lagi

Artikel Terbaru

/